Kamis, 22 Oktober 2026
16:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kuil leluhur

Kuil leluhur

tempat pemujaan yang didedikasikan untuk menghormati leluhur dan nenek moyang dalam budaya Tionghoa.

Bagikan:
Kuil Leluhur
祠堂 (Cítáng) (Mandarin)
宗祠 (Zōngcí) (Mandarin)
330px-The_Halberd_Gate_at_the_Imperial_Ancestral_Temple.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuil Leluhur tradisional Tionghoa di Fujian, Tiongkok
Agama
AfiliasiKepercayaan tradisional Tionghoa, Konfusianisme, Taoisme, Buddhisme
DewaRoh leluhur marga/klan
StatusAktif
Lokasi
Arsitektur
TipeArsitektur Tionghoa tradisional
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Kuil Leluhur (Hanzi:祠堂; Pinyin:Cítáng atau Hanzi:宗祠; Pinyin:Zōngcí) adalah tempat pemujaan yang didedikasikan untuk menghormati leluhur dan nenek moyang dalam budaya Tionghoa. Kuil ini biasanya dimiliki oleh suatu marga atau klan keluarga tertentu dan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya bagi anggota klan.[1]

Fungsi dan Signifikansi

Kuil Leluhur memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat tradisional Tionghoa:

  • Pemujaan Leluhur: Tempat untuk melakukan ritual penghormatan kepada nenek moyang, terutama selama hari-hari festival seperti Qingming dan Chongyang.[2]
  • Penyatuan Klan: Berfungsi sebagai simbol persatuan bagi anggota marga yang sama, memperkuat ikatan kekeluargaan.[3]
  • Pendidikan: Sering menjadi tempat pembelajaran nilai-nilai konfusian dan sejarah keluarga.[1]
  • Penyimpanan Silsilah: Menyimpan catatan silsilah keluarga (族譜 zúpǔ) yang mendokumentasikan garis keturunan klan.[3]

Arsitektur

Kuil Leluhur umumnya dibangun dengan gaya arsitektur Tionghoa tradisional, dengan ciri khas:

  • Gerbang utama dengan ukiran kaligrafi nama marga
  • Aula utama yang berisi tablet leluhur
  • Altar persembahan
  • Ruang pertemuan untuk acara klan
  • Tiang bendera (biasanya di depan kuil)

Kuil-kuil besar sering dihiasi dengan ukiran kayu rumit, lukisan dinding, dan patung-patung simbolis.[4]

Distribusi Geografis

Kuil Leluhur tersebar di berbagai wilayah dengan populasi Tionghoa, termasuk:

Lihat Juga

Referensi

  1. 1 2 Thompson, Laurence G. (1996). Chinese Religion: An Introduction (Edisi 5th). Wadsworth Publishing Company. hlm. 34–38. ISBN 978-0534255368.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  2. ↑ Watson, James L. (1988). "The Structure of Chinese Funerary Rites". Death Ritual in Late Imperial and Modern China: 12–15.
  3. 1 2 Ebrey, Patricia Buckley (1991). Confucianism and Family Rituals in Imperial China. Princeton University Press. hlm. 89–93. ISBN 978-0691034155.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  4. ↑ Knapp, Ronald G. (1989). China's Traditional Rural Architecture. University of Hawaii Press. hlm. 112–120. ISBN 978-0824811856.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan