Selasa, 13 Oktober 2026
17:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Kantokuen

Kantokuen

Bagikan:
Kantokuen
Bagian dari Perang Pasifik Perang Dunia II
330px-KantokuenWikiMap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah peta yang menguraikan gerakan ofensif awal Jepang terhadap Uni Soviet, dengan tujuan akhir adalah garis yang membentang di sepanjang lereng barat Khingan Raya
Lingkup operasiStrategis
LokasiManchuria, Mongolia, Uni Soviet
DirencanakanSeptember 1941[1]
PerencanaMarkas Besar Kekaisaran Jepang
TujuanPendudukan di Timur Jauh Uni Soviet
HasilDibatalkan pada 9 Agustus 1941
Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua

Kantokuen (bahasa Jepang:関特演, dari 関東軍特種演習, Kantōgun Tokushu Enshū, "Manuver Khusus Tentara Kwantung"[2]) adalah rencana yang disusun oleh Staf Khusus Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang mengusulkan pendudukan wilayah timur jauh Uni Soviet dengan memanfaatkan meletusnya Perang Soviet-Jerman pada Juni 1941. Rencana ini diterima sebagian oleh Kaisar Hirohito pada 7 Juli dan terdiri dari serangan-serangan bertahan tiga yang dimaksudkan untuk mengisolir dan menghancurkan pasukan Soviet dalam waktu maksimal setengah tahun.[3] Namun, pada saat yang sama Jepang sedang mempersiapkan rencana serangan ke Asia Tenggara dan masih disibukkan oleh Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Prospek kemenangan Jerman juga semakin menipis, sehingga Kantokuen tidak lagi didukung oleh Markas Umum Kekaisaran dan pada akhirnya dibatalkan setelah diberlakukannya sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat pada akhir Juli dan awal Agustus 1941.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Coox hlm. 1045
  2. ↑ Coox hlm. 1041
  3. ↑ Cherevko hlm. 27
  4. ↑ Coox hlm. 1046-1049

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan