Senin, 28 September 2026
19:14 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Marcus Antonius

Marcus Antonius

Jenderal dan Politikus Romawi (83 SM – 30 SM)

Marcus Antonius
Marcus
250px-Octavian_and_Antony_denarius_%28obverse%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Denarius yang menunjukkan gambar kepala Marcus Antonius dicetak oleh Marcus Barbatius
Lahir14 Januari 83 SM
Meninggal1 Agustus 30 SM (53 tahun)
Penyebab kematian
Bunuh diri
Nama lainMark Antony
Gelar
Legate (di bawah Caesar) 52–51 SM
Tribunus plebis 49 SM
Propraetor 49 SM
Magister equitum 48 SM
Konsul 44 SM
Prokonsul (Galia) 44–40 SM
Triumvir 43–33 SM
Konsul 34 SM
Pasangan menikah
Fadia tanggal tidak diketahui
Antonia Hybrida Minor ?–47 SM
Fulvia 46–40 SM
Octavia Minor 40–32 SM
Cleopatra 32–30 SM
Anak
Ayah

Marcus Antonius (bahasa Latin: Marcus Antonius, 14 Januari 83 SM – 1 Agustus 30 SM) adalah seorang jenderal dan politikus Romawi yang memainkan peran kunci dalam peralihan dari Republik Romawi menjadi Kekaisaran Romawi. Ia dikenal karena hubungan eratnya dengan Julius Caesar, perannya dalam Perang Saudara Romawi, serta hubungannya dengan Cleopatra, Ratu Mesir. Antonius merupakan anggota Triumvirat Kedua bersama Octavianus (kelak menjadi Kaisar Augustus) dan Lepidus, yang terbentuk setelah pembunuhan Caesar pada tahun 44 SM.

Kehidupan Awal

250px-M_Antonius.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Marcus Antonius

Marcus Antonius lahir di Roma dari keluarga bangsawan yang terhubung dengan keluarga Julius Caesar. Ayahnya, Marcus Antonius Creticus, adalah seorang jenderal Romawi, dan ibunya, Julia Antonia, berasal dari keluarga terkenal di Roma. Antonius mendapatkan pendidikan klasik yang meliputi seni berpidato dan kepemimpinan militer.

Pada masa mudanya, Antonius dikenal memiliki kehidupan yang liar dan boros, tetapi kemudian ia memilih jalur militer dan terlibat dalam beberapa kampanye militer di wilayah timur. Pengalaman militernya semakin diperkuat ketika ia berperang di bawah komando Aulus Gabinius di Suriah dan Mesir pada tahun 57–55 SM.

Hubungan dengan Julius Caesar

Karier Antonius melonjak ketika ia menjalin hubungan erat dengan Julius Caesar. Ia menjadi salah satu pendukung setia Caesar selama Perang Saudara Caesar melawan Pompeius. Setelah kemenangan Caesar, Antonius ditunjuk sebagai konsul bersama Caesar pada tahun 44 SM.

Setelah Caesar dibunuh pada Maret 44 SM, Antonius dengan cepat mengklaim kekuasaan sebagai salah satu penerus politiknya. Namun, hubungan dengan Octavianus, keponakan Caesar yang diadopsi menjadi anak angkatnya, segera memburuk, yang menyebabkan persaingan politik dan militer.

Triumvirat Kedua

Pada tahun 43 SM, Antonius, Octavianus, dan Lepidus membentuk Triumvirat Kedua, sebuah aliansi politik untuk mengendalikan Republik Romawi dan mengalahkan pembunuh-pembunuh Caesar. Mereka berhasil mengalahkan Brutus dan Cassius, pemimpin dari pihak yang membunuh Caesar, dalam Pertempuran Filipi pada tahun 42 SM.

Setelah kemenangan tersebut, kekuasaan di Romawi terbagi: Antonius mendapatkan kendali atas provinsi-provinsi di timur, Octavianus di barat, dan Lepidus di Afrika.

Hubungan dengan Cleopatra

Di wilayah timur, Antonius bertemu dan menjalin hubungan romantis dengan Cleopatra, penguasa Mesir. Hubungan ini tidak hanya bersifat pribadi tetapi juga politik, karena Cleopatra menyediakan dukungan finansial dan militer kepada Antonius dalam perjuangannya untuk mempertahankan kekuasaannya di wilayah timur.

Antonius dan Cleopatra memiliki tiga anak bersama: Alexander Helios, Cleopatra Selene II, dan Ptolemy Philadelphus. Hubungan mereka sering dipandang sebagai ancaman bagi kekuasaan Octavianus di Roma, terutama ketika Antonius memberikan wilayah Romawi di timur sebagai hadiah kepada anak-anaknya dengan Cleopatra.

Konflik dengan Octavianus

Pada tahun 32 SM, hubungan Antonius dengan Octavianus mencapai titik puncak ketika Octavianus mengumumkan perang terhadap Cleopatra. Antonius, yang setia kepada Cleopatra, memihak Mesir dalam konflik ini. Pertempuran yang menentukan terjadi pada tahun 31 SM di lepas pantai Actium, di mana armada gabungan Antonius dan Cleopatra dikalahkan oleh pasukan Octavianus yang dipimpin oleh Agrippa.

Setelah kekalahan di Actium, Antonius dan Cleopatra mundur ke Mesir. Pada tahun berikutnya, pasukan Octavianus menyerbu Mesir, dan Antonius, setelah mendengar kabar yang salah bahwa Cleopatra telah bunuh diri, memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri pada 1 Agustus 30 SM.

Kematian dan Warisan

Antonius tewas dengan cara bunuh diri dengan pedang. Cleopatra mengikuti jejaknya beberapa waktu kemudian, kemungkinan dengan menggunakan racun. Dengan kematian mereka, Octavianus menjadi penguasa tunggal Romawi dan mengakhiri era Republik Romawi. Pada tahun 27 SM, Octavianus mengubah Republik Romawi menjadi Kekaisaran Romawi dan mengambil gelar Augustus.

Sumber Sejarah

Sebagian besar informasi tentang Antonius berasal dari karya sejarawan Romawi seperti Plutarch, Appian, dan Cassius Dio. Karya-karya ini memberikan gambaran yang mendetail tentang kehidupan Antonius, meskipun sebagian besar dari mereka dipengaruhi oleh propaganda yang dibuat oleh Octavianus dan sekutunya.

Lihat Juga

Referensi

  • Plutarch, Lives of the Noble Greeks and Romans
  • Appian, Roman History
  • Cassius Dio, Roman History

Pranala luar

Media terkait Marcus Antonius di Wikimedia Commons

Didahului oleh:
Julius Caesar tanpa mitra
Konsul Republik Romawi
44 SM
(pertama dengan Julius Caesar,
kemudian dengan Publius Cornelius Dolabella (suffectus))
Diteruskan oleh:
Aulus Hirtius
Gaius Vibius Pansa Caetronianus
Didahului oleh:
Lucius Cornificius
Sixtus Pompeius
Konsul Republik Romawi
34 SM
(pertama dengan Lucius Scribonius Libo,
kemudian dengan Aemilius Lepidus Paullus (suffectus))
Diteruskan oleh:
Kaisar Augustus
Lucius Volcatius Tullus
Penguasa Mesir Kuno
Periode
Dinasti
  • Firaun (pria
  • wanita ♀)
  • tidak jelas
Protodinastik
(pra-3150 SM)
Hilir
Hulu
Penguasa Protodinastik
sampai Dinasti Awal
(<3150–2040 SM)
Dinasti I
Dinasti II
Penguasa
Kerajaan Lama
Dinasti III
Dinasti IV
Dinasti V
Dinasti VI
Penguasa
Menengah pertama
Dinasti VII & VIII
Dinasti IX & & X
Penguasa
Kerajaan Pertengahan
(2040-1550 SM)
Dinasti XI
Dinasti XII
Penguasa
Menengah kedua
Dinasti XIII
Dinasti XIV
Dinasti XV
Dinasti XVI
Dinasti Abydos
Dinasti XVII
Penguasa
Kerajaan Baru
(1550-664 SM)
Dinasti XVIII
Dinasti XIX
Dinasti XX
Penguasa
Menengah ketiga
Dinasti XXI
Dinasti XXII
Dinasti XXIII
Dinasti XXIV
Dinasti XXV
Periode Akhir
(664–30 SM)
Dinasti XXVI
Dinasti XXVII (Persia)
Dinasti XXVIII
Dinasti XXIX
Dinasti XXX
Dinasti XXXI
Periode Helenistik
(332–30 SM)
Dinasti Argead (XXXII)
Dinasti Ptolemaik
Suami/Istri
Pejabat istana
Imhotep · Weni · Sobeknakht II · Ahmose-Ebana · Ineni · Senenmut · Rekhmire · Yuya · Maya · Yuny · Bay · Manetho · Pothinus


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan