Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
[[file:|x100px|center|Maskot pemilihan umum]] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
7 June 1999 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 462 dari 500 kursi Dewan Perwakilan Rakyat 232 kursi untuk meraih status mayoritas | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 117.738.682[1] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 92,99% ( | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1999 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 7 Juni 1999 untuk memilih 462 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 1999-2004.
Pemilihan Umum ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan setelah runtuhnya Orde Baru dan juga yang terakhir kalinya diikuti oleh Provinsi Timor Timur.
Pemilihan Umum ini diikuti oleh 48 partai politik, yang mencakup hampir semua spektrum arah politik (kecuali komunisme yang dilarang di Indonesia). Penentuan kursi dilakukan secara proporsional berdasarkan persentase suara nasional.
Pemilihan Umum ini seharusnya diselenggarakan pada tahun 2002, tetapi atas desakan publik untuk mengadakan reformasi serta mengganti anggota-anggota parlemen yang berkaitan dengan Orde Baru, maka pemilihan umum dipercepat dari tahun 2002 ke tahun 1999 oleh pemerintah waktu itu.
Pemilihan ini juga ditandai dengan maraknya aksi kerusuhan antar partai politik serta aksi perusakan peraga kampanye dan posko partai politik seperti kerusuhan pendukung PDI Perjuangan dan Golongan Karya di beberapa daerah serta Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa di beberapa daerah.[3][4][5]
Sistem pemilu
Sistem yang digunakan didasarkan pada sistem proporsional tertutup di tingkat provinsi. Di setiap provinsi, partai-partai diberikan kursi sebanding dengan porsi suara mereka. Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kursi terbanyak, yaitu 82, sementara yang terendah adalah Bengkulu dan Timor Timur dengan masing-masing empat kursi.[6]
Kampanye
Kampanye pemilihan resmi dimulai pada 19 Mei 1999 dan berakhir pada 4 Juni untuk memberikan dua 'hari istirahat' sebelum pemungutan suara itu sendiri. Kampanye dibagi menjadi tiga tahap, dengan partai-partai yang berbeda diizinkan untuk berkampanye pada hari yang berbeda.[7] Namun, sebelum kampanye, terjadi kekerasan antara pendukung partai-partai yang bersaing. Empat orang tewas dalam perkelahian antara pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Nasional (PKB) pada 1 Mei dan tiga orang lagi tewas dalam bentrokan antara pendukung Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 11 Mei.

Pada hari pertama kampanye, terjadi parade kendaraan partai di Jakarta Pusat. Kendaraan hias Golkar diserang dan rusak. Bundaran lalu lintas di depan Hotel Indonesia menjadi tempat populer untuk unjuk rasa. Bundaran lalu lintas di depan Hotel Indonesia menjadi tempat populer untuk unjuk rasa. [8][9][10]
Pemilihan umum anggota DPR
Peserta
Jumlah partai politik yang menjadi peserta Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999 sebanyak 48 partai.[11] Nama-namanya yaitu:
Hasil Pemilihan umum

| No. | Partai | Jumlah suara | Persentase | Jumlah kursi | Persentase |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan | 35.689.073 | 33,74% | 153 | 33,12% |
| 2 | Partai Golongan Karya | 23.741.749 | 22,44% | 120 | 25,97% |
| 3 | Partai Kebangkitan Bangsa | 13.336.982 | 12,61% | 51 | 11,03% |
| 4 | Partai Persatuan Pembangunan | 11.329.905 | 10,71% | 58 | 12,55% |
| 5 | Partai Amanat Nasional | 7.528.956 | 7,12% | 34 | 7,36% |
| 6 | Partai Bulan Bintang | 2.049.708 | 1,94% | 13 | 2,81% |
| 7 | Partai Keadilan | 1.436.565 | 1,36% | 7 | 1,51% |
| 8 | Partai Keadilan dan Persatuan | 1.065.686 | 1,01% | 4 | 0,87% |
| 9 | Partai Nahdlatul Ummat | 679.179 | 0,64% | 5 | 1,08% |
| 10 | Partai Persatuan | 655.052 | 0,62% | 1 | 0,22% |
| 11 | Partai Demokrasi Kasih Bangsa | 550.846 | 0,52% | 5 | 1,08% |
| 12 | Partai Politik Islam Indonesia Masyumi | 456.718 | 0,43% | 1 | 0,22% |
| 13 | Partai Daulat Rakyat | 427.854 | 0,40% | 1 | 0,22% |
| 14 | Partai Nasional Indonesia | 377.137 | 0,36% | 0 | 0,00% |
| 15 | Partai Syarikat Islam Indonesia | 375.920 | 0,36% | 1 | 0,22% |
| 16 | Partai Kristen Nasional Indonesia | 369.719 | 0,35% | 0 | 0,00% |
| 17 | Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis | 365.176 | 0,35% | 1 | 0,22% |
| 18 | Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia | 364.291 | 0,34% | 1 | 0,22% |
| 19 | Partai Demokrasi Indonesia | 345.720 | 0,33% | 2 | 0,43% |
| 20 | Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen | 345.629 | 0,33% | 1 | 0,22% |
| 21 | Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia | 328.654 | 0,31% | 1 | 0,22% |
| 22 | Partai Republik | 328.564 | 0,31% | 0 | 0,00% |
| 23 | Partai Kebangkitan Ummat | 300.064 | 0,28% | 1 | 0,22% |
| 24 | Partai Kebangkitan Muslim Indonesia | 289.489 | 0,27% | 0 | 0,00% |
| 25 | Partai Ummat Islam | 269.309 | 0,25% | 0 | 0,00% |
| 26 | Partai Katolik Demokrat | 216.675 | 0,20% | 1 | 0,22% |
| 27 | Partai Abul Yatama | 213.979 | 0,20% | 0 | 0,00% |
| 28 | Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong | 204.204 | 0,19% | 0 | 0,00% |
| 29 | Partai Indonesia Baru | 192.712 | 0,18% | 0 | 0,00% |
| 30 | Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia | 180.167 | 0,17% | 0 | 0,00% |
| 31 | Partai Cinta Damai | 168.087 | 0,16% | 0 | 0,00% |
| 32 | Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 | 152.820 | 0,14% | 0 | 0,00% |
| 33 | Partai Masyumi Baru | 152.589 | 0,14% | 0 | 0,00% |
| 34 | Partai Nasional Bangsa Indonesia | 149.136 | 0,14% | 0 | 0,00% |
| 35 | Partai Uni Demokrasi Indonesia | 140.980 | 0,13% | 0 | 0,00% |
| 36 | Partai Buruh Nasional | 111.629 | 0,11 | 0 | 0,00% |
| 37 | Partai Kebangsaan Merdeka | 104.385 | 0,10% | 0 | 0,00% |
| 38 | Partai Nasional Demokrat | 96.984 | 0,09% | 0 | 0,00% |
| 39 | Partai Aliansi Demokrat Indonesia | 85.838 | 0,08% | 0 | 0,00% |
| 40 | Partai Rakyat Demokratik | 78.730 | 0,07% | 0 | 0,00% |
| 41 | Partai Pekerja Indonesia | 63.934 | 0,06% | 0 | 0,00% |
| 42 | Partai Islam Demokrat | 62.901 | 0,06% | 0 | 0,00% |
| 43 | Partai Musyawarah Rakyat Banyak | 62.006 | 0,06% | 0 | 0,00% |
| 44 | Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia | 61.105 | 0,06% | 0 | 0,00% |
| 45 | Partai Rakyat Indonesia | 54.790 | 0,05% | 0 | 0,00% |
| 46 | Partai Ummat Muslimin Indonesia | 49.839 | 0,05% | 0 | 0,00% |
| 47 | Partai Solidaritas Pekerja | 49.807 | 0,05% | 0 | 0,00% |
| 48 | Partai Pilihan Rakyat | 40.517 | 0,04% | 0 | 0,00% |
| Jumlah | 105.731.110 | 100,00% | 462 | 100,00% | |
Persebaran suara partai
Pemilihan presiden 1999
Pada bulan Oktober 1999, sekitar 4 bulan setelah pemilu legislatif, Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam sidang umum 1999 memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk masa bakti 1999-2004 melalui pemungutan suara. Pemilihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada tanggal 20 Oktober 1999 untuk memilih Presiden Republik Indonesia dan tanggal 21 Oktober 1999 untuk memilih Wakil Presiden Republik Indonesia. Pemilihan ini menghasilkan pasangan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri yang masing-masing dilantik secara langsung pada tanggal pemungutan suara.[12]
Referensi
- ↑ STATISTIK POLITIK 2008. Badan Pusat Statistik. 30 Desember 2010. hlm. 48.
- ↑ "Peserta Pemilu dan Partisipasi Pemilih". Kompas. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
- ↑ Administrator (4 Mei 1999). "PPP-PKB Bentrok, Enam Tewas". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Astuti, Puji (2001). ""TRAGEDI POLITIK DONGOS JEPARA 30 APRIL 1999 : UPAYA PENGUNGKAPAN LATAR BELAKANG DAN AKAR PERSOALAN"". eprints.undip.ac.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Abdulsalam, Husein. "Pemilu 1999: Parpol Islam dan Nasionalis Berlaga tanpa Komunis". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Pemilu Indonesia dalam angka dan fakta tahun 1955-1999. Biro Humas Komisi Pemilihan Umum. 2000. hlm. 188.
- ↑ Kompas 29 April 1999 p40
- ↑ Kompas 20 Mei 1999
- ↑ Kompas 24 May 1999
- ↑ Kompas 1 June 1999
- ↑ Madjowa, Verrianto (Januari 2015). Pemilu Gorontalo 1955-2014 (PDF). Depok: Banana & Perludem. hlm. 3. ISBN 978-979-1079-47-1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 Juli 2023. Diakses tanggal 24 Mei 2023.
- ↑ "Abdurrahman Wahid dilantik sebagai Presiden Indonesia ke-4". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2022. Diakses tanggal 23 Oktober 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Bacaan lanjutan
- Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Suryadinata, Leo (2005). Emerging Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 981-230-323-5.
- King, Dwight Y. (2003). Half-Hearted Reform: Electoral Institutions and the Struggle for Democracy in Indonesia (2024 Online Version) (dalam bahasa Inggris). Wesport, Conn: Praeger. ISBN 978-0-2759-7942-3.
|
Pemilihan di Indonesia | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Umum |
| ||||||||
| Lokal |
| ||||||||
| Lainnya | |||||||||
| Keluarga |
| |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Almameter | ||||||||||
| Masa Kekuasaan | ||||||||||
| Setelah kekuasaan | ||||||||||
← Didahului: Soeharto
Digantikan: Abdurrahman Wahid → | ||||||||||









