Kamis, 29 Oktober 2026
16:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pertempuran Madagaskar

Pertempuran Madagaskar

Bagikan:
Pertempuran Madagaskar
Bagian dari Perang Dunia II
250px-D%C3%A9barquement_%C3%A0_Tamatave.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tentara Britania mendarat di Tamatave pada Mei 1942.
Tanggal5 Mei – 6 November 1942
Lokasi
Hasil Kemenangan Sekutu
Perubahan
wilayah
Sekutu menduduki Madagaskar
Pihak yang terlibat

 Britania Raya 40px-Flag_of_South_Africa_%281928%E2%80%931994%2C_dark_colors%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Afrika Selatan

 Australia
Prancis Prancis Vichy
Jepang Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Robert Sturges Prancis Armand Léon Annet
Kekuatan
10.000-15.000 8.000[1]
Korban jiwa dan kerugian

107 terbunuh
280 terluka
108 tewas karena sakit[2]
1 kapal tempur rusak parah
1 tanker minyak tenggelam

Total:
620
152 terbunuh
500 terluka
(tidak termasuk yang tewas karena sakit)[2]
1.000 ditawan[3]
1 kapal selam cebol rusak
1 kapal selam cebol hilang di laut

Pertempuran Madagaskar adalah upaya sekutu untuk merebut Madagaskar yang dikuasai Prancis Vichy selama Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai pada 5 Mei 1942. Pertempuran ini berakhir pada 6 November.

Pertempuran ini diakibatkan oleh kemungkinan bahwa Jepang dapat menggunakan Madagaskar sebagai basis kapal selam untuk mengancam rute persediaan Sekutu.

Catatan kaki

  1. ↑ Rigge pp 103-04
  2. 1 2 Wessels 1996.
  3. ↑ Winston Churchill, Prime Minister (10 November 1942). "MADAGASCAR (OPERATIONS) HC Deb 10 November 1942 vol 383 cc2259-60". Parliamentary Debates (Hansard). House of Commons. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Mei 2014. {{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosongs: |deadurl=, |laydate=, |separator=, |laysource=, and |layurl=Pemeliharaan CS1: Postscript (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan