Senin, 21 September 2026
07:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pengeboman Chongqing

Pengeboman Chongqing

Pengeboman Chongqing
Bagian dari periode antarperang, Perang Tiongkok–Jepang Kedua dan Teater Pasifik Perang Dunia II
ChongqingBombing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kota selama pengeboman, 1940
Tanggal18 Februari 1938 – 19 Desember 1944
(6 tahun, 10 bulan dan 1 hari)
LokasiChongqing, Republik Tiongkok
29°28′53″N 106°56′18″E / 29.4814°N 106.9382°E / 29.4814; 106.9382
Pihak terlibat
Tiongkok Jepang
Tokoh dan pemimpin
Pasukan
Batalyon Artileri Antipesawat ke-41 dan ke-42
Angkatan Udara Nasionalis
Kelompok Sukarelawan Soviet (ditempatkan pada Oktober 1938 – Desember 1939)
Kekaisaran Jepang Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
Kekaisaran Jepang Pasukan Udara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
Korban
Lebih dari 100 pesawat tempur dan pesawat lainnya, awak pesawat, serta banyak lagi awak darat yang tewas (data tidak lengkap) Puluhan hingga lebih dari 100 pesawat pengebom dan pesawat pengintai-serang/tempur ditembak jatuh; ratusan awak pesawat hilang, beberapa ditangkap hidup-hidup (data tidak lengkap)
Lebih dari 30.000 korban sipil termasuk lebih dari 10.000 kematian, lebih dari 30.000 bangunan dan sebagian besar pusat kota hancur; kerugian harta benda mencapai 10 miliar franc
Peristiwa besar ditebalkan
Dimulai tahun 1931–1937
Dimulai tahun 1937–1939
Dimulai tahun 1940–1942
Dimulai tahun 1943–1945
Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua

Pengeboman Chongqing (Hanzi sederhana:重庆大轰炸; Hanzi tradisional:重慶大轟炸, bahasa Jepang:重慶爆撃) dari tanggal 18 Februari 1938 hingga 19 Desember 1944, adalah serangkaian operasi pengeboman teror besar-besaran yang disetujui oleh Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang dan dilaksanakan oleh Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang (IJAAF) dan Pasukan Udara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJNAF). Perlawanan dilancarkan oleh Angkatan Udara Tiongkok dan unit artileri anti-pesawat Angkatan Darat Revolusioner Nasional dalam upaya mempertahankan ibu kota sementara perang Chongqing dan target-target lain di Sichuan.

Menurut data yang tidak lengkap, total 268 serangan udara dilancarkan terhadap Chongqing, dengan jumlah pesawat pengebom yang terlibat dalam setiap serangan berkisar antara puluhan hingga lebih dari 150 pesawat. Serangan-serangan ini kemungkinan bertujuan untuk menakut-nakuti pemerintah Tiongkok, atau sebagai bagian dari rencana invasi Jepang ke Sichuan yang pada akhirnya tidak pernah terjadi.

Serangan

250px-Casualties_of_a_mass_panic_-_Chungking%2C_China.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Korban tewas dalam kericuhan saat serangan udara Jepang di Chongqing pada tahun 1941.

Dalam dua hari pertama kampanye, serangan pada bulan Mei 1939 menewaskan lebih dari lima ribu warga sipil Tiongkok.[1]

Dua bulan kemudian, setelah puluhan ribu kematian, sebagai pembalasan atas pengeboman api, Amerika Serikat melakukan embargo ekspor suku cadang pesawat ke Jepang, sehingga menjatuhkan sanksi ekonomi pertamanya terhadap negara tersebut.[1]

Pada 5 Juni 1941, Jepang menerbangkan lebih dari 20 serangan mendadak, mengebom kota selama tiga jam. Sekitar 4.000 penduduk yang bersembunyi di sebuah terowongan mengalami kekurangan oksigen.[2]

Sebagian besar serangan yang dilancarkan terhadap Chongqing dilaksanakan melalui skuadron pengembom menengah-berat yang terdiri dari Mitsubishi G3M, dikenal sebagai "Nells" (menurut kode nama Sekutu), Ki-21 "Sallys", Fiat BR.20 Cicognas ("Ruths"), dan Kawasaki Ki-48 "Lilys", meskipun menjelang Perang Tiongkok-Jepang Kedua/Perang Dunia II, Mitsubishi G4M "Bettys", Ki-67 "Peggys", Nakajima Ki-49 "Helens", Yokosuka P1Y "Frances" juga ditempatkan. Karena pengurangan pesawat terbang yang mengkhawatirkan dan pilot veteran Angkatan Udara Tiongkok yang awalnya dilengkapi dengan dengan sebagian besar pesawat buatan AS dan pelatihan pada saat pecahnya perang tahun 1937 (dan pelatihan dengan instruktur angkatan udara Italia), Angkatan Udara Tiongkok semakin mengandalkan bantuan Uni Soviet selama penarikan mundur pasukan dan pertahanan Wuhan pada tahun 1938 dan selanjutnya penarikan mundur pasukan dan pertahanan Chungking tahun 1939-1941; para pilot Tiongkok umumnya menerbangkan seri pesawat tempur-kejar Polikarpov I-16 dan I-15 untuk pertahanan Chongqing dan Chengdu.[3][4] Dikenalkannya pesawat tempur zero-sen pada tahun 1940, pesawat tempur produksi paling maju saat itu, hampir memastikan superioritas udara total Jepang.

Referensi

  1. 1 2 Herbert Bix (2001). Hirohito and the Making of Modern Japan., p.364
  2. Don Moser (1978). China-Burma-India. Time-Life., pp.11, 8
  3. surfcity.kund.dalnet.se/sino-japanese-1939.htm
  4. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-10. Diakses tanggal 2017-11-10.

Pranala luar

Aomori ·Augsburg · Baedeker Raids · Belfast · Belgrade · Berlin · Birmingham · Braunschweig · Breslau · Bristol · Bukares · Budapest · Caen (Operasi Charnwood) · Cardiff · Chemnitz · Chişinău · Chongqing · Clydebank · Cologne · Coventry · Danzig · Darmstadt · Darwin  · Dresden  · Obersalzberg · Dublin  · Duisburg · Düsseldorf · Essen · Frampol · Frankfurt · Frascati · Fukui ·Fukuoka · Fukuyama · Gelsenkirchen · Glasgow · Gifu · Greenock  ·Guangzhou · Haifa  · Hamburg · Hamm · Hanau · Heilbronn · Helsinki · Hildesheim · Hiroshima · Innsbruck · Kaiserslautern · Kassel · Kobe · Königsberg · Kure ·Liverpool · London · Lübeck · Mainz · Malta · Manchester · Manila · Mannheim · Minsk · Mito · München · Nagaoka · Nagasaki · Naples ·Nuremberg · Omuta · Osaka · Peenemünde · Pforzheim ·Ploiesti · Plymouth · Podgorica · Praha · Rabaul · Remscheid · Rome · Rothenburg ob der Tauber · Rotterdam · Saarbrücken · Salzburg · Schaffhausen · Schwäbisch Hall · Schweinfurt · Sendai · Sheffield · Sofia · Southampton · Stalingrad · Stettin · Stuttgart · Swansea · Taipei · Tallinn  · Tel Aviv  · Thessaloníki · Tokyo · Toyama  · Treviso · Tsu · Ujiyamada · Ulm · Vienna · Warsawa · Wesel · Wieluń · Wuppertal · Würzburg
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan