
−13 — – −12 — – −11 — – −10 — – −9 — – −8 — – −7 — – −6 — – −5 — – −4 — – −3 — – −2 — – −1 — – 0 — |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sejarah Besar adalah sebuah disiplin akademik yang menelaah sejarah dari Dentuman Besar hingga masa kini. Sejarah Besar menolak spesialisasi dan menelaah pola atau tren universal. Bidang ini mengkaji jangka waktu panjang menggunakan pendekatan multidisipliner bedasarkan penggabungan berbagai disiplin ilmu dari sains hinga kemanusiaan.[1][2][3] Disiplin ini menjelajah keberadaan manusia dalam konteks gambaran besar ini.[4] Sejarah Besar mengintegrasikan studi angkasa, Bumi, kehidupan dan kemanusiaan menggunakan bukti empiris untuk menjelajah hubungan-hubungan sebab-akibat.[5][6] Bidang ini diajarkan di universitas-universitas,[7] begitu juga pada sekolah dasar dan menengah[8][9] umumnya menggunakan presentasi berbasis-web interaktif.[10][11][12]
Sejarawan David Christian dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan istilah "Sejarah Besar" saat mengisi kuliah-kuliah pertama mengenai bidang ini di Universitas Macquarie.[5][7][13] Sebuah studi yang mencakup semua hubungan manusia dengan kosmologi[14] dan sejarah alam[15] telah ditelaah oleh ahli-ahli sejak masa Renaisans. Sejarah Besar berperan untuk melanjutkan hal tersebut.
Referensi
- ↑ Rev. Michael Dowd (Mei 8, 2012). "Big History Hits the Big Time". Huffington Post. Diakses tanggal 2012-12-13. "Big History" has entered the big leagues ...
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Patricia Cohen (September 26, 2011). "History That's Written in Beads as Well as in Words". The New York Times. Diakses tanggal 2012-12-13.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Christian, David (2004). Maps of Time: An Introduction to Big History. University of California Press. ISBN 9780520235007.
- ↑ Stearns, Peter N. Growing Up: The History of Childhood in a Global Context. hlm. 9.
- 1 2 Vanessa Thorpe (27 Oktober 2012). "Big History theories pose latest challenge to traditional curriculum: Maverick academic's 'Big History' – which is backed by Bill Gates – is subject of new documentary". The Guardian. Diakses tanggal 2012-12-13. Big History, a movement spearheaded by the Oxford-educated maverick historian David Christian,...
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "International Big History Association". Diakses tanggal September 17, 2012.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Craig Benjamin (Juli 2012). "Recent Developments in Big History". History of Science Society. Vol. 41, no. 3. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-09. Diakses tanggal 2012-12-13.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Big History School". Diarsipkan dari versi asli pada Mei 20, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Big History Project".
- ↑ McPherson, Stephanie M. (2012-10-05). "5 big ideas that just might transform the classroom: From longer days to history courses that span 13.7 billion years, these notions just might transform the classroom". Boston Globe Magazine. Diakses tanggal 2012-12-13. 1. Tale the Really Long View
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) - ↑ "Crash Course Big History with John Green - YouTube". YouTube.
- ↑ "Big History: Connecting Knowledge".
- ↑ Connie Barlow and Michael Dowd (Desember 13, 2012). "Failing Our Youth: A Call to Religious Liberals". Huffington Post. Diakses tanggal 2012-12-13. Historian David Christian ... "big history."
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Big History Project (16 Desember 2013). "Introduction to Cosmology". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-21 – via YouTube.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Cosmic Evolution – More Than Big History by Another Name". www.sociostudies.org.