Kamis, 29 Oktober 2026
14:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Konstitusi Jerman Utara

Bagikan:

Konstitusi Jerman Utara, Hukum Dasar Negara Jerman Utara atau Undang-Undang Negara Jerman Utara adalah sebuah konstitusi dari Konfederasi Jerman Utara, yang ada dari 1867 sampai 1871. Konstitusi Kekaisaran Jerman (1871) sangat dijadikan dasar pada konstitusi tersebut.

Reichstag pertama, parlemen dari konfederasi tersebut, dipilih pada 12 Februari 1867. Pada 16 April, hukum tersebut dijadikan konstitusi, yang secara esensial ditulis oleh Otto von Bismarck, menteri-presiden Prusia dan Bundeskanzler (menteri tunggal) pertama dari konfederasi tersebut. Para liberalis Jerman Utara mendapatkan pengaruh mereka dari konstitusi tersebut.

Menurut konstitusi tersebut, bagian tertinggi dari konfederasi tersebut adalah Bundesrat (Dewan Federal). Konstitusi tersebut mewakili pemerintahan negara-negara bagian Jerman Utara. Prussia mendapatkan 17 dari 43 suara dalam dewan tersebut, memberikannya hak veto. Menurut konstitusi, Raja Prusia (William I), adalah Presiden dewan dan juga konfederasi.

Setelah Perang Prancis–Prusia pada 1870/1871, negara-negara Jerman selatan yakni Baden, Bavaria dan Württemberg bergabung dengan konfederasi tersebut. Negara tersebut berganti nama menjadi Deutsches Reich (Kekaisaran Jerman), dan konstitusi dari konfederasi tersebut, dengan perubahan kecil, menjadi Konstitusi Kekaisaran Jerman.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan