Jumat, 16 Oktober 2026
01:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Pertempuran Changsha (1941)

Pertempuran Changsha (1941)

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Tiga pertempuran di Changsha selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua, 1939, 1942 and 1944.
Pertempuran Changsha (1941)
Bagian dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua bagian dari Perang Pasifik
250px-Type_92_Heavy_Machine_Gun2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prajurit Jepang menembak dengan Senjata mesin berat tipe 92 di seberang Sungai Milo September 1941
Tanggal6 September – 8 Oktober 1941
Lokasi
Hasil Kemenangan Tiongkok
Pihak yang terlibat
 Angkatan Darat Tiongkok  Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
 Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Republik Tiongkok (1912–1949) Xue Yue Kekaisaran Jepang Korechika Anami
Kekuatan
110,000 group
(10 korps)
120,000+ Tentara, Angkatan Laut
Korban jiwa dan kerugian
tidak diketahui[1] 1,670 mati
5,184 luka
14 MIA[2]
Peristiwa besar ditebalkan
Dimulai tahun 1931–1937
Dimulai tahun 1937–1939
Dimulai tahun 1940–1942
Dimulai tahun 1943–1945

Pertempuran Changsha (6 September - 8 Oktober 1941) adalah usaha kedua Jepang merebut kota Changsha, Tiongkok, ibu kota Provinsi Hunan, sebagai bagian dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua.

Serangan dilakukan oleh lebih dari 120.000 tentara Jepang, termasuk dukungan pasukan angkatan laut dan udara. Pasukan Tiongkok di bawah komando Jenderal Xue Yue, pasukan Grup ke-9 merespon serangan di sepanjang jalan kota Changsha. Sepuluh tentara Tiongkok akhirnya mencapai Changsha, merebut kembali kota. Jepang menderita lebih dari 10.000 korban (tewas, terluka dan hilang).[3]

Pertempuran

Pertempuran dimulai ketika pasukan gerilya Tiongkok bentrok dengan Divisi 6 Jepang di tenggara pegunungan Yueyang pada 6 September. Pada tanggal 17, Jepang menyeberangi Sungai Xinqiang (新 墙 河) di empat titik dan menyeberangi Sungai Milo pada 19 September. Kekuatan utama Tiongkok dihindari dan menghadapi musuh dengan berbaris secara paralel, mengapit jejak Jepang ke selatan. Jepang juga berusaha untuk keluar dan mengelilingi Tiongkok. Hal ini menyebabkan kedua belah pihak, Tiongkok dan tentara Jepang, untuk mencapai Sungai Laotao (捞 刀 河). Pertempuran pun tak terelakkan.

Pada tanggal 17 September 1941, Pasukan Jepang menyeberangi Sungai Xinqiang, sebuah cabang sungai dari Sungai Yangtze, menuju gerbang kota Changsha, Tiongkok.

Pada tanggal 19 September 1941, Pasukan Jepang menyeberangi Sungai Milo menuju gerbang kota Changsha.

Pada tanggal 27 September 1941, Serangan dilakukan oleh lebih dari 120.000 tentara Jepang berpakaian preman, termasuk pasukan angkatan laut dan udara, mencapai gerbang utara kota Changsha tetapi tidak dapat menyabotase pertahanan kota.

Pada tanggal 28 September 1941, Pertempuran Kedua Changsha dimulai. Dan terjadi pertempuran sengit, tetapi pasukan Jepang tidak dapat mengatasi dan mulai mundur kembali ke wilayah Yueyang pada tanggal 30 September 1941. Saat itu, Pasukan Tiongkok di bawah komando Xue Yue menyatakan menang di Changsha pada Pertempuran Kedua Changsha setelah memaksa Jepang kembali ke wilayah Yueyang. Pasukan Jepang menderita lebih dari 10.000 korban (luka-luka, hilang, dan/atau mati) pada pertempuran ini.

Referensi

  1. ↑ Hsu Long-hsuen and Chang Ming-kai, History of The Sino-Japanese War (1937–1945) 2nd Ed.,1971. Translated by Wen Ha-hsiung, Chung Wu Publishing; 33, 140th Lane, Tung-hwa Street, Taipei, Taiwan Republic of China.
  2. ↑ 『香港・長沙作戦』、534頁。
  3. ↑ Second battle of Changsha

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan