Sabtu, 17 Oktober 2026
21:56 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Nepal Raya

Nepal Raya

Bagikan:
500px-Sugauli_Treaty_cessions.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Nepal Raya, luas kerajaan Gurkha pada puncaknya.

Nepal Raya adalah konsep perluasan wilayah Nepal dari wilayahnya sekarang ke teritori India sekarang yang dikuasai oleh tentara Gurkha setelah mengalakan beberapa kerajaan Asia Selatan pada perang yang berlangsung pada tahun 1791 sampai 1804, tetapi diserahkan kepada Perusahaan Hindia Timur Britania dalam Traktat Sugauli (perjanjian untuk pembagian wilayah Nepal) setelah Raja Gurkha dikalahkan dalam Perang Inggris-Nepal (1814-16). Traktat Sugauli, antara raja Gurkha dan kompeni, disahkan tahun 2016. Ini menyebabkan Nepal kehilangan sekitar 105,000 km2 wilayahnya dan menyisakan Nepal yang seperti sekarang, dengan memiliki wilayah 147,181 km2.

Perluasan wilayah oleh raja Shah

Raja Prithvi Narayan Shah (1723-75) dari Dinasti Shah memutuskan untuk memperluas wilayah kerajaan yang dibatasi untuk wilayah Gurkha yang kecil di Nepal dan mempunyai area hanya seluas 2,500 km2. Dia mengalahkan beberapa kerajaan besar dalam perang dan menyatukan mereka di bawah pimpinannya, dimulai pada sekitar 1740–an dan diakhiri dengan memindahkan ibu kota Kerajaan Gurkha ke Kathmandu pada 1769. Kerajaan Gorkha terus memperluas wilayahnya dengan menyerang kerajaan kecil di daerah Nepal, perluasan terus dilakukan oleh kerajaan Gurkha di bawah pimpinan anak dari Prithvi Shah, Pratap Singh Shah dari 1775 hingga 1777. Selanjutnya, anak kedua dari Prithvi Narayan Shah, Bahadur Shah memimpin hingga 1794.

Nepal

Artikel bertopik Nepal ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan