Kabupaten Lebak | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Aksara Sunda | ᮜᮨᮘᮊ᮪ atau ᮼᮘᮊ᮪ |
Sunrise di perbukitan Desa Citorek Kidul | |
| Motto: Iman aman uman amin (Sunda) Tangguh menghadapi rintangan, yang diimbangi dengan kesucian iman, perbuatan yang menenteramkan, dan sikap toleransi | |
![]() Peta Kabupaten Lebak | |
| Koordinat: 6°39′00″S 106°13′00″E / 6.65°S 106.21667°E / -6.65; 106.21667 | |
| Negara | |
| Provinsi | Banten |
| Dasar hukum | UU Nomor 115 Tahun 2024[1] |
| Hari jadi | 2 Desember 1828;197 tahun lalu (1828-12-02) |
| Ibu kota | Rangkasbitung |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya |
| • Wakil Bupati | Amir Hamzah |
| • Sekretaris Daerah | Budi Santoso |
| Luas | |
| • Total | 3.426,56 km2 (1,323,00 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 1.506.378 |
| • Kepadatan | 440/km2 (1,100/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama |
|
| • Bahasa | Indonesia Sunda (Rangkasbitung) Badui |
| • IPM | sedang [4] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode pos | |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 252 |
| Pelat kendaraan | A xxxx N*/O*/P*/Q* |
| Kode Kemendagri | 36.02 |
| Kode SNI 7657:2023 | LBK |
| DAU | Rp 1.114.873.247.000.- |
| Fauna resmi | Owa abu-abu |
| Situs web | www.lebakkab.go.id |
Kabupaten Lebak (bahasa Sunda:ᮜᮨᮘᮊ᮪) adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kecamatan Rangkasbitung. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten paling luas di Provinsi Banten dan juga terluas kelima di Pulau Jawa. Jumlah penduduk Kabupaten Lebak pada pertengahan tahun 2024 adalah 1.506.378 jiwa.[3]
Kabupaten Lebak juga biasa disebut Rangkasbitung saja oleh masyarakat setempat karena merepresentasikan Ibu Kota Kabupaten yang menjadi jalur utama Commuter Line terintegrasi ke Jabodetabek dan jalur kereta api Jakarta-Merak.
Museum Multatuli (nama pena Eduard Douwes Dekker, penulis buku Max Havelaar yang menjadi asisten residen di Lebak pada 1856) juga menjadi museum anti-kolonial pertama di Indonesia.[5] Museum Multatuli dibuka pada 11 Februari 2018.[6] Lokasi Museum Multatuli di Kecamatan Rangkasbitung.[7] Museum ini berisi tentang sejarah kolonial Belanda dan peran Multatuli dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.[5]
Sejarah
Sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Banten, Kabupaten Lebak dengan luas Wilayah 304.472 Ha, sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kesultanan Banten. Berkaitan dengan hari jadi Kabupaten Lebak yang jatuh pada tanggal 2 Desember 1828. Terdapat beberapa catatan sejarah yang menjadi dasar pertimbangan, antara lain:
Kesultanan Banten
Mulai dari tahun 1811, Kesultanan Banten berada dibawah kekuasaan Inggris, yang telah merebut Banten dari Belanda. Pada tanggal 19 Maret 1813, Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin (Sultan Banten Terakhir) diturunkan secara paksa dari tahtanya oleh Thomas Stamford Raffles (wakil pemerintah Inggris), kemudian Pemerintahan Kesultanan Banten diberhentikan, dan dibentuklah Karesidenan Banten sebagai Pengganti Pemerintahan Kesultanan Banten, lalu Kesultanan Banten sendiri hanya dijadikan sebagai lambang/simbol kebudayaan dan tidak memiliki kedaulatan, diangkatlah Joyo Miharjo (orang Rembang-Jawa Tengah) menjadi Sultan Adat Banten dengan nama Sultan Muhammad Rafiudin sebagai pengganti Sultan Banten Terakhir (Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin), Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin ialah Suami Ratu Arsiah, dan Ratu Arsiah ialah Adik Ratu Asiah (Ibunda Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin). Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin yang bukan keturunan Sultan-sultan Banten diberikan gelar Sultan Banten oleh Pemerintah Inggris dengan tidak memiliki wilayah kekuasaan. sedangkan daerah kekuasaan Kesultanan Banten dibagi 4 wilayah yaitu:
- Wilayah Banten Lor
- Wilayah Banten Kulon
- Wilayah Banten Tengah dan
- Wilayah Banten Kidul
Ibu kota Wilayah Banten Kidul terletak di Cilangkahan dan pemerintahannya dipimpin oleh Bupati yang diangkat oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles, yaitu Tumenggung Suradilaga (Raden Muhammad). Ia bertanggung jawab langsung kepada Residen Banten (wakil Pemerintah Inggris), bukan pada Kesultanan Banten lagi hingga pada tahun 1816, Banten kembali jatuh ke Belanda. Pada tahun itu pula Kesultanan Banten dihapuskan/dibubarkan, Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin dicopot gelar Sultannya. Kemudian mengganti semua keempat Bupati yang diangkat oleh Pemerintah Inggris diwilayah Banten. Untuk Banten Kidul Tumenggung Suradilaga/Raden Muhammad digantikan oleh Tubagus Jamil (Putra Sultan Banten Abul Mahasin Muhammad Syifa'u Zainul Abidin) dengan gelar Raden Adipati Jamil atau Pangeran Sanjaya, dengan Ki Ngabehi Bahu Pringga (Bekas Punggawa Kesultanan Banten) sebagai Wakilnya dengan gelar Patih Derus.
Perubahan Nama Menjadi Kabupaten Lebak

Pada tahun 1828, ibu kota Kabupaten Banten Kidul dipindahkan dari Cilangkahan ke Lebak Parahiang (daerah Leuwidamar) dan mengganti nama Kabupaten Banten Kidul menjadi Kabupaten Lebak pada tanggal 2 Desember 1828.[8] Tanggal bulan ini dijadikan hari jadi Kabupaten Lebak.
Karena Pangeran Sanjaya/Raden Adipati Jamil (Bupati Lebak Pertama) dan Patih Derus (Patih Lebak Pertama) tidak mampu mengatasi perlawanan rakyat terhadap Belanda, tahun 1830 Pemerintah Belanda pun mengganti kedudukan mereka berdua, Raden Adipati Jamil diganti oleh Raden Tumenggung Adipati Karta Nata Nagara (Demang Jasinga yang telah berhasil membantu Belanda menumpas perlawanan Nyai Gumparo/Nyi Mas Gamparan) dan Patih Derus diganti oleh Patih Jahar. Pada tahun 1842, ibu kota Kabupaten Lebak dipindahkan dari Lebak Parahiang (daerah Leuwidamar) ke Warunggunung, tetapi nama Lebak tetap dipakai.
Pemindahan Ibu Kota ke Rangkasbitung
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda nomor 15 tanggal 17 Januari 1849, ibu kota Kabupaten Lebak yang saat itu berada di Warunggunung harus dipindahkan. Kemudian Raden Tumenggung Adipati Karta Natanagara (Bupati Lebak) memerintahkan wakilnya yaitu Patih Jahar (Patih Lebak) untuk menemukan lokasi strategis untuk dijadikan ibu kota Pusat Pemerintahan Lebak. Maka ditemukanlah daerah hutan bambu belantara, yang kemudian setelah hutan tersebut dibuka, kemudian langsung dinamai Rangkasbitung. Lalu dimulailah pembangunan berbagai macam sarana pusat pemerintahan dan pelaksanaan pemindahan ibu kotanya secara resmi baru dilaksanakan pada tahun 1851 dengan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1851.
Kabupaten Lebak juga dikenal sebagai tempat bertugasnya Eduard Douwes Dekker, yang lebih dikenal dengan nama pena "Multatuli". Eduard pernah diangkat pada tahun 1856 sebagai Asisten Residen. Setelah mengundurkan diri dari tugasnya di Lebak selama tiga bulan, Eduard telah menerbitkan buku pada empat tahun kemudian, yaitu Max Havelaar. Tulisan itu berupa novel satirisnya yang berisi kritik atas perlakuan buruk orang Belanda dan pemimpin pribumi kepada masyarakat di Hindia Belanda.[9]
Demografi
Suku Bangsa
Sebagian besar penduduk kabupaten ini berasal dari suku Sunda (termasuk masyarakat adat Kanekes).
Agama
Kabupaten ini merupakan kabupaten dengan populasi yang beragama Sunda Wiwitan terbesar di Provinsi Banten. Hampir seluruh penduduk kabupaten ini beragama Islam, yaitu sebanyak 99,07%, sisanya adalah Sunda Wiwitan sebanyak 0,60%, Kristen sebanyak 0,24% di mana terdapat Protestan sebanyak 0,17% dan Katolik sebanyak 0,07%, Buddha sebanyak 0,10%, serta agama Hindu dan Konghucu kurang dari 0,01%.[3]
Geografi
Kabupaten Lebak secara geografis terletak pada titik koordinat 105º25' – 106º30' Bujur Timur dan 6º18'–7º00' Lintang Selatan.[10] Topografi Kabupaten Lebak terdiri atas pantai, dataran rendah hingga pegunungan.[butuh rujukan] Ketinggian wilayah Kabupaten Lebak berkisar antara 0–1.929 meter di atas permukaan air laut.[11]
Batas Wilayah
Kabupaten Lebak berbatasan dengan beberapa wilayah berikut:[12]
| Utara | Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang |
|---|---|
| Timur | Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat |
| Selatan | Samudra Hindia |
| Barat | Kabupaten Pandeglang |
Iklim dan Hidrologi
Iklim di Kabupaten Lebak dipengaruhi oleh angin Muson dan La Nina. Cuaca didominasi oleh angin baratan dari Samudera Hindia dan benua Asia pada musim hujan dan angin timuran pada musim kemarau. Curah hujan rata-rata per tahun mencapai 2.000-4.000 mm dengan suhu udara antara 20°-32 °C.
Sungai Ciujung yang mengalir ke arah utara menuju Laut Jawa melintasi Kabupaten Lebak merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten. Sedangkan sungai yang bermuara ke Samudra Hindia di antaranya Sungai Cibareo, Sungai Cisawarna, Sungai Cimadur, Sungai Cisiih, Sungai Cimancak, Sungai Cihara, Sungai Cipageran dan Sungai Cilangkahan.
| Data iklim Lebak, Banten, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 29.7 (85.5) |
30.1 (86.2) |
30.6 (87.1) |
31.2 (88.2) |
31.5 (88.7) |
31.4 (88.5) |
31.5 (88.7) |
31.6 (88.9) |
32 (90) |
32.1 (89.8) |
31.6 (88.9) |
30.8 (87.4) |
31.18 (88.16) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 25.7 (78.3) |
26 (79) |
26.2 (79.2) |
26.5 (79.7) |
26.7 (80.1) |
26.3 (79.3) |
26.1 (79) |
25.8 (78.4) |
26.5 (79.7) |
26.8 (80.2) |
26.7 (80.1) |
26.4 (79.5) |
26.31 (79.38) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 21.8 (71.2) |
21.9 (71.4) |
22.8 (73) |
22.9 (73.2) |
21.9 (71.4) |
21.3 (70.3) |
20.8 (69.4) |
20.5 (68.9) |
21 (70) |
21.5 (70.7) |
22 (72) |
21.9 (71.4) |
21.69 (71.08) |
| Presipitasi mm (inci) | 370 (14.57) |
332 (13.07) |
317 (12.48) |
280 (11.02) |
205 (8.07) |
136 (5.35) |
108 (4.25) |
77 (3.03) |
106 (4.17) |
203 (7.99) |
339 (13.35) |
390 (15.35) |
2.863 (112,7) |
| Rata-rata hari hujan | 17 | 16 | 15 | 14 | 10 | 7 | 6 | 4 | 6 | 10 | 15 | 17 | 137 |
| % kelembapan | 86 | 85 | 84 | 83 | 82 | 80 | 79 | 79 | 79 | 80 | 81 | 83 | 81.8 |
| Rata-rata sinar matahari bulanan | 143 | 155 | 190 | 221 | 238 | 244 | 263 | 274 | 245 | 249 | 203 | 184 | 2.609 |
| Sumber #1: BMKG[13] | |||||||||||||
| Sumber #2: Weatherbase[14] & Climate-Data.org[15] | |||||||||||||
Pemerintahan
Bupati
Berikut merupakan daftar Bupati Lebak.[16][17]
| No. | Potret | Nama (lahir–wafat) |
Usia Awal Menjabat | Masa Jabatan | Lama Menjabat | Partai Politik | Pemilihan Umum | Wakil Bupati[a] | Jabatan Sebelumnya | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Tubagus Jamil | 3 Juli 1813 – 1 November 1837 |
24 tahun, 121 hari | Nonpartisan | Derus | ||||||
| 2 | Kartanatanegara (1790–1879) |
1 November 1837 – 30 Juli 1865 |
27 tahun, 271 hari | Nonpartisan | Jahar | ||||||
| 3 | Prawirakoesoema | 30 Juli 1865 – 9 Maret 1876 |
10 tahun, 223 hari | Nonpartisan | |||||||
| 4 | Soeta Angoen Angoen | 9 Maret 1876 – 23 Oktober 1880 |
4 tahun, 228 hari | Nonpartisan | |||||||
| 5 | Soeria Nata Negara | 23 Oktober 1880 – 4 Maret 1908 |
27 tahun, 133 hari | Nonpartisan | |||||||
| 6 | Soeriadipoetra[b] | 4 Maret 1908 – 16 Maret 1925 |
17 tahun, 12 hari | Nonpartisan | [18] | ||||||
| 7 | Gandasapoetra | 16 Maret 1925 – 25 Januari 1939 |
13 tahun, 315 hari | Nonpartisan | Martakoesoema (1928–tidak diketahui) |
Patih Pandeglang (sampai 1925) |
[19][20] | ||||
| 8 | Hardiwinangoen (1897–1945) |
41 tahun, 193 hari | 25 Januari 1939 – 31 Mei 1944 |
5 tahun, 127 hari | Sastranegara (1940–tidak diketahui) |
Patih Indramayu (1934–1938) |
[21][22] | ||||
| 9 | Dendadikusuma (1895–1953) |
48 tahun, 285 hari | 31 Mei 1944 – 1945 |
Pegawai Tinggi Bidang Ekonomi Banten (1942–1943) |
|||||||
| 10 | Tubagus Hasan (1901–1984) |
1945 – 19 Desember 1948 |
|||||||||
| 11 | Soedibdja | 1949 – 1949 |
|||||||||
| 12 | Hollan Soekmadiningrat (1906–1968) |
1949 – 1 September 1950 |
PNI | Bupati Kuningan (1947–1949) |
|||||||
| 13 | Soeriaatmadja | 1 September 1950 – 1952 |
|||||||||
| 14 | Kasoem | 1952 – 1953 |
|||||||||
| 15 | Moerjani Nataatmadja (1907–1974) |
1953 – 1957 |
|||||||||
| 16 | Mochammad Saleh | 1957 – 1959 |
|||||||||
| 17 | Mochammad Iko Djatmiko | 1959 – 1960 |
|||||||||
| 18 | Abidin Suriagunawan (1916–1995) |
Februari 1960 – 1967 |
IPKI | Penjabat Bupati Serang (1959–1960) |
|||||||
| 19 | Hardiwinangun | 1967 – 1973 |
ABRI | [23] | |||||||
| 20 | Dana Soedharna | 1973 – 1978 |
Golkar[c] | 1973 | |||||||
| 1978 – 1983 |
1978 | ||||||||||
| 21 | Oman Sachroni (lahir 1944) |
November 1983 – November 1988 |
Golkar[c] | 1983 | Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi (1974–1983) |
||||||
| 22 | Endang Suwarna (lahir 1938) |
November 1988 – November 1993 |
Golkar[c] | 1988 | Ki Sudrajat | Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang (1984–1988) |
[25] | ||||
| 23 | Didin Muchjidin | November 1993 – November 1998 |
Golkar[c] | 1993 | Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis (sampai 1993) |
[26][27] | |||||
| 24 | Mochammad Yas'a Mulyadi (1948–2018) |
17 November 1998 – 17 November 2003 |
Independen | 1998 | |||||||
| 25 | Mulyadi Jayabaya (lahir 1957) |
46 tahun, 298 hari | 14 Januari 2004 – 14 Januari 2009 |
10 tahun, 0 hari | PDI Perjuangan | 2003 | Odih Chudori Padma (2004–2006) |
Kepala Desa Cileles | [28][29] | ||
| 51 tahun, 298 hari | 14 Januari 2009 – 14 Januari 2014 |
2008 | Amir Hamzah | ||||||||
| 26 | Iti Octavia Jayabaya (lahir 1978) |
35 tahun, 103 hari | 15 Januari 2014 – 15 Januari 2019 |
9 tahun, 292 hari | Partai Demokrat | 2013 | Ade Sumardi | Anggota DPR RI (2009–2014) |
[30] | ||
| 40 tahun, 103 hari | 15 Januari 2019 – 3 November 2023 |
2018 | |||||||||
| 27 | Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya (lahir 1984) |
40 tahun, 133 hari | 20 Februari 2025 – Petahana |
1 tahun, 213 hari | PDI Perjuangan | 2024 | Amir Hamzah | Anggota DPR RI (2014–2024) |
|||
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lebak dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[31] | 2019–2024[32] | 2024–2029 | ||
| PKB | 5 | |||
| Gerindra | 4 | |||
| PDI-P | 10 | |||
| Golkar | 8 | |||
| NasDem | (baru) 6 | |||
| PKS | 5 | |||
| Hanura | 1 | |||
| PAN | 1 | |||
| Demokrat | 6 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 4 | |||
| Jumlah Anggota | 50 | |||
| Jumlah Partai | 10 | |||
Kecamatan
Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 5 kelurahan dan 340 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.222.258 jiwa dan luas wilayah 3.426,56 km² dengan kepadatan 357 jiwa/km².[33][34]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lebak, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Kodepos[35] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36.02.09 | Banjarsari | 20 | 42355 | Desa | ||
| 36.02.03 | Bayah | 11 | 42393 | Desa | ||
| 36.02.07 | Bojongmanik | 9 | 42363 | Desa | ||
| 36.02.18 | Cibadak | 15 | 42357 | Desa | ||
| 36.02.19 | Cibeber | 22 | 42394 | Desa | ||
| 36.02.28 | Cigemblong | 8 | 42397 | Desa | ||
| 36.02.26 | Cihara | 9 | 42398 | Desa | ||
| 36.02.16 | Cijaku | 11 | 42395 | Desa | ||
| 36.02.17 | Cikulur | 13 | 42356 | Desa | ||
| 36.02.10 | Cileles | 12 | 42353 | Desa | ||
| 36.02.20 | Cilograng | 10 | 42399 | Desa | ||
| 36.02.11 | Cimarga | 17 | 42361 | Desa | ||
| 36.02.04 | Cipanas | 14 | 42372 | Desa | ||
| 36.02.27 | Cirinten | 10 | 42366 | Desa | ||
| 36.02.23 | Curugbitung | 10 | 42382 | Desa | ||
| 36.02.08 | Gunungkencana | 12 | 42354 | Desa | ||
| 36.02.24 | Kalang Anyar | 7 | 42331-42337 | Desa | ||
| 36.02.25 | Lebak Gedong | 6 | 42373 | Desa | ||
| 36.02.06 | Leuwidamar | 12 | 42362 | Desa | ||
| 36.02.13 | Maja | 14 | 42381 | Desa | ||
| 36.02.01 | Malingping | 14 | 42391 | Desa | ||
| 36.02.05 | Muncang | 12 | 42364 | Desa | ||
| 36.02.02 | Panggarangan | 11 | 42392 | Desa | ||
| 36.02.14 | Rangkasbitung | 5 | 11 | 42311-42319 | Desa | |
| Kelurahan | ||||||
| 36.02.12 | Sajira | 15 | 42371 | Desa | ||
| 36.02.22 | Sobang | 10 | 42365 | Desa | ||
| 36.02.21 | Wanasalam | 13 | 42396 | Desa | ||
| 36.02.15 | Warunggunung | 12 | 42352 | Desa | ||
| TOTAL | 5 | 340 |
Pemekaran Daerah
Pemerintah Provinsi Banten mengajukan 12 wilayah pemekaran yang menjadi daerah otonom kabupaten/kota. Keduabelas wilayah yang diusulkan untuk dimekarkan tersebut masing-masing berada di wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.[36] Rencana pemekaran daerah di Indonesia#cite note-135
Pariwisata
Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata yang beragam, baik wisata budaya maupun wisata alam.
Wisata Budaya
Wisata budaya berupa destinasi Urang Badui yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, serta Museum Multatuli di Rangkasbitung yang berisi tentang sejarah kolonial Belanda dan peran Multatuli dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.[37]
Museum Multatuli

Museum Multatuli adalah museum yang menempati bekas bangunan untuk kantor Wedana Rangkasbitung.[38] Bangunannya telah digunakan sejak tahun 1923.[39] Nama Museum Multatuli berasal dari nama pena "Multatuli" yang nama asli dirinya yaitu Edward Douwes Dekker.[40] Ia adalah tokoh Belanda yang berperan penting dalam pengubahan pandangan terhadap kebijakan penjajahan Belanda di Hindia Belanda.[41] Multatuli menulis Max Havelaar yang membuat masyarakat Eropa mulai menyadari bahwa kekayaan yang mereka dapat merupakan hasil penderitaan di bagian lain dunia. Kesadaran ini kemudian membentuk motivasi kebijakan politik etis, di mana pemerintah kolonial Belanda berusaha untuk membayar hutang mereka kepada rakyat kolonial. Pembayaran hutang ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kepada beberapa kelas pribumi, umumnya anggota pribumi yang setia kepada pemerintah kolonial.[42]
Novel karya Multatuli yang mulai terbit pada 1860, merupakan karya yang banyak mengisahkan potret kondisi masyarakat Lebak pada masa kolonial Belanda. Gerakan politik etis dari rakyat belanda sebagai dampak novel Max havelaar inilah yang memunculkan ide terkait perlunya membayar utang budi terhdap tanah jajahan wilayah Hindia Belanda. Ide politik etis ini yang disebut menjadi awal kehancuran kolonialisme Belanda di nusantara. Khusus untuk program edukasi yang akhirnya diberikan pemerintah Belanda bagi pribumi ini yang diyakini berpengaruh pada lahirlah masyarakat terpelajar di wilayah Nusantara yang 'melek' untuk memerdekakan Indonesia seperti Soekarno, Hatta dan para pejuang terdidik lainnya.[43]

Wisata Alam
Sementara untuk wisata alam cukup beragam dimulai dari wisata di wilayah pegunungan dan wisata di wilayah dataran rendah seperti pantai, salah satunya destinasi wisata pantai adalah Desa Wisata Sawarna yang terletak di Kecamatan Bayah dan Geopark Bayah Dome.
Geopark Bayah Dome


Geopark Bayah Dome merupakan Prioritas Pariwisata Kabupaten Lebak. Geopark Bayah Dome tersebut meliputi geosite Bayah, Cilograng, Cibeber, Panggarangan, Cigemblong, Cihara, Sajira dan Curugbitung.[44] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menetapkan Kawasan Bayah Dome atau Kubah Bayah di Kabupaten Lebak sebagai Geopark yang memiliki warisan Geologi atau Geoheritage melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 164 Tahun 2022 tentang Penetapan Warisan Geoheritage kawasan Bayah Dome atau Kubah Bayah tersebut. Geopark Bayah Dome bertujuan untuk menjaga konservasi alam, melestarikan budaya, serta menjadi sumber pendapatan berbasis wisata edukasi.[45]
Sejarah Geopark Bayah Dome juga sudah tercatat sejak lama melalui tulisan seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda, Van Bemmelen membuat buku tentang Geologi Indonesia yang ia terbitkan tahun 1949. Di dalam buku itu, Van Bemmelen membahas pembentukan Kubah Bayah. Kubah ini adalah sebuah struktur atau bentang alam gunung api yang berumur Neogen sampai Kuarter (23 – 0.01 juta tahun lalu). Di kawasan Bayah Dome juga terbentuk cebakan-cebakan emas, perak, dan bahan galian logam lainnya yang bernilai ekonomis. Sehingga kawasan ini terkenal sebagai kawasan “Gold District”. Selain itu, kawasan ini juga populer sebagai tambang emas sejak zaman penjajahan. Hingga kini, aktivitas penambangan di beberapa tempat masih berlangsung.[45]
Transportasi
Stasiun kereta api
Kabupaten Lebak memiliki 3 stasiun kereta api yang masih beroperasi, di antaranya:
Selain itu, Kabupaten Lebak juga memiliki 17 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan jalur tersebut sudah tidak aktif, tetapi wacana reaktivasi jalur kereta banyak dibahas pemangku kebijakan dan menunggu keputusan pemerintah, yaitu:
- EKS Stasiun Kaduhauk
- EKS Stasiun Jalupang
- EKS Stasiun Pasung
- EKS Stasiun Kerta
- EKS Stasiun Gintung
- EKS Stasiun Malingping
- EKS Stasiun Cilangkahan
- EKS Stasiun Sukahujan
- EKS Stasiun Cihara
- EKS Stasiun Cisiih
- EKS Stasiun Karangtaraje
- EKS Stasiun Darmasari
- EKS Stasiun Gunung Mandur
- EKS Stasiun Bayah
- EKS Stasiun Pasirtangkil
- EKS Stasiun Cibuah
- EKS Stasiun Warunggunung
Terminal
Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan wilayah Kabupaten Lebak dan beberapa rute yang menghubungkan Kabupaten Pandeglang dengan Terminal Mandala.
- Terminal Mandala, Cibadak, Lebak
- Terminal Aweh, Kalanganyar, Lebak
- Terminal Malingping, Malingping, Lebak
- Terminal Bayah, Bayah, Lebak
- Terminal Cikotok, Cibeber, Lebak
Ruas jalan tol
Pendidikan
Universitas
Universitas di Kabupaten Lebak terdiri dari:
- Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
- Universitas La Tansa Mashiro Rangkasbitung
Sekolah dasar dan Menengah
| Pendidikan formal | TK atau RA | SD atau MI | SMP atau MTs | SMA atau MA | SMK | Perguruan tinggi | Lainnya | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | 2 | 780 | 149 | 30 | 5 | 0 | 2 | |||||
| Swasta | 81 | 209 | 158 | 70 | 19 | 11 | 3 | |||||
| Total | 83 | 989 | 307 | 100 | 24 | 11 | 5 | |||||
| Data sekolah di kabupaten Lebak periode 2010/2011 Sumber:[46] | ||||||||||||
Keterangan
Referensi
- ↑ "Undang-undang (UU) Nomor 115 Tahun 2024 tentang Kabupaten Lebak di Provinsi Banten". peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 4 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Luas kabupaten Lebak versi situs web resmi pemerintah kabupaten Lebak". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-26. Diakses tanggal 2010-02-16.
- 1 2 3 4 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 31 Juli 2024.
- ↑ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.banten.bps.go.id. Diakses tanggal 11 Maret 2024.
- 1 2 "10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Museum Multatuli". Historia. 14 Februari 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-22. Diakses tanggal 3 Februari 2022.
- ↑ Anugrah, Raja Syeh (8 April 2023). "Membuka Lembar Sejarah di Museum Multatuli Lebak". TelusuRI. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Affan, Heyder (2 Maret 2017). "197 Tahun Multatuli, Museum Antikolonial Pertama di Rangkasbitung". BBC. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ "Mengenal Lebak Parahiang pernah menjadi ibu kota Lebak". Idn Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 2022-07-04.
- ↑ Multatuli, Multatuli (1868). Max Havelaar. Edinburgh: Edmonston & Douglas.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Ginandar (2022). Toponimi Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Lebak. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 15. ISBN 978-623-9785-56-7.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Lasmana, H., dkk. (2022). Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerag Kabupaten Lebak Tahun 2022 (PDF). Lebak: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak. hlm. I-5.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Ginandar (2022). Toponimi Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Lebak. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 15. ISBN 978-623-978-556-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-02. Diakses tanggal 2023-05-29.
- ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 73 & 137. Diakses tanggal 14 September 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑
"RANGKASBITUNG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 14 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑
"Rangkasbitung, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 14 September 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Profil Bupati dan Wakil Bupati Lebak". Pemerintah Kabupaten Lebak. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-09. Diakses tanggal 9 November 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Ini Nama-nama Bupati Lebak Dari Pertama Hingga Sekarang". Chanel Banten. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 9 November 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen] - ↑ Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). Batavia: Landsdrukkerij. 1918. hlm. 158.
- ↑ Volksalmanak Soenda (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: Balai Pustaka. 1930. hlm. 82.
- ↑ Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië. Landsdrukkeru-Weltevreden. 1931. hlm. 339.
- ↑ Orang Indonesia Jang Terkemoeka di Djawa. Gunseikanbu. 1944. hlm. 40.
- ↑ Volksalmanak Sunda (dalam bahasa Sunda). Balai Pustaka. 1941. hlm. 49.
- ↑ Mimbar Penerangan, Volume 21. Dinas Penerbitan Direktorat Publisitas. hlm. 114-117.
- ↑ "Golkar Bukan Hanya Milik Pegawai Negeri". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1986-08-01. Diakses tanggal 2024-05-17.
- ↑ "Ekspor Perkebunan Jabar Capai 75%". Harian Neraca. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1988-11-24. hlm. 9. Diakses tanggal 2026-08-16.
- ↑ "Tak Ada Droping Calon Bupati Lebak". Berita Yudha. Bandung: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1993-09-20. hlm. 7. Diakses tanggal 2026-08-16.
- ↑ Direktori Pemerintahan RI 1998. Mitra Info. 1998. hlm. 75.
- ↑ "Mulyadi Jayabaya Terpilih Sebagai Bupati Lebak". Tempo.co. 6 November 2003. Diakses tanggal 18 Juni 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mulyadi Jayabaya Dilantik Menjadi Bupati". Tempo.co. Rangkasbitung. 15 Januari 2004. Diakses tanggal 18 Juni 2022.
- ↑ Dami, Laurens (16 Januari 2014). "Bupati dan Wakil Bupati Lebak Terpilih Akhirnya Dilantik". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 9 November 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Puskapol UI (11 November 2014). "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Banten". Diakses tanggal 13 Maret 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Administrator (2019-08-26). "50 Anggota DPRD Lebak Diambil Sumpah Dan Janji Jabatan - Fajar Banten". 50 Anggota DPRD Lebak Diambil Sumpah Dan Janji Jabatan - Fajar Banten. Diakses tanggal 2023-01-31.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ Kode Pos Kabupaten Lebak
- ↑ "Gubernur Banten Ajukan 12 Wilayah Pemekaran". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-20. Diakses tanggal 2014-08-19.
- ↑ "10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Museum Multatuli". Historia. 14 Februari 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-22. Diakses tanggal 3 Februari 2022.
- ↑ Mahatmaji, Jati (9 Maret 2025). "Mengunjungi Museum Multatuli Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa". Tempo.co. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ Novita, Mila (7 Mei 2025). "Belajar Sejarah Masa Kolonial di Museum Multatuli Rangkasbitung". Tempo.co. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ Mukhaer, Afkar Aristoteles (2 Desember 2022). "Menelisik Jejak Eduard Douwes Dekker di Museum Multatuli Rangkasbitung". National Geographic Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ Afiah, Siti Ilma (20 Juni 2024). Fachreinsyah, Dendy (ed.). "Mengenal Multatuli dan Semangat Perlawanan Terhadap Tirani". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 4 Juni 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2021-06-22). "Max Havelaar: Cerita, Kritik, dan Dampak Halaman all". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-08. Diakses tanggal 2023-05-03.
- ↑ "Max Havelaar, Novel Legendaris yang Mengguncang Belanda". Republika Online. 2019-11-01. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-05. Diakses tanggal 2023-05-03.
- ↑ "Geopark Bayah Dome Bakal Dikembangkan Jadi Prioritas Pariwisata Kabupaten Lebak | Dinas Pariwisata Provinsi Banten". dispar.bantenprov.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-20. Diakses tanggal 2023-05-03.
- 1 2 Jurnalistika (2022-12-14). "ESDM Tetapkan Kawasan Bayah Dome Jadi Geopark". Jurnalistika.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-06. Diakses tanggal 2023-05-03.
- ↑ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) wilayah kabupaten Lebak Diarsipkan 2011-05-27 di Wayback Machine.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi kabupaten Lebak
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| ||
| Kabupaten | ||
| Kota | ||
| Topik | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
- ↑ Pada masa pra-kemerdekaan, posisi wakil bupati tidak ada dalam catatan sejarah. Namun, secara tugas dan fungsinya setara dengan posisi patih ketika itu.
- ↑ Bupati Raden Tumenggung Aria Suriadiputra merangkap jabatan sebagai Wakil Presiden Bank Kabupaten Lebak (bahasa Belanda: Lebaksche Afdeelingsbank)
- 1 2 3 4 Golongan Karya merupakan organisasi sosial politik dan bukan partai politik selama kurun waktu 1971 sampai 1999. Golkar membawahi beberapa sayap organisasi, salah satunya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), sayap organisasi karyawan—istilah buruh di era Orde Baru—yang di antaranya adalah pegawai negeri sipil.[24] Pejabat ini dahulu merupakan seorang birokrat di Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat yang "dikaryakan" sebagai calon bupati dalam pemilihan di DPRD Daerah Tingkat II Lebak dan terpilih.
