Selasa, 22 September 2026
08:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Operasi Zipper

Operasi Zipper

Operasi Zipper
Bagian dari Perang Dunia Kedua
330px-Japanese_surrender_Penang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Laksamana Muda Jisaku Uozumi menandatangani dokumen kapitulasi di atas kapal HMS Nelson pada 2 September 1945.[1]
Tanggal28 Agustus – 2 September 1945
LokasiPenang, Malaya
Hasil

Kemenangan Sekutu tanpa perlawanan

Pihak terlibat

 Kekaisaran Britania:

 Kekaisaran Jepang:

Tokoh dan pemimpin
Britania Raya Harold Walker[3]
Britania Raya Ouvry Roberts
Kekaisaran Jepang Jisaku Uozumi  (POW)
Kekuatan
42,651 infanteri[4]
2 escort carriers
1 kapal tempur
1 light cruiser
3 destroyers
3 troopships[5]
26,000 infanteri[6]
Korban
Tidak ada 26,000 ditangkap
Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua

Operasi Zipper adalah sebuah operasi militer yang direncanakan oleh Britania Raya untuk menaklukkan Pelabuhan Swettenham atau Pelabuhan Dickson di semenanjung Malaya selama Perang Dunia II. Tujuan utama dari Operasi Zipper ialah mengawali upaya penaklukan kembali atas Singapura yang dikuasai oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Namun Operasi Zipper tidak pernah terlaksana karena perang di kawasan Asia Pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang.

Referensi

  1. "After some delay, and a failure to attend an earlier meeting, the Japanese local commander, Rear Admiral Jisaku Uzumi, came aboard HMS Nelson on the evening of 2 September, wearing the DSC he had earned as Britain's ally in the 1914-18 war, and surrendered the garrison. He fainted and was rushed to hospital; the military policemen who carried him there took his sword as a souvenir." Bayly & Harper, page 49
  2. Operation Zipper: The Invasion of Malaya, August 1945, diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-28, diakses tanggal 2015-12-07
  3. Sir Harold Thomas Coulthard Walker, RN
  4. 46 Indian Beach Group, Morib
  5. HMS NELSON - Nelson-class 16in gun Battleship
  6. "The real Japanese surrender" (PDF). The Sunday Times. 2005-09-04. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-01-19. Diakses tanggal 2009-12-09.

Daftar pustaka

  • Bose, Romen, "The End of the War: Singapore's Liberation and the aftermath of the Second World War", Marshall Cavendish, Singapore, 2005
  • Christopher Bayly & Tim Harper, "Forgotten Wars: Freedom And Revolution in Southeast Asia", Penguin Group, United Kingdom, 2006, ISBN 978-0-674-02153-2, ISBN 0-674-02153-3
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan