Selasa, 27 Oktober 2026
07:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Individu rentan

Individu rentan

istilah epidemiologis untuk menggambarkan anggota populasi yang berisiko menderita suatu penyakit

Bagikan:
330px-SEIRD_disease_model.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu model yang menggambarkan status individu dalam penyakit menular, yang terdiri atas individu rentan, terpapar,terinfeksi, pulih, dan mati.

Dalam epidemiologi, individu rentan adalah seseorang (atau seekor hewan) dalam populasi yang mudah dan lebih berpeluang terinfeksi penyakit.[1] Lawan dari individu rentan adalah individu yang telah memiliki kekebalan atau ketahanan. Kekebalan tubuh dikuatkan dengan imunisasi, yang dalam konteks penyakit menular dapat berupa paparan terhadap patogen dalam infeksi alami ataupun melalui vaksinasi. Individu yang telah memiliki kekebalan dapat menjadi rentan, misalnya akibat sistem imun yang menjadi lemah.[2]

Faktor

Faktor-faktor yang meningkatkan kerentanan individu terhadap penyakit disebut faktor predisposisi. Sebagai contoh, faktor predisposisi terhadap kanker di antaranya faktor temporal (seperti efek ritme sirkadian, stres dan depresi), faktor nutrisi (seperti konsumsi minuman beralkohol), dan adanya komplikasi dengan penyakit lain (seperti tekanan darah tinggi dan infeksi saluran pernapasan).[3]

Secara umum, kerentanan seseorang terhadap suatu penyakit dipengaruhi oleh gen orang tersebut dan lingkungan yang ditinggalinya.[4]

Kerentanan terhadap penyakit menular

Individu rentan belum pernah terpapar patogen secara alami ataupun belum divaksinasi sehingga mereka tidak memiliki kekebalan terhadap patogen tersebut. Individu-individu yang memiliki antibodi terhadap antigen dari patogen tertentu tidak dianggap sebagai individu rentan, meskipun tubuh mereka tidak menghasilkan antibodi itu sendiri, misalnya pada bayi berusia kurang dari enam bulan yang masih memiliki antibodi dari ibunya (dari plasenta dan kolostrum) serta pada orang dewasa yang baru saja mendapat suntikan antibodi. Namun, orang-orang seperti ini segera menjadi individu rentan saat kadar antibodi dalam tubuhnya menurun dan tidak berfungsi lagi.

Beberapa individu mungkin memiliki ketahanan alami terhadap penyakit menular tertentu, misalnya pada malaria.[5]

Referensi

  1. ↑ "Susceptible or Susceptibility". Government of Alberta, Canada. 19 April 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 23 April 2015. Diakses tanggal 12 Januari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "How Infections Spread: Susceptible Person". CDC. 7 Januari 2016. Diakses tanggal 12 Januari 2023.
  3. ↑ National Research Council (US) Committee on Risk Assessment of Hazardous Air Pollutants (1994). "Appendix H-2. Individual Susceptibility Factors". Science and Judgment in Risk Assessment. Washington (DC): National Academies Press (US).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Susceptibility". National Human Genome Research Institute. Diakses tanggal 12 Januari 2023.
  5. ↑ Doolan, Denise L.; Dobaño, Carlota; Baird, J. Kevin (2009). "Acquired Immunity to Malaria". Clinical Microbiology Reviews. 22 (1): 13–36. doi:10.1128/CMR.00025-08. ISSN 0893-8512. PMC 2620631. PMID 19136431.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan