Selasa, 20 Oktober 2026
07:11 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pertempuran Valmy

Pertempuran Valmy

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Pertempuran Valmy
Bagian dari Perang Revolusi Prancis
The Battle of Valmy
Lukisan pertempuran Valmy oleh Horace Vernet dari tahun 1826
Tanggal20 September 1792
Lokasi
Di antara Sainte-Menehould dan Valmy
49°04′46″N 4°45′56″E / 49.07944°N 4.76556°E / 49.07944; 4.76556
Hasil Kemenangan besar Prancis
Republik diproklamirkan pada hari berikutnya
Pihak yang terlibat
Kerajaan Prancis (1791–1792) Kerajaan Prancis  Prusia
 Kekaisaran Romawi Suci
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kerajaan Prancis (1791–1792) Charles François Dumouriez
Kerajaan Prancis (1791–1792) François Christophe de Kellermann
Prusia Adipati Braunschweig
Monarki Habsburg Pangeran Hohenlohe
Monarki Habsburg Count Clerfayt
Kekuatan
32.000 34.000
Korban jiwa dan kerugian
300 184

Pertempuran Valmy adalah pertempuran yang berlangsung pada tanggal 20 September 1792 ketika pasukan Prusia yang dipimpin oleh Adipati Braunschweig mencoba memasuki kota Paris. Jenderal François Kellermann dan Charles Dumouriez menghentikan pergerakan pasukan Prusia di desa Valmy di Champagne-Ardenne. Pertempuran ini merupakan kemenangan pertama Prancis selama perang yang meletus setelah Revolusi Prancis.

Sebelum pertempuran ini meletus, pemerintahan baru di Prancis masih belum teruji, sehingga kemenangan kecil di Valmy menjadi kemenangan psikologis yang besar bagi kaum revolusioner.[1] Bahkan pertempuran ini sempat dianggap sebagai peristiwa yang ajaib dan "kekalahan besar" untuk Prusia.[2] Setelah pertempuran ini berakhir, Konvensi Nasional yang baru terbentuk menjadi terdorong untuk menyatakan pembubaran monarki dan pendirian Republik Prancis Pertama. Kemenangan di Valmy memungkinkan penyebaran revolusi beserta dampaknya yang besar terhadap sejarah Eropa, sehingga pertempuran ini dianggap sebagai salah satu pertempuran terpenting sepanjang masa.[3][4]

Latar belakang

Sembari Revolusi Prancis berkobar, monarki-monarki Eropa menjadi khawatir bahwa revolusi akan menyebar ke wilayah mereka. Perang Koalisi Pertama dilancarkan untuk menghentikan revolusi tersebut, atau setidaknya dibendungkan di dalam Prancis. Friedrich Wilhelm II dari Prusia mendapatkan dukungan dari Britania Raya dan Kekaisaran Austria untuk mengutus Adipati Braunschweig memimpin pasukan yang besar untuk menginvasi Prancis.[5] Dalam pertempuran-pertempuran awal perang pada pertengahan tahun 1792, pasukan Prancis tidak menunjukkan performa yang gemilang,[6] dan pasukan musuh bergerak maju hingga jauh ke dalam wilayah Prancis dengan tujuan menundukkan negara tersebut, memulihkan monarki tradisional, dan mengakhiri Revolusi. Sementara itu, komandan Prancis Charles Dumouriez sebelumnya telah menggerakkan pasukannya ke arah timur laut untuk menyerang wilayah Belanda Austria, namun rencana ini ditinggalkan akibat adanya ancaman yang lebih mendesak terhadap Paris.[7] Sementara itu, François Christophe de Kellermann diperintah untuk memimpin pasukan kedua dan membantu Dumouriez.[8]

Pertempuran

Ketika Prusia mulai lengah, Kellermann mengangkat topinya dan berulang kali berteriak "Vive la Nation!". Teriak ini diulangi kembali oleh pasukan Prancis, menakuti pasukan Prusia. Pasukan Prancis dengan semangat menyanyikan La Marseillaise dan Ça Ira dan terus bersorak mengobarkan semangat perang.[9] Hal ini berlangsung selama 15 menit dan membuat musuh tergoyah. Meskipun ada beberapa pasukan Prancis di dekat lokasi, Kellermann memikul sebagian besar beban pertempuran itu sendirian. Pasukan Dumouriez bertahan di sebelah tenggara Sainte-Menehould, pasukan Beurononville tetap berada di belakang Kellermann, sementara pasukan Dillon di Les Islettes mencegah pasukan Hohenlohe memberikan bala bantuan kepada pihak Prusia. Akibatnya, Kellermann menjalani Pertempuran Valmy dengan kekuatan sendiri.

Melihat pasukan Prusia berhenti maju, Kellerman kembali berteriak, "La victoire est a nous!" (Kemenangan berada di tangan kita!) dan memerintahkan artileri Prancis untuk menembak lebih banyak ke posisi pasukan depan Prusia. Melihat semangat perang Prancis, Adipati Braunschweig memerintahkan pasukannya untuk mundur. Malam harinya, Adipati Braunschweig bertemu dengan Friedrich Wilhelm II dan perwira lainnya dekat sebuah penginapan di La Lune. Saat rapat, Braunschweig dilaporkan menyatakan "Hier schlagen wir nicht" (Disini kita tidak akan serang), menunjukkan bahwa kepemimpinan militer Prusia menilai bahwa pertempuran tidak dapat dilanjutkan. Pasukan Prusia bergerak memutari posisi pasukan Prancis dari jarak yang cukup jauh dan mulai mundur dengan cepat ke arah timur. Kekuatan kedua belah pihak yang bertempur pada dasarnya seimbang: Kellermann memimpin sekitar 36.000 prajurit dan 40 meriam, sedangkan Braunschweig memimpin 34.000 prajurit dan 54 meriam. Namun, saat Braunschweig memutuskan untuk mundur, jumlah korban jiwa tidak lebih dari tiga ratus orang di pihak Prancis dan dua ratus orang di pihak Prusia.[10]

Warisan

Dalam sejarah militer, pertempuran ini memperkenalkan berbagai unsur yang mengubah wajah peperangan modern. Peristiwa ini mencerminkan komponen-komponen utama "perang total" dalam hal propaganda politik, perang psikologis, serta partisipasi antusias dari warga sipil dalam jumlah besar yang telah terpolitisasi.[11]

Pertempuran Valmy yang dimenangkan Prancis dikenang sebagai kemenangan pertama tentara rakyat yang terinspirasi oleh nasionalisme dan libertas. Banyak ribuan sukarelawan bergabung berperang, namun setidaknya hampir setengah dari pasukan Prancis yang ikut bertempur adalah tentara profesional, terutama dari divisi artileri pimpinan Kellermann.[7] Artileri Prancis juga memiliki keunggulan taktis berkat sistem meriam Gribeauval yang modern, yang terbukti sangat sukses di medan perang.[12] Namun, dalam pandangan umum, Valmy merupakan kemenangan tentara warga: pertempuran ini disimbolkan oleh seruan Kellermann, yang diperkuat dengan nyanyian "La Marseillaise" dan "Ça Ira" oleh para prajurit di tengah hujan tembakan.[13]

250px-Mauzaisse_Jean_Baptiste_-_Louis-Philippe_visite_le_champ_de_bataille_de_Valmy_-_1837.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mauzaisse Jean Baptiste - Louis-Philippe visite le champ de bataille de Valmy - 1837

Louis Philippe I mengikuti pertempuran ini ketika ia berumur 18 tahun dan mengomando pasukan dragonder.[14][15] Dalam laporan resmi sang raja, ia mendapatkan pengakuan dan pujian dari Kellermann atas keberaniannya selama hujan tembakan meriam musuh. Beberapa dekade kemudian, Louis Philippe mengunakan pengalamannya di Valmy untuk memberikan justifikasi terhadap klaim Orléanis terhadap taktha Prancis setelah Revolusi Juli 1830.[16] Untuk memperoleh dukungan dari kalangan republik dan liberal, Louis-Philippe menyatakan bahwa dirinya merupakan bangsawan yang setia dan patriot kepada bangsa serta pernah mengabdi di Grande Armée melalui aksinya di Valmy. Ia menugaskan pembuatan karya seni yang menggambarkan masa dinas militernya, seperti Garda Nasional Paris Berangkat Menuju Medan Perang dan Louis-Philippe Mengunjungi Medan Pertempuran Valmy.

Catatan kaki

  1. ↑ Soboul, hlm.269.
  2. ↑ Horne, hlm. 197.
  3. ↑ Creasy, p.328ff.
  4. ↑ Lann, hlm. 145.
  5. ↑ Creasy, p. 334.
  6. ↑ Creasy, p. 330.
  7. 1 2 Schama, p. 640.
  8. ↑ Fuller, p. 352.
  9. ↑ Soboul, p. 589.
  10. ↑ Lanning, p. 145.
  11. ↑ E. H. Wainwright, "The cannonade of Valmy." Kleio 5.2 (1973): 62–76.
  12. ↑ Fuller, p. 350.
  13. ↑ Schama, p. 641.
  14. ↑ "Louis-Philippe | Facts, Reign, & Legacy | Britannica". www.britannica.com. Diakses tanggal 2025-11-25.
  15. ↑ Meyer, Élise (3 Desember 2020). "Valmy, la victoire à contretemps". Annales historiques de la Révolution française. 402 (4): 59–81. doi:10.3917/ahrf.402.0059. Diakses tanggal 27 Juni 2026.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ "Makers of History - Louis Philippe" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-10-31.

Sumber

Bacaan lanjutan

  • Forrest, Alan. The Legacy of the French Revolutionary Wars: The Nation-in-Arms in French Republican Memory (Cambridge University Press, 2009)
  • Lynn, John A. "Valmy" MHQ: Quarterly Journal of Military History (Fall 1992), 5#1 pp 88–97.
  • Scott, Samuel F. From Yorktown to Valmy: the transformation of the French Army in an age of revolution (University Press of Colorado, 1998)
  • Thoral, Marie-Cécile. From Valmy to Waterloo: France at War, 1792–1815 (Palgrave Macmillan UK, 2011)

Pranala luar

Didahului oleh
Siege of Thionville (1792)
French Revolution: Revolutionary campaigns
Battle of Valmy
Dilanjutkan oleh
Column of the Goddess
Peristiwa sipil dan politik yang signifikan menurut tahun
1788
1789
1790
1791
1792
1793
1794
1795
1797
1799
Operasi militer revolusioner
1792
1793
1794
1795
1796
1797
1798
1799
1800
1801
1802
Pemimpin militer
Prancis Angkatan Darat
Prancis
Prancis French Navy
Opposition
Kekaisaran Austria Austria
Kerajaan Britania Raya Britania Raya
Republik Belanda Republik Belanda
Prusia Prusia
Kekaisaran Rusia Rusia
Spanyol Spanyol
Tokoh dan faksi berpengaruh lainnya
Society of 1789
Girondis
The Plain
Montagnards
Hébertists
dan Enragés
Others
Pemikir berpengaruh
Efek budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan