Jumat, 16 Oktober 2026
01:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Owa jawa

Owa jawa

Bagikan:
Owa jawa
250px-Owa_Jawa%2C_Sang_Pesinden_Yang_Terancam_Punah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
H. moloch
Nama binomial
Hylobates moloch
(Audebert, 1798)
250px-Silvery_Gibbon_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim
  • Pithecus cinereus Cuvier, 1797 (preoccupied)
  • Simia moloch Audebert, 1799[2] (basionym)
  • Simia leucisca Schreber, 1799
  • Hylobates javanicus Matschie, 1893
  • Hylobates lar pongoalsoni Sody, 1949[3]
Artikel takson sembarang

Owa jawa (Hylobates moloch) adalah sejenis primata anggota famili Hylobatidae. Dengan populasi tersisa sekitar 4.000 ekor saja, kera ini adalah spesies owa yang paling langka di dunia. Owa jawa menyebar terbatas (endemik) di pulau Jawa bagian barat dan tengah.

Morfologi

Owa jawa tidak memiliki ekor, dan tangannya relatif panjang dibandingkan dengan besar tubuhnya. Tangan yang panjang ini diperlukannya untuk berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi, tempatnya beraktivitas sehari-hari. Warna tubuhnya keabu-abuan, dengan sisi atas kepala lebih gelap dan wajah kehitaman.

Kebiasaan dan penyebaran

Owa jawa adalah hewan diurnal dan arboreal, sepenuhnya hidup di atas tajuk pepohonan. Terutama memakan buah-buahan, daun dan bunga-bungaan, kelompok kecil owa jawa menjelajahi kanopi hutan dengan cara memanjat dan berayun dari satu pohon ke lain pohon dengan mengandalkan kelincahan dan kekuatan lengannya. Berat tubuhnya rata-rata mencapai 8 kg.

Sistem sosial

Kera ini hidup dalam kelompok-kelompok kecil semacam keluarga inti, terdiri dari pasangan hewan jantan dan betina, dengan satu atau dua anak-anaknya yang masih belum dewasa. Owa jawa merupakan pasangan yang setia, monogami. Rata-rata owa betina melahirkan sekali setiap tiga tahun, dengan masa mengandung selama 7 bulan. Anak-anaknya disusui hingga usia 18 bulan, dan terus bersama keluarganya sampai dewasa, yang dicapainya pada umur sekitar 8-10 tahun. Owa muda kemudian akan memisahkan diri dan mencari pasangannya sendiri.

Kelompok ini akan berupaya mempertahankan teritorinya, biasanya luasnya mencapai 20-40 hektare, dari kehadiran kelompok lain. Pagi-pagi sekali, dan juga di waktu-waktu tertentu di siang dan sore hari, owa betina akan memperdengarkan suaranya untuk mengumumkan wilayah teritorial keluarganya. Dari suara yang bersahut-sahutan antar kelompok, dan terdengar hingga jarak yang jauh ini, para peneliti dapat memperkirakan jumlah kelompok owa yang ada, dan selanjutnya menduga jumlah individunya.

Suara owa jawa betina memiliki suara khas seperti alunan lagu, yang berfungsi untuk menandai kekuasaan teritori, menarik perhatian pasangan, dan berkomunikasi dengan kelompok owa lain. Suara tersebut terdengar merdu dan khas. Sementara itu, suara owa jawa jantan relatif lebih statis dibandingkan suara owa jawa betina.[4]

Audio luar
Suara owa jawa

Penyebaran

Spesies ini hanya didapati di bagian barat dan tengah Pulau Jawa, yakni di hutan-hutan dataran rendah dan hutan pegunungan bawah, seperti di wilayah Gunung Slamet jajaran Pegunungan Dieng, Pekalongan, Gunung Halimun-Salak, jajaran pegunungan Sanggabuana wilayah Karawang, Purwakarta dan Cianjur bagian utara.

Subspesies

Ada subspesies dari owa jawa, yakni:[5]

  • Owa jawa barat, Hylobates moloch moloch; dan
  • Owa jawa tengah, Hylobates moloch pongoalsoni

Konservasi

Hylobates moloch tergolong salah satu primata yang paling terancam kepunahan. Organisasi konservasi dunia IUCN memasukkannya ke dalam kategori Genting (EN, endangered),[1] dengan peluang sebesar 50% bahwa hewan ini akan dapat punah dalam satu dekade mendatang.[6] Ancaman kepunahan terutama datang dari hilangnya habitat akibat pembukaan hutan untuk berbagai keperluan. Di samping itu, anak-anak owa kerap ditangkapi (jika perlu dengan membunuh induknya lebih dulu) untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai hewan timangan bergengsi.[6]

Di Indonesia, owa jawa telah dilindungi oleh Undang-undang Perlindungan Binatang Liar (Dierenbescherming-ordonnantie) semenjak tahun 1931.

Galeri foto

  • Owa jawa betina dan anaknya
    Owa jawa betina dan anaknya
  • Owa Jawa Solo Safari
    Owa Jawa Solo Safari
  • Struktur rangka owa jawa
    Struktur rangka owa jawa

Catatan kaki

  1. 1 2 "Hylobates moloch". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2008. Diakses tanggal 4 Januari 2009. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Audebert, J.-B. 1799. Histoire naturelle des singes et des makis: 3 (Fam. I, sect. II), Pl. 2. Paris: Chez Desray, Libraire.
  3. ↑ Sody, H.J.V. 1949. Notes on some Primates, Carnivora and the babirusa from the Indo-Malayan and Indo-Australian regions. Treubia 20: 121-190. (abstrak)
  4. ↑ Pradipta Pandu Mustika (13 Mei 2025) "Rahayu Oktaviani Terpikat Suara Owa Jawa" Kompas. hal 16
  5. ↑ Geissmann, Thomas. "Gibbon Systematics and Species Identification". Diakses tanggal 2006-04-13.
  6. 1 2 "The Silvery Gibbon Project". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-26. Diakses tanggal 2007-12-11.

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Silvery Gibbon.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan