Jumat, 30 Oktober 2026
03:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang Laplandia

Perang Laplandia

perang tahun 1944–1945 antara Finlandia dan Jerman

Bagikan:
Perang Laplandia
Bagian dari Perang Dunia II
330px-German_withdrawal_from_Finland_1944_and_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jerman mundur dari Finlandia
Tanggal1 Oktober 1944 – 25 April 1945
Lokasi
Hasil Jerman mundur
Pihak yang terlibat
Jerman Jerman Finlandia Finlandia
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Jerman Lothar Rendulic Jerman Matthias Krautler

Jerman August Krakau

Finlandia Hjalmar Siilasvuo Finlandia Aaro Pajari

Finlandia Ruben Lagus
Kekuatan
214.000[1] 75.000[2]
Korban jiwa dan kerugian
4.300–4.500 tewas[1]
2.300 terluka
1,300 ditangkap
2.872 tewas atau hilang[2]
3.000 terluka

Perang Laplandia (Finlandia: Lapin sota) adalah pertempuran antara Finlandia dan Jerman Nazi antara September 1944 hingga April 1945 di provinsi paling utara Finlandia, Provinsi Laplandia. Finlandia menganggap konflik ini sebagai konflik terpisah seperti Perang Kontinuasi, sementara Jerman menganggap perang ini sebagai bagian dari Front Timur Perang Dunia II. Tentara Jerman mundur ke Norwegia dan Finlandia tetap dapat menegakkan janjinya kepada Uni Soviet.

Referensi

  1. 1 2 Elfvengren, Eero (2005). "Lapin sota ja sen tuhot". Dalam Leskinen, Jari; Juutilainen, Antti (ed.). Jatkosodan pikkujättiläinen (dalam bahasa Finnish) (Edisi 1st). Werner Söderström Osakeyhtiö. hlm. 1124–1149. ISBN 951-0-28690-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. 1 2 Kurenmaa, Pekka; Lentilä, Riitta (2005). "Sodan tappiot". Dalam Leskinen, Jari; Juutilainen, Antti (ed.). Jatkosodan pikkujättiläinen (dalam bahasa Finnish) (Edisi 1st). Werner Söderström Osakeyhtiö. hlm. 1150–1162. ISBN 951-0-28690-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan