Senin, 19 Oktober 2026
13:38 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Imunosupresi

Imunosupresi

suatu kondisi ketika sistem imun ditekan, baik secara alami atau buatan

Bagikan:
250px-Polyomavirus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar di bawah mikroskop yang menunjukkan sel yang terinfeksi karena pengobatan imunosupresif (sel di bagian tengah bawah)

Imunosupresif berhubungan dengan penekanan kerja sistem imun.[1][2][3][4] Obat dan terapi imunosupresif mampu menghambat proses pembentukan limfosit di dalam tubuh.[2][3] Meskipun telah dimanfaatkan dalam pengobatan, obat dan terapi imunosupresif memiliki efek samping bagi kesehatan.[3]

Manfaat

Obat dan terapi imunosupresif banyak dimanfaatkan pada operasi transplantasi organ.[2][3] Obat dan terapi imunosupresif akan mampu menekan kerja sistem imun sehingga penolakan tubuh terhadap organ yang baru akan dapat ditekan.[2][3]

Radang usus besar dapat diobati dengan menggunakan obat imunosupresif kortikosteroid dan sitotoksik.[4] Kortikosteroid telah bertahun-tahun digunakan untuk mengontrol perkembangan penyakit tersebut, sedangkan sitotoksik juga dimanfaatkan pada pasien penyakit Crohn yang mengalami fistula.[4]

Dampak negatif

Obat imunosupresif dapat meningkatkan risiko infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur.[3] Kelas obat imunosupresif yang baru, siklosporin, dapat memberikan efek samping berupa keracunan pada sel saraf, keracunan pada ginjal, keracunan pada hati, dan hiperkalemia.[3] Untuk mengamati dampak-dampak yang ditimbulkan agar dapat dievaluasi lebih lanjut, pemakaian obat dan terapi imunosupresif harus terus diawasi.[2]

Referensi

  1. ↑ "Definition of Immunosuppressive". MedicineNet.com. Diakses tanggal 2014-06-27. Obat dan terapi imunosupresif telah dikembangkan untuk mengobati penyakit dan kepentingan penelitian yang berkaitan dengan sistem imun.
  2. 1 2 3 4 5 Sayegh, Mohamed H.; Remuzzi, Giuseppe . 2001 . Current and Future Immunosuppressive Therapies Following Transplantation . Dordrecht: Kluwer Academic Publishers . ISBN 1-4020-0018-9
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Schwartz, Seymour I. . 2000 . Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah, E/6 . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . ISBN 979-448-397-4
  4. 1 2 3 Staff Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya . 2004 . Kumpulan Kuliah Farmakologi, Ed. 2 . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . ISBN 978-979-448-831-7
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan