Rabu, 21 Oktober 2026
02:09 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999

Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999

Pemilihan Umum Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 1999

Bagikan:
Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999
Logo pemilihan umum
Logo pemilihan umum
[[file:|x100px|center|Maskot pemilihan umum]]
7 June 1999
462 dari 500 kursi Dewan Perwakilan Rakyat
232 kursi untuk meraih status mayoritas
Pemilih terdaftar117.738.682[1]
Kehadiran pemilih92,99% (Kenaikan 2.41pp)[2]
Kandidat
  Partai pertama Partai kedua Partai ketiga
 
250px-Vice_President_Megawati_Sukarnoputri_-_Indonesia_%283x4_cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Akbar_Tandjung%2C_Buku_Kenangan_Anggota_Dewan_Perwakilan_Rakyat_Republik_Indonesia_1999-2004%2C_pIII.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Official_Portrait_of_Matori_Abdul_Djalil_%281999%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua Megawati Sukarnoputri Akbar Tanjung Matori Abdul Djalil
Partai PDI-P Golkar PKB
Kursi ketua Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah
Pemilu sebelumnya Partai baru 325 kursi Partai baru
Kursi yang dimenangkan 153 120 51
Perubahan kursi Baru Penurunan205 Baru
Suara rakyat 35.689.073 23.741.749 11.336.982
Persentase 33,76% 22,46% 12,62%
Swing Baru Penurunan 50,05pp Baru
  Partai keempat Partai kelima Partai keenam
 
250px-Hamzah_Haz%2C_Buku_Kenangan_Anggota_Dewan_Perwakilan_Rakyat_Republik_Indonesia_1999-2004%2C_p38.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amien_Rais.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
KPN_Yusril_Ihza_Mahendra.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ketua Hamzah Haz Amien Rais Yusril Ihza Mahendra
Partai PPP PAN PBB
Kursi ketua DKI Jakarta DKI Jakarta Jawa Barat
Pemilu sebelumnya 89 kursi Partai baru Partai baru
Kursi yang dimenangkan 58 34 13
Perubahan kursi Penurunan 31 Baru Baru
Suara rakyat 11.329.905 7.528.956 2.049.708
Persentase 10,71% 7,12% 1,94%
Swing Penurunan 11,72pp Baru Baru
  Partai ketujuh Partai kedelapan Partai kesembilan
 
250px-Didin_Hafidhuddin%2C_Ketua_Baznas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Edi_Sudradjat_as_Minister_of_Defense_and_Security_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua Didin Hafidhuddin Edi Sudrajat Syukron Ma'mun
Partai Partai Keadilan Partai Keadilan dan Persatuan PNU
Kursi ketua Tidak mengikuti kontestasi Tidak mengikuti konstestasi Tidak mengikuti kontestasi
Pemilu sebelumnya Partai baru Partai baru Partai baru
Kursi yang dimenangkan 7 4 5
Perubahan kursi Baru Baru Baru
Suara rakyat 1.436.565 1.065.686 679.179
Persentase 1,36% 1,01% 0,6%
Swing Baru Baru Baru
Peta persebaran suara
500px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_province.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailPeta peraihan suara dan kursi di setiap daerah pemilihan tingkat I setingkat provinsi
500px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailPeta peraihan suara dan kursi di setiap daerah pemilihan tingkat II setingkat kota/kabupaten
Kepemimpinan petahana
MPR & DPR: Harmoko (Golkar)
Kepemimpinan baru

MPR: Amien Rais (PAN)
DPR: Akbar Tanjung (Golkar)

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1999 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 7 Juni 1999 untuk memilih 462 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 1999-2004.

Pemilihan Umum ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan setelah runtuhnya Orde Baru dan juga yang terakhir kalinya diikuti oleh Provinsi Timor Timur.

Pemilihan Umum ini diikuti oleh 48 partai politik, yang mencakup hampir semua spektrum arah politik (kecuali komunisme yang dilarang di Indonesia). Penentuan kursi dilakukan secara proporsional berdasarkan persentase suara nasional.

Pemilihan Umum ini seharusnya diselenggarakan pada tahun 2002, tetapi atas desakan publik untuk mengadakan reformasi serta mengganti anggota-anggota parlemen yang berkaitan dengan Orde Baru, maka pemilihan umum dipercepat dari tahun 2002 ke tahun 1999 oleh pemerintah waktu itu.

Pemilihan ini juga ditandai dengan maraknya aksi kerusuhan antar partai politik serta aksi perusakan peraga kampanye dan posko partai politik seperti kerusuhan pendukung PDI Perjuangan dan Golongan Karya di beberapa daerah serta Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa di beberapa daerah.[3][4][5]

Sistem pemilu

Sistem yang digunakan didasarkan pada sistem proporsional tertutup di tingkat provinsi. Di setiap provinsi, partai-partai diberikan kursi sebanding dengan porsi suara mereka. Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kursi terbanyak, yaitu 82, sementara yang terendah adalah Bengkulu dan Timor Timur dengan masing-masing empat kursi.[6]

Kampanye

Kampanye pemilihan resmi dimulai pada 19 Mei 1999 dan berakhir pada 4 Juni untuk memberikan dua 'hari istirahat' sebelum pemungutan suara itu sendiri. Kampanye dibagi menjadi tiga tahap, dengan partai-partai yang berbeda diizinkan untuk berkampanye pada hari yang berbeda.[7] Namun, sebelum kampanye, terjadi kekerasan antara pendukung partai-partai yang bersaing. Empat orang tewas dalam perkelahian antara pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Nasional (PKB) pada 1 Mei dan tiga orang lagi tewas dalam bentrokan antara pendukung Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 11 Mei.

250px-Indonesian_Democratic_Party_of_Struggle%2C_1999.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penunjuk rasa di Monumen Selamat Datang selama masa kampanye berlangsung.

Pada hari pertama kampanye, terjadi parade kendaraan partai di Jakarta Pusat. Kendaraan hias Golkar diserang dan rusak. Bundaran lalu lintas di depan Hotel Indonesia menjadi tempat populer untuk unjuk rasa. Bundaran lalu lintas di depan Hotel Indonesia menjadi tempat populer untuk unjuk rasa. [8][9][10]

Pemilihan umum anggota DPR

Peserta

Jumlah partai politik yang menjadi peserta Pemilihan umum legislatif Indonesia 1999 sebanyak 48 partai.[11] Nama-namanya yaitu:

No. urut Nama partai
1 Partai Indonesia Baru
2 Partai Kristen Nasional Indonesia
3 Partai Nasional Indonesia
4 Partai Aliansi Demokrat Indonesia
5 Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
6 Partai Ummat Islam
7 Partai Kebangkitan Ummat
8 Partai Masyumi Baru
9 Partai Persatuan Pembangunan
10 Partai Syarikat Islam Indonesia
11 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
12 Partai Abul Yatama
13 Partai Kebangsaan Merdeka
14 Partai Demokrasi Kasih Bangsa
15 Partai Amanat Nasional
16 Partai Rakyat Demokratik
17 Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
18 Partai Katolik Demokrat
19 Partai Pilihan Rakyat
20 Partai Rakyat Indonesia
21 Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
22 Partai Bulan Bintang
23 Partai Solidaritas Pekerja
24 Partai Keadilan
No. urut Nama partai
25 Partai Nahdlatul Ummat
26 Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
27 Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
28 Partai Republik
29 Partai Islam Demokrat
30 Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
31 Partai Musyawarah Rakyat Banyak
32 Partai Demokrasi Indonesia
33 Partai Golongan Karya
34 Partai Persatuan
35 Partai Kebangkitan Bangsa
36 Partai Uni Demokrasi Indonesia
37 Partai Buruh Nasional
38 Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
39 Partai Daulat Rakyat
40 Partai Cinta Damai
41 Partai Keadilan dan Persatuan
42 Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
43 Partai Nasional Bangsa Indonesia
44 Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia
45 Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
46 Partai Nasional Demokrat
47 Partai Ummat Muslimin Indonesia
48 Partai Pekerja Indonesia

Hasil Pemilihan umum

500px-Election_1999.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan pemenang suara terbanyak di setiap provinsi.
No. Partai Jumlah suara Persentase Jumlah kursi Persentase
1Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan35.689.07333,74%15333,12%
2Partai Golongan Karya23.741.74922,44%12025,97%
3Partai Kebangkitan Bangsa13.336.98212,61%5111,03%
4Partai Persatuan Pembangunan11.329.90510,71%5812,55%
5Partai Amanat Nasional7.528.9567,12%347,36%
6Partai Bulan Bintang2.049.7081,94%132,81%
7Partai Keadilan1.436.5651,36%71,51%
8Partai Keadilan dan Persatuan1.065.6861,01%40,87%
9Partai Nahdlatul Ummat679.1790,64%51,08%
10Partai Persatuan655.0520,62%10,22%
11Partai Demokrasi Kasih Bangsa550.8460,52%51,08%
12Partai Politik Islam Indonesia Masyumi456.7180,43%10,22%
13Partai Daulat Rakyat427.8540,40%10,22%
14Partai Nasional Indonesia377.1370,36%00,00%
15Partai Syarikat Islam Indonesia375.9200,36%10,22%
16Partai Kristen Nasional Indonesia369.7190,35%00,00%
17Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis365.1760,35%10,22%
18Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia364.2910,34%10,22%
19Partai Demokrasi Indonesia345.7200,33%20,43%
20Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen345.6290,33%10,22%
21Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia328.6540,31%10,22%
22Partai Republik328.5640,31%00,00%
23Partai Kebangkitan Ummat300.0640,28%10,22%
24Partai Kebangkitan Muslim Indonesia289.4890,27%00,00%
25Partai Ummat Islam269.3090,25%00,00%
26Partai Katolik Demokrat216.6750,20%10,22%
27Partai Abul Yatama213.9790,20%00,00%
28Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong204.2040,19%00,00%
29Partai Indonesia Baru192.7120,18%00,00%
30Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia180.1670,17%00,00%
31Partai Cinta Damai168.0870,16%00,00%
32Partai Syarikat Islam Indonesia 1905152.8200,14%00,00%
33Partai Masyumi Baru152.5890,14%00,00%
34Partai Nasional Bangsa Indonesia149.1360,14%00,00%
35Partai Uni Demokrasi Indonesia140.9800,13%00,00%
36Partai Buruh Nasional111.6290,1100,00%
37Partai Kebangsaan Merdeka104.3850,10%00,00%
38Partai Nasional Demokrat96.9840,09%00,00%
39Partai Aliansi Demokrat Indonesia85.8380,08%00,00%
40Partai Rakyat Demokratik78.7300,07%00,00%
41Partai Pekerja Indonesia63.9340,06%00,00%
42Partai Islam Demokrat62.9010,06%00,00%
43Partai Musyawarah Rakyat Banyak62.0060,06%00,00%
44Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia61.1050,06%00,00%
45Partai Rakyat Indonesia54.7900,05%00,00%
46Partai Ummat Muslimin Indonesia49.8390,05%00,00%
47Partai Solidaritas Pekerja49.8070,05%00,00%
48Partai Pilihan Rakyat40.5170,04%00,00%
Jumlah 105.731.110100,00%462100,00%

Persebaran suara partai

960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PDI-P_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PDI-P
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28Golkar_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
Golkar
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PKB_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PKB
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PPP_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PPP
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PAN_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PAN
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PBB_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PBB
960px-1999_Indonesian_legislative_election_results_map_by_city_and_regency_or_province_%28PK_vote_share%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persentase suara berdasarkan provinsi atau kotamadya/kabupaten berdasarkan ketersediaan data
PK

Pemilihan presiden 1999

Pada bulan Oktober 1999, sekitar 4 bulan setelah pemilu legislatif, Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam sidang umum 1999 memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk masa bakti 1999-2004 melalui pemungutan suara. Pemilihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada tanggal 20 Oktober 1999 untuk memilih Presiden Republik Indonesia dan tanggal 21 Oktober 1999 untuk memilih Wakil Presiden Republik Indonesia. Pemilihan ini menghasilkan pasangan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri yang masing-masing dilantik secara langsung pada tanggal pemungutan suara.[12]

Referensi

  1. ↑ STATISTIK POLITIK 2008. Badan Pusat Statistik. 30 Desember 2010. hlm. 48.
  2. ↑ "Peserta Pemilu dan Partisipasi Pemilih". Kompas. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  3. ↑ Administrator (4 Mei 1999). "PPP-PKB Bentrok, Enam Tewas". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Astuti, Puji (2001). ""TRAGEDI POLITIK DONGOS JEPARA 30 APRIL 1999 : UPAYA PENGUNGKAPAN LATAR BELAKANG DAN AKAR PERSOALAN"". eprints.undip.ac.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Abdulsalam, Husein. "Pemilu 1999: Parpol Islam dan Nasionalis Berlaga tanpa Komunis". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2022. Diakses tanggal 6 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Pemilu Indonesia dalam angka dan fakta tahun 1955-1999. Biro Humas Komisi Pemilihan Umum. 2000. hlm. 188.
  7. ↑ Kompas 29 April 1999 p40
  8. ↑ Kompas 20 Mei 1999
  9. ↑ Kompas 24 May 1999
  10. ↑ Kompas 1 June 1999
  11. ↑ Madjowa, Verrianto (Januari 2015). Pemilu Gorontalo 1955-2014 (PDF). Depok: Banana & Perludem. hlm. 3. ISBN 978-979-1079-47-1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 Juli 2023. Diakses tanggal 24 Mei 2023.
  12. ↑ "Abdurrahman Wahid dilantik sebagai Presiden Indonesia ke-4". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2022. Diakses tanggal 23 Oktober 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Keluarga
Orang tua
Suku
Suku Gorontalo (ayah) dan Suku Jawa (ibu)
Pasangan dan saudara
Ainun Habibie (istri) • Fanny Habibie (adik)
Generasi ke-2
Ilham (anak) • Thareq (anak) • Adrie (keponakan) • Rusli (keponakan)
120px-B._J._Habibie%2C_President_of_Indonesia_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Almameter
Masa Kekuasaan
Setelah kekuasaan
← Didahului: Soeharto
Digantikan: Abdurrahman Wahid →
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan