Selasa, 03 November 2026
17:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Rezim Kuno

Rezim Kuno

Sistem politik Prancis abad XV sampai XVIII

Bagikan:
250px-Louis_XIV_habill%C3%A9_en_soleil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Louis XIV sebagai raja matahari.

Rezim Kuno (bahasa Prancis:Ancien Régime; pengucapan bahasa Prancis: [ɑ̃sjɛ̃ʁeʒim]) adalah suatu sistem aristokratik di Prancis di bawah pemerintahan dinasti Valois dan Bourbon pada abad ke-14 sampai abad ke-18. Rezim ini digulingkan oleh Revolusi Prancis.[1]

Populasi

Rezim Kuno menguasai wilayah seluas 200,000 mil persegi pada tahun 1700, dan memerintah sekitar 20 juta orang dengan empat perlimanya adalah petani.[2] Belum ada sesus penduduk sebelum tahun 1789 sehingga jumlah ini merupakan perkiraan.[3] Prancis memiliki jumlah penduduk kedua terbanyak di Eropa pada tahun 1700[4]

Kekuasaan

Kekuasaan di Rezim Kuno didasarkan pada tiga pilar: monarki, kependetaan, dan aristokrasi. Masyarakat dibagi menjadi tiga kelompok: Pendeta Katolik, bangsawan, dan rakyat biasa.[5]

Rezim Kuno menerapkan banyak aspek feodalisme, khususnya hak-hak istimewa untuk kalangan pendeta dan bagsawan, dan didukung oleh doktrin Kuasa Raja dari Tuhan. Perbedaannya dengan pemerintahan sebelumnya adalah bahwa pada Rezim Kuno kekuasan politik banyak terpusat pada monarki absolut

Referensi

  1. ↑ Doyle (2001)
  2. ↑ Pierre Goubert, The Ancien Regime (1973) hlm. 2-9
  3. ↑ Prancis tertinggal dari negara-negara Eropa ainnya dalam hal sensus penduduk, Spanyol dan Swedia telah mengadakan sensus pada tahun 1717 dan 1720
  4. ↑ Inggris memiliki sekitar lima juta penduduk, Spayiol sekitar delapan juta penduduk. Sementara Rusia merupakan negara terpadat di Eropa pada saat itu.
  5. ↑ Emmanuel Le Roy Ladurie, The Ancien Regime: A History of France 1610 - 1774 (1999)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan