| Marsekal Kekaisaran Jean-Baptiste Jourdan | |
|---|---|
| Julukan | Pemenang Fleurus[1][2] |
| Lahir | 29 April 1762 (1762-04-29) Limoges, Prancis |
| Meninggal | 23 November 1833 (1833-11-24) (umur 71) Paris, Prancis |
| Pengabdian | France |
| Dinas/cabang | Grande Armée |
| Pangkat | Marsekal Kekaisaran |
| Perang/pertempuran | |
| Penghargaan | Grand Cross of the Legion of Honour Grand Cross of the Order of Saint Hubert Grand Dignitary of the Royal Order of the Two-Sicilies Knight of the Order of Saint Louis Knight of the Order of the Holy Spirit[3] |
| Tanda tangan | |
Jean-Baptiste Jourdan, Count Jourdan ke-1 (bahasa Inggris: /ʒʊərˈdɑːn/ zhoor-DAHN, Prancis:[ʒɑ̃batistʒuʁdɑ̃]; 29 April 1762 – 23 November 1833) adalah seorang komandan militer Prancis yang bertugas selama Perang Revolusi Prancis dan Perang Napoleon. Ia diangkat sebagai Marsekal Kekaisaran oleh Kaisar Napoleon I pada tahun 1804. Ia juga merupakan seorang politisi Jacobin pada masa pemerintahan Direktori dalam Revolusi Prancis, serta menjabat sebagai anggota Dewan Lima Ratus antara tahun 1797 dan 1799.[4]
Sebagai salah satu komandan paling sukses di Angkatan Darat Revolusioner Prancis, Jourdan paling dikenang dalam masa Revolusi karena memimpin pasukan Prancis meraih kemenangan telak atas Koalisi Pertama dalam Pertempuran Fleurus, selama kampanye Flandria.[5] Di masa Kekaisaran, ia dianugerahi gelar Marsekal oleh Napoleon dan terus memegang jabatan militer, namun mengalami kekalahan telak dalam Pertempuran Vitoria yang mengakibatkan hilangnya Spanyol secara permanen bagi Kekaisaran tersebut. Pada tahun 1815, ia berdamai dengan rezim Restorasi Bourbon, kemudian mendukung Revolusi Juli, dan pada tahun-tahun terakhir hidupnya menjabat sebagai gubernur Hôtel des Invalides.
Kehidupan awal

Jourdan lahir di Limoges, di provinsi Limousin, pada tanggal 29 April 1762. Ia merupakan satu-satunya anak yang bertahan hidup dari pasangan Roch Jourdan, seorang ahli bedah yang berasal dari Meyrargues, dan Jeanne Foreau-Franciquet. Ibunya meninggal saat melahirkannya ketika ia berusia dua tahun, dan setelah diasuh oleh ayahnya selama beberapa tahun, Jourdan dititipkan dalam perawatan seorang pamannya, Abbé Laurent Jourdan—seorang pastor paroki yang mengelola sebuah sekolah asrama di Beaurecueil, Provence. Ayahnya meninggal dunia saat ia berusia sembilan tahun, sekitar tahun 1771, meninggalkan Jourdan sebagai seorang yatim piatu yang hidup dalam kemiskinan.[6]
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah di Beaurecueil, pada usia lima belas tahun Jourdan dikirim ke perawatan pamannya yang lain, Jean-François Jourdan, seorang pedagang kain di Lyon dan majikan yang disiplin. Bekerja sebagai juru tulis magang di toko pakaian, Jourdan bertahan selama sekitar satu tahun di Lyon sebelum mendaftar di tentara Kerajaan pada tahun 1778,[7] bergabung dengan resimen Auxerrois yang ditempatkan di Île de Ré, yang dipersiapkan untuk bertugas dalam Perang Kemerdekaan Amerika.[8]
Perang Revolusi Amerika
Jourdan menghabiskan sisa tahun itu bersama resimen di Île de Ré sebelum berangkat untuk berperang di Amerika. Ia pertama kali terlibat dalam pertempuran saat penaklukan Granada pada pertengahan tahun 1779. Beberapa bulan kemudian resimen Auxerrois berada di bawah komando Comte d'Estaing dan dalam penugasan ini, Jourdan tak lama kemudian turut serta dalam serangan yang berakhir nahas saat Pengepungan Savannah pada bulan Oktober 1779. Selama tahun-tahun berikutnya, ia bertugas di Hindia Barat. Ia ambil bagian dalam upaya mempertahankan Pulau Saint Vincent—yang baru saja direbut—pada tahun 1780, serta dalam invasi ke Tobago pada tahun 1781.[9]
Selama masa tugasnya di Hindia Barat, Jourdan jatuh sakit akibat kondisi yang secara resmi didiagnosis sebagai hernia—meskipun kemungkinan besar itu adalah penyakit usus—dan gangguan kesehatan tersebut terus menyertainya sepanjang sisa karier militernya. Akibat kondisi kesehatan yang buruk ini, ia melewatkan sebagian besar kampanye militer tahun 1782 dan baru kembali bergabung dengan pasukan pada akhir tahun tersebut.[9]
Kembali ke Limoges
Pada Juli 1784, Jourdan dikeluarkan dari dinas militer di Verdun.[9] Setelah beberapa masa tanpa pekerjaan, ia kembali ke kampung halamannya di Limoges dimana ia menemukan pekerjaan di toko pedagang kain. Disana ia menjadi pegawai yang handal yang sangat membuat bosnya terkesan. Ia menikahi kakak perempuan bosnya, Jeanne Nicolas Avanturier, di Limoges pada 22 Januari 1788 dan pernikahan tersebut dikaruniai 6 orang anak.[10]
Perang Koalisi Kedua
Konsulat
Melanjutkan karir politiknya, Jourdan dipilih kembali menjadi anggota Dewan Lima Ratus, Jourdan dengan upaya sia-sia mencoba menghalau upaya Napoleon dalam Kudeta 18 Brumaire. Karena tidak mendukung kudeta Napoleon, Jourdan dikeluarkan dari dewan tersebut dan untuk sementara dipenjarakan di Charente-Inférieure. Namun, Jenderal François Joseph Lefebvre meminta Napoleon untuk mengampuni Jourdan atas jasa militernya.[11] Napoleon mengabulkan permintaan Lefebvre dan membebaskan Jourdan, serta memberinya jabatan sebagai Inspektur Jenderal Infanteri dan Kavaleri pada 21 Januari 1800 dan menjadi perwakilan kepentingan Prancis di Republik Cisalpina.[12]
Perang Napoleon
Marsekal Kekaisaran
Pada 19 Mei 1804, Napoleon mengangkat Jourdan sebagai Marsekal Kekaisaran dan ditempatkan pada posisi ke-4 dalam urutan prioritas. Saat itu, Jourdan berada di Italia saat mendengar berita pengangkatannya.[13] Ia dijemput ke Paris oleh kusir kekaisaran saat acara penobatan Napoleon.[14] Napoleon mengangkat Jourdan sebagai marsekal untuk menarik simpati perwira militer berhaluan Jacobin ketimbang pengakuan karir militer Jourdan.[11] Ia adalah salah satu marsekal Freemason di angkatan darat Prancis.[15] Ia tetap di Italia sampai pada tahun 1806.
Ia juga diberikan penghargaan Légion d'honneur tingkat Grande-Croix dan diberikan panji elang kekaisaran atas Satuan Militer ke-11 pada 2 Februari 1805.[16] Ia memimpin manuver di kamp Castiglione saat penobatan Napoleon sebagai Raja Italia.[17] Jourdan protes tanpa henti kepada kaisar ketika komandonya sebagai panglima di Italia diberikan kepada André Masséna[18] namun ia tetap tidak diberikan komando apapun sampai akhir 1805.[19] Pada 1806, Joseph Bonaparte yang diangkat sebagai Raja Napoli mengangkat Jourdan sebagai penasehat militer dan Gubernur Napoli.[16] Keduanya menjadi teman yang akrab. Joseph berencana untuk menginvasi Kerajaan Dua Sisilia dengan Jourdan mengambil komando tetapi rencana tersebut akhirnya dibatalkan.[20] Setelah mengetahui bahwa dirinya akan menjadi Raja Spanyol, Joseph menganugerahkan penghargaan Order of the Two Sicilies kepada Jourdan, disertai dengan sejumlah 300.000 dukat.[21]
Jourdan pernah meminta gelar Adipati Fleurus atas jasanya dalam Pertempuran Fleurus namun ditolak oleh Napoleon karena rasa ketidakpercayaannya terhadap kesetiaan Jourdan. Dalam percakapan pribadi dengan Marsekal Jean Lannes, Napoleon berkata:
Gelar dia [Jourdan] bakal terdengar lebih indah dibandingkan punya saya karena saya sendiri tidak pernah memenangkan pertempuran yang menyelamatkan bangsa.[22]
Spanyol
Pada 1808, Jourdan pergi ke Spanyol untuk menjadi jenderal militer Joseph Bonaparte yang baru dilantik sebagai Raja Spanyol. Namun taktha Joseph sebagai raja Spanyol sangat rawan dan harus dijaga oleh Grande Armée dan selama Perang Semenanjung perintah Jourdan maupun Joseph sering kali dilawan oleh rekan marsekalnya yang merasa bahwa mereka hanya akan tunduk kepada perintah Kaisar.[23][24][12] Joseph yang tidak cakap dalam strategi militer terpaksa harus mengambil komando sebagai panglima dalam beberapa kesempatan, sering kali berakhir dengan sangat buruk.[23] Di saat-saat seperti itu, Jourdan melangkah maju menutupi kekurangan Joseph. Jourdan khawatir dengan manuver pasukan Inggris dan Spanyol pimpinan Arthur Wellesley yang baru saja mengalahkan Marsekal Soult di Porto.[25] Jourdan dapat meyakinkan raja untuk membiarkan pasukan musuh untuk bergerak menuju Madrid supaya dapat mengepung mereka dengan bantuan pasukan Soult yang akan menyerang dari utara.[26] Tetapi strategi Jourdan tidak berjalan mulus sesuai rencana karena pada Pertempuran Talavera, strategi tersebut hancur karena sikap tidak sabar dari Marsekal Victor yang mendapatkan izin dari Joseph untuk menyerang pasukan Inggris yang bertahan di sebuah bukit.[27] Setelah bertempur selama tiga hari melawan Prancis, Wellesley berhasil kabur dengan kekalahan minimal.[28]
Frustasi dan merasa tidak dihargai oleh rekannya, Jourdan mengajukan permintaan pengunduran diri kepada Napoleon yang ia terima pada Oktober 1809 dan kemudian berdiam diri di kediamannya di Seine-et-Oise. Ia tinggal bersama keluarganya sampai dengan tahun 1811 ketika Napoleon hendak menginvasi Rusia. Napoleon memerintahkan Jourdan kembali ke Spanyol atas permintaan Joseph karena perseteruannya dengan Marsekal Soult yang semakin menjadi-jadi.[29][30] Pada periode kedua inilah terjadi penarikan mundur dari Madrid—tempat ia menjabat sebagai gubernur sejak 11 Juli 1811—serta berlangsungnya Pertempuran Vitoria. Setelah kekalahan Marsekal Soult di Pertempuran Salamanca pada Juli 1812, Joseph dan Jourdan berencana untuk meninggalkan Madrid menuju Valensia. Pasukan Jourdan dan Joseph bergabung dengan pasukan Soult yang baru mengevakuasi Andalusia dan berhasil memukul pasukan Wellington dari Madrid setelah Pengepungan Burgos dan mengusir pasukan Wellington kembali ke Portugal.
Pada 1813, Wellington kembali menyerang Spanyol dengan pasukan yang besar dan terdisiplin dan berulang kali kerap mengalahkan manuver Prancis. Wellington memaksa Joseph dan Jourdan untuk berperang di Pertempuran Vitoria. Joseph, yang berhasrat untuk menghadapi musuh, mengabaikan saran Jourdan agar ia menunggu bala bantuan dan mengirimkan konvoi yang membawa rombongan istana serta perbendaharaannya ke Prancis.[31] Jourdan yang saat itu sakit tidak dapat mengambil komando pertempuran,[31] sehingga pertempuran tersebut berakhir dengan kekalahan fatal terhadap Prancis. Bahkan, Jourdan kehilangan tongkat komandonya ketika kereta kusir Joseph diserang oleh pasukan Inggris.[32] Menilai pertempuran tersebut, Napoleon menyalahkan kekalahan Prancis terhadap Jourdan dan memaksanya untuk pensiun.[33]
Jourdan patut disalahkan atas kekalahan di Vitoria pada hari tersebut namun saat itu secara de facto dan de jure Jourdan tidak mengambil komando maka kesalahannya menjadi bahan kontradiksi.
Setelah Vitoria
Setelah kekalahan di Pertempuran Vitoria, Jourdan kembali ke Prancis dan tidak mendapatkan komando militer penting. Namun Napoleon tetap memberikan komando pasukan terhadap Divisi ke-19, komando yang ia pegang bahkan setelah Restorasi Bourbon.[23]
Pada 3 April 1814, ia menyatakan kesetiaannya kepada Wangsa Bourbon dan atas tindakannya ia diberikan penghargaan Ksatria dari Ordo Santo Louis pada 2 Juni dan kemudian ia pensiun dari dinas militer. Pada 26 Maret 1815, Napoleon yang kembali merebut kekuasaan menunjuk Jourdan sebagai anggota Dewan Bangsawan. Napoleon juga mengutusnya ke Besançon sebagai gubernur dan komandan Divisi Militer ke-6.[23][34]
Akhir kehidupan

Jourdan kembali tunduk kepada Wangsa Bourbon setelah kekalahan Napoleon di Pertempuran Waterloo. Ia memimpin sebuah majelis pengadilan yang mengadili Marsekal Michel Ney dan yang terhadapnya ia menyatakan dirinya tidak berwenang. Ia menolak memimpin majelis pengadilan baru yang menjatuhkan hukuman mati terhadapnya.
Selama kehidupannya, Jourdan diberikan gelar comte pada 1804, Bangsawan pada 1819 dan pada 1816 ia diangkat sebagai Gubernur Grenoble. Pada 1817, ia diberi komando pasukan Divisi Militer ke-7. Jourdan juga kembali aktif di dunia politik. Jourdan adalah penentang terkemuka kaum reaksioner royalis dan mendukung Revolusi 1830. Setelah peristiwa tersebut, ia sempat memegang jabatan menteri luar negeri selama beberapa hari[35] dan kemudian menjadi gubernur Hôtel des Invalides,[35] sebuah jabatan yang dipegangnya hingga akhir hayatnya. Jourdan meninggal dunia di Paris pada tanggal 23 November 1833 dan dimakamkan di Les Invalides.[12]
Napoleon Bonaparte yang diasingkan ke Saint Helena merenungkan Jourdan:
Saya sungguh telah memperlakukan pria itu dengan sangat buruk... Saya senang mengetahui bahwa sejak kejatuhan saya, ia senantiasa bersikap dengan cara yang terbaik. Dengan demikian, ia telah memberikan contoh akan keluhuran budi yang patut dipuji, yang membedakan seseorang dari yang lainnya. Jourdan adalah patriot sejati; dan itulah jawaban atas banyak hal yang telah dikatakan tentang dirinya.[36]
Evaluasi
Jourdan adalah satu-satunya Marsekal Kekaisaran selain André Masséna yang pernah diberikan penghargaan "Penyelamat Tanah Air" atas kemenangannya di Pertempuran Fleurus.[37] Kendati demikian, Jourdan tidak pernah menerima pelatihan militer yang memadai; hal ini sebagian menjelaskan kurangnya rasa percaya diri yang ia tunjukkan dalam pertempuran-pertempuran awalnya. Di Wattignies, ia tampak kewalahan menghadapi tanggung jawabnya, dan hanya kehadiran Carnot di sisinya yang memungkinkannya meraih kemenangan telak.[38] Meskipun pada awalnya ia meraih keberhasilan saat menghadapi para jenderal "aliran lama" yang lebih berpengalaman—dalam pertempuran yang menyerupai bentrokan frontal Abad Pertengahan—bakatnya tidak memadai untuk mengalahkan para komandan yang lebih cakap seperti Karl dari Austria-Teschen atau Arthur Wellesley.[39]
Namun Pertempuran Fleurus dimenangkan oleh Prancis bukan karena taktik yang handal oleh Jourdan, melainkan kepribadiannya dan, khususnya, karena penggunaan cadangannya yang bijaksana, yang memungkinkannya untuk turun tangan di area paling kritis di medan perang.[40] Bagi Richard Dunn-Pattison, "kemenangan itu diraih berkat keberanian moral saat ia [Jourdan] mengerahkan pasukan cadangan terakhirnya ke dalam pertempuran."[41] Ahli yang sama menyebutnya tak lama kemudian sebagai "salah satu jenderal paling brilian dari Prancis era republik."[42] Sejarawan militer Amerika John R. Elting menggambarkannya sebagai sosok yang "berani, energik, percaya diri, memiliki kemampuan organisasi, serta berwatak keras kepala," yang tahu cara memanfaatkan keunggulan jumlah pasukannya untuk meraih kemenangan meskipun memiliki gaya komando yang cenderung kurang terpadu.[43] Karena dikelilingi oleh perwira seperti Lefebvre, Marceau dan Kleber,[44] Jourdan juga memiliki rasa empati yang kuat terhadap pasukan bawahannya, sebuah karakter yang cukup langka dikalangan jenderal-jenderal pada masa itu.[45] Selama revolusi, dengan bantuan kepala stafnya Jean Ernouf, Jourdan terjun ke medan perang mengomando pasukan yang terbengkalai akan perlengkapannya.[46][47] Tindakan tersebut meraih rasa hormat prajuritnya.[45]
Napoleon di St. Helena memberi evaluasi terhadapnya,
Jenderal Jourdan sangat berani di medan tempur, saat menghadapi musuh di tengah hujan peluru; namun, ia tidak memiliki keteguhan mental di saat suasana tenang pada pukul dua dini hari. Ia tidak kekurangan wawasan ataupun kemampuan intelektual, tetapi ia adalah sosok yang bimbang dan memegang prinsip-prinsip peperangan yang sangat keliru.[48]
Referensi
- ↑ Lanfrey 1871, hlm. 362. sfn error: tanpa target: CITEREFLanfrey1871 (bantuan)
- ↑ Broers 2004, hlm. 92. sfn error: tanpa target: CITEREFBroers2004 (bantuan)
- ↑ Nadaud, Joseph. Lecler, André (ed.). Nobiliaire du diocèse et de la généralité de Limoges (dalam bahasa Prancis). Vol. 2. hlm. 583.
- ↑ "Jean-Baptiste Jourdan". Assemblée nationale. Diakses tanggal 3 Februari 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fischer 1978, hlm. 224–225. sfn error: tanpa target: CITEREFFischer1978 (bantuan)
- ↑ Fischer 1978, hlm. 1–2. sfn error: tanpa target: CITEREFFischer1978 (bantuan)
- ↑ Fischer 1978, hlm. 3. sfn error: tanpa target: CITEREFFischer1978 (bantuan)
- ↑ Cougny 1891, hlm. 435. sfn error: tanpa target: CITEREFCougny1891 (bantuan)
- 1 2 3 Fischer 1978, hlm. 5. sfn error: tanpa target: CITEREFFischer1978 (bantuan)
- ↑ Fischer 1978, hlm. 6–7. sfn error: tanpa target: CITEREFFischer1978 (bantuan)
- 1 2 Capelle & Demory 2008, hlm. 22 harv error: tanpa target: CITEREFCapelleDemory2008 (bantuan).
- 1 2 3 Chisholm 1911. sfn error: tanpa target: CITEREFChisholm1911 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 540. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2013, hlm. 541-542. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Les Francs-maçons de la Grande armée sur le site Histoire pour tous
- 1 2 Six 1934, hlm. 609. sfn error: tanpa target: CITEREFSix1934 (bantuan)
- ↑ Hulot 2013, hlm. 542-543. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Hulot 2013, hlm. 543-544. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 226. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 229. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑ Hulot 2013, hlm. 553. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 212. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- 1 2 3 4 Capelle & Demory 2008, hlm. 27 harv error: tanpa target: CITEREFCapelleDemory2008 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 218. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 222. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 224. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 229. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 231. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 236. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Glover-Chandler, pp 164-165
- 1 2 Hulot 2010, hlm. 253 harv error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 255. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 257. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- ↑ Hulot 2010, hlm. 269. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2010 (bantuan)
- 1 2 Capelle & Demory 2008, hlm. 21 harv error: tanpa target: CITEREFCapelleDemory2008 (bantuan)
- ↑ Glover-Chandler, p 168
- ↑ Hulot 2013, hlm. 483 et 611. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 293 et 294. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 294 et 295. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 121 et 122. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑ Dunn-Pattison 1909, hlm. 254. sfn error: tanpa target: CITEREFDunn-Pattison1909 (bantuan)
- ↑ Dunn-Pattison 1909, hlm. 255. sfn error: tanpa target: CITEREFDunn-Pattison1909 (bantuan)
- ↑ Elting 1997, hlm. 134. sfn error: tanpa target: CITEREFElting1997 (bantuan)
- ↑ Hulot 2013, hlm. 461. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- 1 2 Valentin 1956, hlm. 301 harv error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan).
- ↑ Hulot 2013, hlm. 461 et 467. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
- ↑ Valentin 1956, hlm. 85. sfn error: tanpa target: CITEREFValentin1956 (bantuan)
- ↑
Bacaan lanjutan
- Connelly, Owen, Blundering to Glory: Napoleon's Military Campaigns SR Books, 1999, ISBN0-8420-2780-7.
- Elting, John R. Swords Around a Throne: Napoleon's Grande Armée Weidenfeld & Nicolson, 1997, ISBN0-02-909501-8.
- Humble, Richard Napoleon's Peninsular marshals;: A reassessment Taplinger Pub., 1975, ISBN0-8008-5465-9.
- Macdonell, A. G. Napoleon and His Marshals Prion, 1997, ISBN1-85375-222-3.
Marshals dari Kekaisaran Napoleon (1804 - 1815) | |||
|---|---|---|---|