Minggu, 18 Oktober 2026
07:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Permasalahan Jerman

Permasalahan Jerman

Bagikan:
500px-Map-GermanConfederation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Eropa Tengah pada sekitar tahun 1820 yang memperlihatkan Kerajaan Prusia (biru), Kekaisaran Austria (kuning) dan negara-negara Jerman merdeka (abu-abu). Garis merah menandai perbatasan dari Konfederasi Jerman;sebagai catatan bahwa Prusia dan Austria menguasai lahan-lahan non-Konfederasi.

Permasalahan Jerman adalah sebuah perdebatan pada abad ke-19, khususnya saat Revolusi 1848, tentang cara terbaik untuk melaksanakan Penyatuan Jerman.[1] Dari 1815–1866, sekitar 37 negara pemakai bahasa Jerman merdeka yang berada dalam Konfederasi Jerman. Großdeutsche Lösung ("Solusi Jerman Besar") adalah usulan penyatuan seluruh orang-orang pemakai bahasa Jerman dalam satu negara, dan ditawarkan oleh Kekaisaran Austria dan para pendukungnya. Kleindeutsche Lösung ("Solusi Jerman Kecil") mengusulkan hanya menyatukan negara-negara Jerman utara dan tidak meliputi Austria; perencanaan tersebut diusulkan oleh Kerajaan Prusia.

Solusi-solusi tersebut juga disebut dengan nama-nama negara yang mereka rencanakan untuk dibuat, Kleindeutschland dan Großdeutschland ("Jerman Kecil" dan "Jerman Besar"). Kedua gerakan tersebut adalah bagian dari perkembangan nasionalisme Jerman serta memberikan dampak yang sama pada masa tersebut terhadap pendirian sebuah negara yang disatukan berdasarkan pada bahasa dan etnisitas umumnya, seperti penyatuan Italia oleh Wangsa Savoy dan revolusi Serbia untuk kemerdekaan.

Latar belakang

Pada 6 Agustus 1806, Kaisar Franz II dari Habsburg memegang tahta Kekaisaran Romawi Suci pada saat Peperangan Napoleon dengan Prancis, yang mengakhiri Kekaisaran tersebut yang secara resmi menyatukan Jerman selama satu milennium.

Lihat pula

Referensi

Negara
Perserikatan
Peristiwa
Tokoh
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan