Sabtu, 31 Oktober 2026
18:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Iredentisme Rusia

Iredentisme Rusia

Bagikan:
500px-Rus1500-1900.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ekspansi Rusia 1500–1800

Iredentisme Rusia dulunya merujuk kepada gerakan iredentis Kekaisaran Rusia dari abad ke-16 sampai 1990an. Ini meliputi perluasan wilayah ke kawasan timur, menuju Siberia, yang berujung pada penaklukannya oleh Rusia, selain juga ke selatan, di kawasan Kaukasus dan Asia tengah, yang berujung pada penaklukan Kaukasus oleh Rusia, penaklukan Turkestan oleh Rusia dan penaklukan Uzbekistan oleh Rusia.

Pada April 2014, Komite Helsinki Kroasia mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang "agresi Rusia Raya melawan Ukraina", membandingkannya dengan rencana Slobodan Milosevic untuk membuat Serbia Raya dalam Perang Yugoslavia pada 1990an.[1]

Referensi

  1. ↑ "HHO: U Ukrajini se ponavlja ono što smo vidjeli u bivšoj Jugoslaviji [HHO: Repeat of what we saw in ex-Yugoslavia in Ukraine]" (dalam bahasa Croatian). Slobodna Dalmacija. 29 April 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikhtisar
Pendahuluan
Latar belakang
Hubungan
Luar negeri
Tokoh kunci
Ukraina
Rusia
Lainnya
Ukraina
selatan
Ukraina
timur
Ukraina
utara
Serangan
militer
Perlawanan
Perlawanan Ukraina
Rusia dan Belarus
Pendudukan Rusia
Kejahatan perang
Serangan sipil
Reaksi
Publik
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan