Senin, 21 September 2026
17:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Caplak

Caplak

Untuk kegunaan lain, lihat Caplak (disambiguasi).
Caplak
250px-Adult_deer_tick%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caplak Ixodes scapularis dewasa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Chelicerata
Kelas: Arachnida
Superordo: Parasitiformes
Ordo: Ixodida
Superfamili: Ixodoidea
Familia

Ixodidae - Caplak keras
Argasidae - Caplak lunak
Nuttalliellidae

Diversitas
18 genera, ca. 900 spesies
Artikel takson sembarang

Caplak atau dikenali dengan nama lainnya di Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya sebagai sengkenit, cengkenit, kutu babi, tempiras, atau pirah adalah nama umum bagi hewan kecil berkaki delapan anggota superfamili Ixodoidea, ordo ixodida yang bersama-sama dengan tungau dimasukkan ke dalam anak kelas Acarina. Caplak dikenal sebagai parasit luaran (eksoparasit) yang hidup dari darah hewan vertebrata dan manusia yang ditumpanginya. Karena kebiasaannya ini, caplak menjadi vektor bagi beberapa penyakit seperti Penyakit Lyme, Demam Q, Demam caplak Colorado, tularemia, tick-borne relapsing fever, babesiosis, Ehrlichiosis, Tick-borne meningoencephalitis, dan anaplasmosis pada penyakit kuning sapi dan anjing.[1] Caplak muda bertungkai enam, tetapi setelah dewasa memiliki empat pasang tungkai.

250px-Ixodes_hexagonus_%28aka%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caplak Ixodes hexagonus, rekaman close up.

Caplak merupakan serangga pemakan darah obligat. Setiap ingin berganti kulit atau berkembang ke fase berikutnya, caplak membutuhkan darah. Hal ini diperkirakan terjadi sejak zaman dinosaurus, dan kebutuhan akan darah itulah yang menyebabkan caplak berevolusi menjadi pemakan darah.[2]

Habitat

Caplak dalam hal habitat dapat dibagi menjadi 2, yaitu yang bergantung atau dekat pada inang sejak lahir (nidikolus) dan yang tidak (non-nidikolus). Famili Argasidae dan kebanyakan spesies dari genus Prostriata merupakan caplak yang bergantung pada inang sejak lahir. Karena sangat dekat, spesies-spesies dari famili dan genus ini memiliki beberapa adaptasi yang membantunya. Adaptasi-adaptasi itu adalah kemampuan bertahan tanpa inang selama bertahun-tahun, fototropisme negatif, tigmotropisme, dan toleransi yang rendah terhadap suhu maupun kelembapan.[2]

Famili Metastriata merupakan salah satu yang tidak terlalu bergantung pada inang sejak lahir. Walaupun tidak terlalu bergantung, tetapi tetap hidup dalam jangkauan yang bisa memangsa inang. Ada yang hidup dalam habitat berbeda dengan inangnya (tetap bisa menjangkau inang) dan adapula yang memiliki satu preferensi habitat seperti hutan.[2]

Referensi

  1. Los Angeles County - Department of Health Services Vector Management Program. "Managing Common Tick Pests in Los Angeles County" (PDF). Diakses tanggal 2009-05-20.
  2. 1 2 3 Encyclopedia of entomology. Capinera, John L. (Edisi 2nd ed). Dordrecht: Springer. 2008. ISBN 978-1-4020-6359-6. OCLC 288440300.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahanPemeliharaan CS1: Lain-lain (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan