Rabu, 21 Oktober 2026
05:02 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kimia Farma

Kimia Farma

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Kimia Farma (Persero) Tbk
250px-Kimia_Farma_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Kimia_Farma_%2827435027015%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu apotek milik Kimia Farma di Bandung
Nama sebelumnyaPerusahaan Negara Farmasi dan Alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma (1969–1971)
JenisPerseroan terbatas
BEI: KAEF
IndustriFarmasi
Kantor pusat
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Verdi Budidarmo[1]
(Direktur Utama)
Abdul Kadir[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
  • Marcks
  • Enkasari
  • Batugin
  • Fitocare
  • Marvee
  • Salicyl
  • Antifect
Layanan
PendapatanRp 10,006 triliun (2020)[3]
Rp 20,426 miliar (2020)[3]
Total asetRp 17,563 triliun (2020)[3]
Total ekuitasRp 7,106 triliun (2020)[3]
PemilikPT Bio Farma (Persero) (89,89%)
Publik (10,11%)
Jumlah karyawan
11.891 (2020)[3]
Situs webwww.kimiafarma.co.id Sunting ini di Wikidata

PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah anak usaha dari Bio Farma yang berbisnis di bidang farmasi. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 12 pabrik, 1.278 apotek, 451 klinik kesehatan, 75 laboratorium klinik, 10 optik, dan 3 klinik kecantikan yang tersebar di seantero Indonesia.

Perusahaan ini juga memiliki 18 gerai ritel di Arab Saudi. Sediaan farmasi dan bahan baku obat buatan perusahaan ini pun telah diekspor ke India, Malaysia, Maladewa, Kenya, Yaman, Hong Kong, dan Filipina[3][4]

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1960 saat pemerintah Indonesia menasionalisasi belasan perusahaan farmasi.[5]

Nasionalisasi dan Penggabungan Perusahaan Farmasi Belanda di Indonesia[5]
Pra-nasionalisasi Nasionalisasi Ref
N.V. Indonesische Combinatie voor Chemische Industrie PN Bhinneka Kina Farma [6]
N.V. Bandoengsche Kinine Fabriek
N.V. Jodium Onderneming Watoedakon
P.T. Nakula (d/h N.V. "Bavosta", d/h N.V. Bataviasche Volks & Stads Apotheek) PN Nakula Farma [7]
N.V. Multipharma
P.T. Pharmaceutical Work "PANAK" Ltd.
Apotheek "de Vijzel"
Apotheek "De VOS"
Apotheek "MALANG" C.V.
N.V. Chemicalienhandel Rathkamp & Co PN Raja Farma [8]
N.V. Pharmacautische Handelsvereniging "De Gedeh"
Chemicalienhandel en Mineraalwaterfabriek "Sukabumi"
N.V. Nederland Apotheek
N.V. Buitensorgsche Apotheek
N.V. Apotheek en Chemicaliënhandel E. Pluribus Unum
PT Rajawali Pharmaceutical
Pabrik Obat "Isamij"
Apotek "Jakarta"
N.V. Saridele PN Sari Husada [9]

Pada tahun 1969, keempat perusahaan tersebut digabung untuk membentuk PN Bhinneka Kimia Farma.[10] Pada bulan Agustus 1971, status perusahaan ini diubah menjadi persero dengan nama “PT Kimia Farma”.[11] Pada tahun 1972, bersama Tigaraksa Satria, perusahaan ini mendirikan PT Sari Husada untuk mengelola bekas pabrik susu milik PN Sari Husada. Pada tahun 1992, Tigaraksa Satria resmi memegang mayoritas saham PT Sari Husada. Pada bulan Juli 2001, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 2003, perusahaan ini menjadikan Unit Bisnis Perapotekan sebagai modal untuk mendirikan PT Kimia Farma Apotek. Pada tahun 2010, perusahaan ini mengalihkan Unit Bisnis Laboratorium Klinik ke PT Kimia Farma Diagnostika.[12]

Pada tahun 2018, perusahaan ini berekspansi ke Arab Saudi dengan mendirikan Kimia Farma Dawaa.[3][4] Pada bulan Maret 2019, perusahaan ini mengakuisisi 56,77% saham Phapros dari Rajawali Nusantara Indonesia dengan harga Rp 1,361 triliun.[13] Pada tahun 2020, pemerintah resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Bio Farma sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang farmasi.[14] Perusahaan ini kemudian mengalihkan klinik kesehatan miliknya ke Kimia Farma Diagnostika.

Penghargaan

  • PT Kimia Farma meraih penghargaan Kategori Industri Kesehatan dalam acara Indonesia Most Acclaimed Company 2022 with Outstanding Innovations of Health Product and Services.[15]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Kimia Farma Tbk. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Kimia Farma Tbk. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Kimia Farma Tbk. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-11-02. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  4. 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Kimia Farma Tbk. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  5. 1 2 "Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 1960" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  6. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 85 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  7. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 84 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  8. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 81 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  9. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 83 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  10. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 1969" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  11. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 1971" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
  12. ↑ Wibowo, Arinto Tri (13 November 2009). "Kimia Farma Dirikan Perusahaan Diagnostika". Viva. Diakses tanggal 1 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Dinisari, Mia Chitra (27 Maret 2019). Alfi, Azizah Nur (ed.). "KAEF Akuisisi Phapros Senilai Rp1,361 Triliun". Bisnis.com. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
  14. ↑ Ismoyo, Bambang (6 Februari 2020). "Usai Terbentuk, Holding BUMN Farmasi Berambisi Jadi Pemain Global". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
  15. ↑ Genpi, YASSERINA (23 Mei 2022). "Berinovasi di Bidang Digital, 103 Perusahaan Raih Penghargaan". Genpi.co. Diakses tanggal 23 Mei 2022.

Pranala luar

Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
Digabung ke/dengan
BUMN lain
Dijual ke swasta
Diubah statusnya
Dibubarkan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan