Minggu, 25 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Nicolas Oudinot

Nicolas Oudinot

Bagikan:
250px-Nicolas_Charles_Oudinot_by_Robert_Lef%C3%A8vre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nicolas Charles Oudinot.

Nicolas Charles Oudinot, Adipati Reggio (25 April 1767-13 September 1847), adalah seorang marsekal Prancis.

Biografi

Nicolas Charles Oudinot adalah putra dari sembilan bersaudara dari Nicolas Oudinot dan Marie Anne Adam. Ayahnya bekerja sebagai pembuat bir, petani anggur dan menyulingnya menjadi brendi di daerah Bar-le-Duc, Lorraine.Ia memutuskan untuk berkarier di dalam dunia militer, masuk resimen Medoc dari tahun 1784 hingga 1787. Dan ketika menyadari bahwa tidak ada kemungkinan untuk promosi jabatan lebih tinggi karena bukan dari golongan bangsawan, ia memutuskan pensiun dengan pangkat terakhir yaitu Sersan.

Perang Revolusi Prancis

Adanya Revolusi Prancis membawa keberuntungan buatnya, pada tahun 1792 ketika pecah perang, ia diangkat menjadi Letnan Kolonel di batalion ke-3 di Meuse. Keberaniannya dalam menjaga benteng kecil Bitsch di Vosge membuat namanya mulai dikenal. Dan akhirnya ia ditransfer masuk ke tentara reguler pada bulan November 1793, dan setelah bertugas dalam berbagai aksi di perbatasan Belgia ia kemudian dipromosikan menjadi brigadir Jenderal pada bulan Juni 1794 untuk kepemimpinannya dalam pertempuran Kaiserslautern.

Ia terus bertugas di berbagai tempat di perbatasan Jerman di bawah pimpinan Hoche, Pichegru and Moreau dan berulang kali mendapat luka-luka dan sekali (tahun 1795) menjadi tawanan. Ia merupakan tangan kanan Andre Massena saat ekspedisi ke Swiss tahun 1799. Pertama menjadi Jenderal Divisi kemudian menjabat sebagai kepala staff, memenangkan pertempuran Zurich. Ia juga ikut dalam Pengepungan Genoa, pertempuran Monzambano di mana Napoleon sendiri memberinya pedang sebagai penghargaan atas kontribusinya.

Perang Napoleon

Tahun 1805, ia memimpin divisi (sangat terkenal dengan nama grenadiers Oudinot) yang berhasil merebut jembatan Vienna, mendapat luka di Hollabrunn Austria Bawah saat melawan tentara Rusia dan sukses dalam pertempuran Austerlitz. Tahun 1807, ia turut serta dalam ekspedisi Murat di pertempuran Ostrolenka, Polandia dan juga pertempuran Friedland. Ia menjadi gubernur Erfurt pada tahun 1808, dan pada tahun 1809 ia dipromosikan sebagai marsekal Prancis setelah memperlihatkan keberaniannya dalam pertempuran Wagram. Oudinot mengatur pemerintahan di Kerajaan Belanda tahun 1810 hingga 1812, dan selanjutnya sebagai komandan Korps ke-2 saat Prancis menginvasi Rusia tahun 1812. Ia ikut serta dalam pertempuran Lutzen dan Bautzen, dan ketika menjadi komandan korps yang ditugasi untuk merebut Berlin, pasukannya dikalahkan dalam pertempuran Grossbeeren. Kemudian ia digantikan oleh oleh Michel Ney, tetapi juga kalah dalam pertempuran Dennewitz.


Lihat pula

Daftar pustaka

  • Chandler, David (editor). Napoleon's Marshals. London: Macmillan Publishing Company, 1987. ISBN 0-297-79124-9

Pranala luar

Peristiwa sipil dan politik yang signifikan menurut tahun
1788
1789
1790
1791
1792
1793
1794
1795
1797
1799
Operasi militer revolusioner
1792
1793
1794
1795
1796
1797
1798
1799
1800
1801
1802
Pemimpin militer
Prancis Angkatan Darat
Prancis
Prancis French Navy
Opposition
Kekaisaran Austria Austria
Kerajaan Britania Raya Britania Raya
Republik Belanda Republik Belanda
Prusia Prusia
Kekaisaran Rusia Rusia
Spanyol Spanyol
Tokoh dan faksi berpengaruh lainnya
Society of 1789
Girondis
The Plain
Montagnards
Hébertists
dan Enragés
Others
Pemikir berpengaruh
Efek budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan