Selasa, 03 November 2026
03:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Penyakit infeksius baru

Penyakit infeksius baru

penyakit menular yang disebabkan oleh patogen yang baru muncul, umumnya juga baru dalam cara penularannya maupun jangkauan wabahnya

Bagikan:
Penyakit infeksi baru
250px-Global_Examples_of_Emerging_and_Re-Emerging_Infectious_Diseases.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kemunculan penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi berulang yang dibuat oleh Anthony Fauci, direktur NIAID AS, pada tahun 2017.[1]
SpesialisasiPenyakit infeksi, kesehatan masyarakat, epidemiologi
PenyebabAgen biologis patogenik

Penyakit infeksi baru (bahasa Inggris:emerging infectious disease, disingkat EID) adalah penyakit infeksi yang insidennya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan dapat terus meningkat dalam waktu dekat.[2][3] Beberapa penyakit dengan kemampuan transmisi yang efisien di antara manusia dapat menjadi perhatian kesehatan masyarakat dan kesehatan global karena berpotensi menjadi penyebab epidemi atau pandemi.[4] Keberadaan mereka berdampak pada sektor ekonomi, sosial, serta kesehatan.[5] EID telah meningkat secara stabil setidaknya sejak tahun 1940.[6] Untuk setiap dekade sejak 1940, telah terjadi peningkatan yang konsisten dalam jumlah kasus EID yang zoonosis terkait satwa liar. Aktivitas manusia merupakan pendorong utama peningkatan ini, dengan hilangnya keanekaragaman hayati sebagai mekanisme utama.[7]

Penyakit infeksi baru menyumbang setidaknya 12% dari semua patogen manusia.[8] EID dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang baru diidentifikasi, termasuk spesies atau galur virus baru (misalnya koronavirus baru dan HIV).[9] Sejumlah EID lain mungkin berasal dari patogen yang telah diketahui dan kemudian berevolusi (misalnya influenza) atau menyebar ke populasi baru (misalnya demam Nil Barat) atau ke area yang mengalami transformasi ekologis (misalnya penyakit Lyme).[10] Ada pula penyakit infeksi yang muncul kembali, seperti tuberkulosis (karena resistan terhadap obat) dan campak.[11] Infeksi nosokomial (yang diperoleh di rumah sakit), seperti Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin muncul di rumah sakit dan sangat bermasalah karena mereka kebal terhadap banyak antibiotika.[12] Hal yang menjadi perhatian adalah interaksi sinergis yang merugikan antara EID dengan penyakit-penyakit lainnya, baik menular maupun tidak menular, yang mengarah pada berkembangnya sindemik baru.

Banyak EID bersifat zoonotik.[4] Hewan berperan sebagai reservoir dan kemudian penyakit tersebut sesekali berpindah ke populasi manusia.[13] Sebagai contoh, sebagian besar virus yang baru muncul bersifat zoonosis, sedangkan virus-virus lainnya mungkin telah beredar lama dalam suatu spesies tanpa dikenali, seperti yang terjadi pada virus hepatitis C.[14]

Klasifikasi

Salah satu cara untuk mengelompokkan penyakit infeksi baru yaitu berdasarkan waktu dan bagaimana manusia terlibat dalam kemunculannya:[15]

  • Penyakit infeksi yang baru muncul — penyakit yang sebelumnya tidak ada pada manusia, seperti HIV/AIDS.
  • Penyakit infeksi yang muncul kembali — penyakit yang telah menyebar ke wilayah baru atau penyakit yang tidak lagi dapat dikendalikan oleh terapi sebelumnya, misalnya Staphylococcus aureus yang resistan terhadap metisilin (MRSA).
  • Penyakit infeksi baru yang sengaja dimunculkan — penyakit yang diciptakan oleh manusia untuk bioterorisme.\
  • Penyakit infeksi baru yang muncul secara tidak sengaja — penyakit yang diciptakan atau disebarkan secara tidak sengaja oleh manusia, seperti virus polio yang berasal dari vaksin.

Faktor yang berkontribusi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerbitkan jurnal Emerging Infectious Diseases yang mengidentifikasi faktor-faktor berikut yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit:

Referensi

  1. ↑ Paules, Catharine I.; Eisinger, Robert W.; Marston, Hilary D.; Fauci, Anthony S. (2017). "What Recent History Has Taught Us About Responding to Emerging Infectious Disease Threats". Annals of Internal Medicine. 167 (11): 805–811. doi:10.7326/M17-2496. ISSN 0003-4819. PMID 29132162. S2CID 36800971.
  2. ↑ "Emerging Infectious Diseases - NIOSH Workplace Safety and Health Topic". www.cdc.gov (dalam bahasa American English). Centers for Disease Control and Prevention. 17 Oktober 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 18 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ A brief guide to emerging infectious diseases and zoonoses. WHO Regional Office for South-East Asia. 2014. hdl:10665/204722. ISBN 9789290224587.
  4. 1 2 Woolhouse, ME; Gowtage-Sequeria, S (2005). "Host Range and Emerging and Reemerging Pathogens". Emerging Infectious Diseases. 11 (12): 1842–7. doi:10.3201/eid1112.050997. PMC 3367654. PMID 16485468.
  5. ↑ Morens, David M.; Fauci, Anthony S. (2013). Heitman, Joseph (ed.). "Emerging Infectious Diseases: Threats to Human Health and Global Stability". PLoS Pathogens. 9 (7): e1003467. doi:10.1371/journal.ppat.1003467. ISSN 1553-7374.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. ↑ Jones, Kate E.; Patel, Nikkita G.; Levy, Marc A.; Storeygard, Adam; Balk, Deborah; Gittleman, John L.; Daszak, Peter (2008). "Global trends in emerging infectious diseases". Nature. 451 (7181): 990–993. doi:10.1038/nature06536. ISSN 0028-0836. PMC 5960580. PMID 18288193.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  7. ↑ Keesing, Felicia; Belden, Lisa K.; Daszak, Peter; Dobson, Andrew; Harvell, C. Drew; Holt, Robert D.; Hudson, Peter; Jolles, Anna; Jones, Kate E. (2010). "Impacts of biodiversity on the emergence and transmission of infectious diseases". Nature. 468 (7324): 647–652. doi:10.1038/nature09575. ISSN 1476-4687. PMC 7094913. PMID 21124449.
  8. ↑ Taylor, Louise H.; Latham, Sophia M.; woolhouse, Mark E.J. (2001). Woolhouse, M.E.J.; Dye, C. (ed.). "Risk factors for human disease emergence". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B: Biological Sciences. 356 (1411): 983–989. doi:10.1098/rstb.2001.0888. ISSN 0962-8436.
  9. ↑ Fauci, Anthony S. (2005). "Emerging and Reemerging Infectious Diseases: The Perpetual Challenge:". Academic Medicine. 80 (12): 1079–1085. doi:10.1097/00001888-200512000-00002. ISSN 1040-2446.
  10. ↑ Kilpatrick, A.M.; Dobson, Andrew D.M.; Levi, Taal; Salkeld, Daniel J.; Swei, Andrea; Ginsberg, Howard S.; Kjemtrup, Anne; Padgett, Kerry A.; Jensen, Per M. (2017). "Lyme disease ecology in a changing world: consensus, uncertainty and critical gaps for improving control". Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 372 (1722): 20160117. doi:10.1098/rstb.2016.0117. ISSN 0962-8436.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  11. ↑ Fraser-bell, Calin James (2019). "Global Re-emergence of Measles - 2019 update". Global Biosecurity. 1 (3). doi:10.31646/gbio.43. ISSN 2652-0036.
  12. ↑ Witte, Wolfgang; Kresken, Michael; Braulke, Christine; Cuny, Christa (1997). "Increasing incidence and widespread dissemination of methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) in hospitals in central Europe, with special reference to German hospitals". Clinical Microbiology and Infection. 3 (4): 414–422. doi:10.1111/j.1469-0691.1997.tb00277.x.
  13. ↑ "The 2019–2020 Novel Coronavirus (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) Pandemic: A Joint American College of Academic International Medicine‑World Academic Council of Emergency Medicine Multidisciplinary COVID‑19 Working Group Consensus Paper". ResearchGate. Diakses tanggal Mei 16, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Houghton, Michael (2009). "The long and winding road leading to the identification of the hepatitis C virus". Journal of Hepatology. 51 (5): 939–948. doi:10.1016/j.jhep.2009.08.004.
  15. ↑ Morens, David M.; Fauci, Anthony S. (2020). "Emerging Pandemic Diseases: How We Got to COVID-19". Cell. 182 (5): 1077–1092. doi:10.1016/j.cell.2020.08.021. PMC 7428724. PMID 32846157.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan