Minggu, 20 September 2026
17:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Makrosejarah

Makrosejarah berupaya mencari pola-pola besar dan jangka panjang dalam sejarah dunia dengan membandingkan rincian-rincian yang bersifat dekat atau spesifik untuk menemukan pola umum yang mendasar.[1] Pendekatan ini lebih mengutamakan perspektif komparatif atau sejarah dunia guna menelusuri akar perubahan serta jalur perkembangan suatu masyarakat atau proses sejarah.[1]

Sebuah kajian makrosejarah, misalnya, dapat menelaah feodalisme Jepang dan feodalisme Eropa untuk menentukan apakah struktur feodal merupakan hasil yang tak terelakkan dari kondisi tertentu. Studi-studi makrosejarah sering kali “mengasumsikan bahwa proses-proses makrosejarah cenderung berulang dengan cara yang dapat dijelaskan dan dipahami.”[2] Pendekatan ini dapat mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam perkembangan umat manusia secara keseluruhan, seperti arah besar menuju peningkatan rasionalitas, peningkatan kebebasan, atau perkembangan kekuatan produktif dan masyarakat komunis, di antara berbagai kecenderungan lainnya.[3]

Deskripsi

Makrosejarah dibedakan dari mikro sejarah, yang berfokus pada kajian yang ketat dan mendalam terhadap satu peristiwa tertentu dalam sejarah.[4] Namun, keduanya dapat dipadukan, seperti dalam penelitian mengenai kecenderungan besar masyarakat pasca-perbudakan, yang juga mencakup kajian terhadap kasus-kasus individual dan kelompok-kelompok kecil.[5]

Makrosejarah juga dibedakan dari metasejarah, karena yang terakhir memandang karya sejarah sebagai “struktur verbal dalam bentuk wacana prosa naratif.”[6] Menurut Garry Trompf, makrosejarah mencakup tetapi tidak dibatasi oleh metasejarah, karena makrosejarah meninjau perubahan dalam cakupan yang luas, termasuk perubahan yang bersifat imajinal atau spekulatif.[7]

Makrosejarah memiliki empat “kerangka gagasan” – yaitu bahwa peristiwa masa lalu dapat menunjukkan: 1) kita sedang mengalami kemajuan; 2) keadaan justru memburuk; 3) segala sesuatu bersifat berulang; dan 4) tidak ada yang dapat dipahami tanpa adanya eskhaton (akhir zaman) atau apocatastasis (pemulihan atau rekonstruksi segala sesuatu).[8]

Contoh

Contoh analisis makrosejarah antara lain mencakup pandangan Oswald Spengler bahwa umur suatu peradaban terbatas dan pada akhirnya akan mengalami kemunduran.[3] Selain itu, terdapat sintesis sejarah yang dikemukakan oleh Arnold J. Toynbee dalam menjelaskan naik-turunnya peradaban, yang kemudian juga menginspirasi karya para sejarawan lain (misalnya The Rise of the West karya William H. McNeill).[9]

Pertempuran Ain Jalut dan penaklukan awal Mongol dianggap oleh banyak sejarawan memiliki makna makrosejarah yang sangat penting.[10] Pertempuran tersebut menandai titik puncak ekspansi Mongol sekaligus menjadi pertama kalinya mereka mengalami kekalahan besar. Sementara itu, penaklukan-penaklukan awal dilakukan demi kepentingan perdagangan jarak jauh, tetapi justru mengacaukan jaringan perdagangan hingga munculnya apa yang disebut Pax Mongolica, ketika hubungan dagang di kawasan Eurasia kembali stabil.[10]

Penerimaan

Menurut para ekonom Robert Solow,[11] Brian Snowdon,[12] Jason Collins,[13] dan menurut sebuah artikel dalam rubrik “Break Through & Mind Changing Idea” majalah Wired (Jepang),[14][15] Oded Galor melalui teori pertumbuhan terpadu yang dikembangkannya, telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman mengenai proses pembangunan sepanjang sejarah umat manusia serta peran faktor-faktor mendasar dalam transisi dari masa stagnasi menuju pertumbuhan, dan dalam munculnya kesenjangan besar di seluruh dunia.[16]

Majalah Wired (Jepang) menggambarkan teori Galor sebagai teori global yang sebanding dengan “hukum gravitasi” Newton, “teori evolusi” Darwin, atau “relativitas umum” Einstein.[14]

Karya ilmiah

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Li, Huaiyin (2019). The Making of the Modern Chinese State: 1600–1950. Oxon: Routledge. ISBN 9781138362444.
  2. Matthew C. Wells, Ph.D., [https://web.archive.org/web/20110824015142/http://parallelism.org/13949-WELL-layout2.pdf Parallelism: A Handbook of Social Analysis]. Archived August 24, 2011.
  3. 1 2 Morris, Irwin; Oppenheimer, Joe; Soltan, Karol (2004). Politics from Anarchy to Democracy: Rational Choice in Political Science. Stanford, CA: Stanford University Press. hlm. 224. ISBN 0804745838.
  4. Graham, Shawn; Milligan, Ian; Weingart, Scott (2015). Exploring Big Historical Data: The Historian's Macroscope. London: Imperial College Press. hlm. 2. ISBN 9781783266081.
  5. Araujo, Ana Lucia (2017). Reparations for Slavery and the Slave Trade: A Transnational and Comparative History. London: Bloomsbury Publishing. hlm. 7. ISBN 9781350010598.
  6. Heilmann, MarkAnn; Llewellyn, Mark (2007). Metafiction and Metahistory in Contemporary Women's Writing. New York: Palgrave Macmillan. hlm. 2. ISBN 9781349281855.{{cite book}}: line feed karakter dalam |publisher= pada posisi 9
  7. Milani, Milad (2014). Sufism in the Secret History of Persia. Oxon: Routledge. hlm. 8. ISBN 9781844656776.
  8. Handbook of the Theosophical Current. Leiden: BRILL. 2013. hlm. 375. ISBN 9789004235960.
  9. Yerxa, Donald A. (2009). Recent Themes in World History and the History of the West: Historians in Conversation. University of South Carolina Press. hlm. 3. ISBN 978-1-57003-831-0.
  10. 1 2 Etkin, Nina Lilian (2009). Foods of Association: Biocultural Perspectives on Foods and Beverages that Mediate Sociability. Tucson, AZ: University of Arizona Press. hlm. 53. ISBN 978-0-8165-2777-9.
  11. Solow, Robert (Mei 2011). Endorsements. Princeton University Press. ISBN 9780691130026.{{cite book}}: line feed karakter dalam |publisher= pada posisi 10Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Snowdon, Brian (Juni 2008). "Towards a Unified Theory of Economic Growth. Oded Galor on the transition from Malthusian stagnation to modern economic growth. An interview with introduction by Brian Snowdon". World Economics. 2 (9). CiteSeerX 10.1.1.724.3924.{{cite journal}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Collins, Jason (2013). "Galor's Unified Growth Theory". Jason Collins Blog.{{cite web}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 8
  14. 1 2 Ishikawa, Yoshiko (2018). "The root of economic disparity is attributed to East Africa ten thousands of years ago: Professor Oded Galor's 'Unified Growth Theory'". Wired. Vol. 31.
  15. "English Translation of Yoshiko Ishikawa, 'The root of economic disparity is attributed to East Africa ten thousands of years ago: Professor Oded Galor's Unified Growth Theory'". 2018.{{cite web}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 8
  16. Galor, Oded (2011). Unified Growth Theory. Princeton: Princeton University Press. ISBN 9781400838868.
Sumber sejarah
Jenis
Sumber
Organisasi, Institusi
Konsep (pilihan)
Metodologi, Aliran (pilihan)
Negara
Lainnya
Terkait

Pranala luar

  • HyperHistory – tinjauan visual yang menampilkan berbagai garis waktu sejarah
  • Macrohistory – garis waktu komprehensif yang memuat peristiwa-peristiwa sejarah
  • GeaCron – atlas sejarah dunia interaktif
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan