Jumat, 06 November 2026
14:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Operasi Zipper

Operasi Zipper

Bagikan:
Operasi Zipper
Bagian dari Perang Dunia Kedua
330px-Japanese_surrender_Penang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laksamana Muda Jisaku Uozumi menandatangani dokumen kapitulasi di atas kapal HMS Nelson pada 2 September 1945.[1]
Tanggal28 Agustus – 2 September 1945
Lokasi
Hasil

Kemenangan Sekutu tanpa perlawanan

Pihak yang terlibat

 Kekaisaran Britania:

 Kekaisaran Jepang:

Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Harold Walker[3]
Britania Raya Ouvry Roberts
Kekaisaran Jepang Jisaku Uozumi  (POW)
Kekuatan
42,651 infanteri[4]
2 escort carriers
1 kapal tempur
1 light cruiser
3 destroyers
3 troopships[5]
26,000 infanteri[6]
Korban jiwa dan kerugian
Tidak ada 26,000 ditangkap
Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua

Operasi Zipper adalah sebuah operasi militer yang direncanakan oleh Britania Raya untuk menaklukkan Pelabuhan Swettenham atau Pelabuhan Dickson di semenanjung Malaya selama Perang Dunia II. Tujuan utama dari Operasi Zipper ialah mengawali upaya penaklukan kembali atas Singapura yang dikuasai oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Namun Operasi Zipper tidak pernah terlaksana karena perang di kawasan Asia Pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang.

Referensi

  1. ↑ "After some delay, and a failure to attend an earlier meeting, the Japanese local commander, Rear Admiral Jisaku Uzumi, came aboard HMS Nelson on the evening of 2 September, wearing the DSC he had earned as Britain's ally in the 1914-18 war, and surrendered the garrison. He fainted and was rushed to hospital; the military policemen who carried him there took his sword as a souvenir." Bayly & Harper, page 49
  2. ↑ Operation Zipper: The Invasion of Malaya, August 1945, diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-28, diakses tanggal 2015-12-07
  3. ↑ Sir Harold Thomas Coulthard Walker, RN
  4. ↑ 46 Indian Beach Group, Morib
  5. ↑ HMS NELSON - Nelson-class 16in gun Battleship
  6. ↑ "The real Japanese surrender" (PDF). The Sunday Times. 2005-09-04. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-01-19. Diakses tanggal 2009-12-09.

Daftar pustaka

  • Bose, Romen, "The End of the War: Singapore's Liberation and the aftermath of the Second World War", Marshall Cavendish, Singapore, 2005
  • Christopher Bayly & Tim Harper, "Forgotten Wars: Freedom And Revolution in Southeast Asia", Penguin Group, United Kingdom, 2006, ISBN 978-0-674-02153-2, ISBN 0-674-02153-3
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan