Rabu, 28 Oktober 2026
15:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karta Natanegara

Karta Natanegara

politikus

Bagikan:
Kartanata Negara
R._A._Kartanata_Negara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bupati Lebakke-2
Masa jabatan
1 November 1837 –1865
PendahuluPangeran Sendjaya R. Djamil
PenggantiT. Prawirakoesoemah
Informasi pribadi
Lahir1790 (1790)
Meninggal1879 (umur 88–89)

Raden Adipati Karta Natanegara adalah Bupati Lebak ke-2 dari tahun 1830-1865 yang terkenal akan kesewenang-wenangannya yang diabadikan dalam buku Max Havelaar karya Multatuli.

Kehidupan Awal

Karta Natanegara adalah demang di Jasinga, Bogor. Perlawanan hebat Nyimas Gamparan memberikan kerugian yang besar bagi Belanda. Oleh karenanya, Belanda menerapkan kebijakan devide et impera dengan memberikan imin-iming kekuasaan di Lebak. Kartanata Negara berhasil mengeksekusi tugas tersebut dan menjadi Bupati Lebak ke-2 dimana Belanda memaksa Pangeran Sendjaya R. Djamil untuk turun jabatan.[1]

Bupati Lebak

Pada masa pemerintahanya, Ibukota Kabupaten Lebak berpindah tempat dari Warunggunung ke Rangkasbitung pada tahun 1851.[2] Rakyat Lebak mengalami penderitaan dan penindasan pada masa Bupati Kartanata Negara. Sebelum Multatuli menjadi asisten residen, Kartanata Negara sudah terkenal akan kekejamanya dan asisten residen sebelumnya, C.E.P Carolous melaporkan tindakanya ke Residen Banten dan tidak digubris. Anak buah bupati mengambil paksa kerbau-kerbau rakyat tanpa dibayar kepada pemilik kerbau, merampas sawah rakyat untuk memeneuhi kebutuhan bupati. Pada kedatangan kerabat Bupati Lebak yaitu, R.A Kusumaningrat, Kartanata Negara melaksanakan kerja paksa untuk membersihkan rumput di kediaman bupati dalam mempersiapkan penyambutan. Karena tindakan sewenang-wenang, Multatuli melaporkan ke atasanya. Namun sayangnya, laporan tersebut ditanggapi dan Multatuli direncanakan untuk dimutasi ke Ngawi. Banyak Penduduk Lebak yang melarikan diri ke Lampung untuk bergabung dengan pemberontakan karena tindakannya.[3]

Referensi

  1. ↑ Adriansjah, Noer. "Nyimas Gamparan, Perempuan Perkasa Banten yang Terlupakan". Diakses tanggal 2020-01-19.
  2. ↑ "SEJARAH KABUPATEN LEBAK". Diakses tanggal 2020-01-19.
  3. ↑ Dekker, Eduard Douwes (1972). Max Havelaar (dalam bahasa Belanda). Diterjemahkan oleh Jassin. Jakarta: Djambatan.{{cite book}}: |translator= and |translator-last= ditentukan lebih dari satu kali
Jabatan politik
Didahului oleh:
Pangeran Sendjaya R. Djamil
Bupati Lebak
1830-1865
Diteruskan oleh:
T. Prawirakoesoemah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan