Selasa, 03 November 2026
13:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Invasi Indochina Prancis

Invasi Indochina Prancis

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Invasi Indochina Prancis
Bagian dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua dan Perang Dunia II
330px-Japanese_advance_to_Lang_Son1940.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tentara Kekaisaran Jepang maju ke Lang Son, Indochina Prancis pada bulan September 1940.
TanggalSeptember 1940
Lokasi
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak yang terlibat
Jepang Kekaisaran Jepang Prancis Prancis Vichy
*Prancis Indochina Prancis
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Jepang Akihito Nakamura
Jepang Takuma Nishimura
Prancis Maurice Martin
Kekuatan
34.000 orang 2.000 orang
Korban jiwa dan kerugian
? 800

Invasi Indochina Prancis (仏印進駐, Futsu-in shinchū), juga disebut Ekspedisi Vietnam, adalah usaha oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua untuk melakukan blokade terhadap Tiongkok dan mencegahnya mengimpor senjata, bahan bakar, dan 10.000 ton material yang dipasok oleh Amerika Serikat melalui jalur kereta api Haiphong-Yunnan Fou.[1] Indochina Prancis akan membuat blokade Tiongkok lebih efektif.

Pada dasarnya, invasi Indochina Prancis juga merupakan konfrontasi militer singkat yang tidak diumumkan antara Jepang dan Prancis Vichy di sebelah utara Indochina Prancis. Pertempuran berlangsung dari 22 hingga 26 September 1940; waktu yang sama dengan Pertempuran Guangxi Selatan dalam Perang Cina-Jepang, yang menjadi alasan utama mengapa Jepang menduduki Vietnam pada masa itu.

Meskipun persetujuan berhasil diraih antara pemerintah Prancis dan Jepang sebelum pecahnya pertempuran, pihak berwajib tidak mampu mengendalikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan selama beberapa hari sebelum pasukan mundur. Sesuai kesepakatan sebelumnya, Jepang diizinkan untuk menduduki Tonkin di Indochina utara, yang secara efektif memblokade China.

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan