Senin, 12 Oktober 2026
13:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Permasalahan Jerman

Permasalahan Jerman

Bagikan:
500px-Map-GermanConfederation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Eropa Tengah pada sekitar tahun 1820 yang memperlihatkan Kerajaan Prusia (biru), Kekaisaran Austria (kuning) dan negara-negara Jerman merdeka (abu-abu). Garis merah menandai perbatasan dari Konfederasi Jerman;sebagai catatan bahwa Prusia dan Austria menguasai lahan-lahan non-Konfederasi.

Permasalahan Jerman adalah sebuah perdebatan pada abad ke-19, khususnya saat Revolusi 1848, tentang cara terbaik untuk melaksanakan Penyatuan Jerman.[1] Dari 1815–1866, sekitar 37 negara pemakai bahasa Jerman merdeka yang berada dalam Konfederasi Jerman. Großdeutsche Lösung ("Solusi Jerman Besar") adalah usulan penyatuan seluruh orang-orang pemakai bahasa Jerman dalam satu negara, dan ditawarkan oleh Kekaisaran Austria dan para pendukungnya. Kleindeutsche Lösung ("Solusi Jerman Kecil") mengusulkan hanya menyatukan negara-negara Jerman utara dan tidak meliputi Austria; perencanaan tersebut diusulkan oleh Kerajaan Prusia.

Solusi-solusi tersebut juga disebut dengan nama-nama negara yang mereka rencanakan untuk dibuat, Kleindeutschland dan Großdeutschland ("Jerman Kecil" dan "Jerman Besar"). Kedua gerakan tersebut adalah bagian dari perkembangan nasionalisme Jerman serta memberikan dampak yang sama pada masa tersebut terhadap pendirian sebuah negara yang disatukan berdasarkan pada bahasa dan etnisitas umumnya, seperti penyatuan Italia oleh Wangsa Savoy dan revolusi Serbia untuk kemerdekaan.

Latar belakang

Pada 6 Agustus 1806, Kaisar Franz II dari Habsburg memegang tahta Kekaisaran Romawi Suci pada saat Peperangan Napoleon dengan Prancis, yang mengakhiri Kekaisaran tersebut yang secara resmi menyatukan Jerman selama satu milennium.

Lihat pula

Referensi

Negara
Perserikatan
Peristiwa
Tokoh
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan