Selasa, 20 Oktober 2026
06:37 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Louis-Gabriel Suchet

Louis-Gabriel Suchet

Komandan militer Prancis (1770-1826)

Bagikan:
Marsekal Kekaisaran
Louis Gabriel Suchet
duc d’Albuféra
250px-Louis-Gabriel_Suchet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir2 Maret 1770
Lyon, Prancis
Meninggal3 Januari 1826
Marseille, Prancis
Dinas/cabangAngkatan Darat Prancis
PangkatMarsekal Kekaisaran
Perang/pertempuran
See list:
PenghargaanGrand Cross of the Legion of Honour

Louis-Gabriel Suchet, Duc de Albufera (bahasa Inggris: /ˈsuːʃeɪ/ SOO-shay; Prancis:[lwiɡabʁijɛlsyʃɛ]; 2 Maret 1770 – 3 Januari 1826) adalah seorang Marsekal Kekaisaran Prancis dan salah satu komandan paling sukses dalam Perang Revolusi Prancis serta Perang Napoleon. Selama Perang Semenanjung (bagian dari Perang Napoleon), ia dikenal sebagai administrator yang cakap. Ia termasuk dalam jajaran komandan terhebat pada masa Perang Napoleon.[1]

Kehidupan awal

250px-Louis_Gabriel_Suchet_%281792%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suchet sebagai letnan kolonel Batalion Ardèche ke-4 pada tahun 1792, karya Vincent-Nicolas Raverat (1834)

Suchet lahir pada 2 Maret 1770 di Lyon, putra dari Jean-Pierre Suchet dan Anne-Marie Jacquier.[2] Ibunya meninggal dunia 4 tahun berikutnya.[2] Ayahnya merupakan seorang pedagang kain dan awalnya Suchet akan mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pedagang.[2] Ia menerima pendidikan yang stabil dan bekerja untuk ayahnya pada 1787 sebagai seorang anak magang selama 2 tahun.[2]

Setelah kematian ayahnya pada Januari 1789, Suchet dan saudaranya Gabriel-Catherine mengambil alih usaha keluarga dan berencana untuk mengekspansi bisnis tersebut.[2] Tetapi ekspansi tersebut tidak kunjung terwujud akibat Revolusi Prancis dan perang yang melanda, memaksa Louis-Gabriel Suchet untuk bersukarela untuk Garda Nasional di Lyon.[3] Ia menunjukkan kemampuan yang membuatnya meraih kenaikan pangkat militer dengan cepat, dan pada tahun 1792, ia telah menjadi kapten pasukan sukarelawan dari Ardèche.[3][4]

Perang Revolusi Prancis

Suchet hadir dalam Pengepungan Toulon pada 18 Desember 1793. Dalam pertempuran ini, sebuah pasukan Inggris berkekuatan 2.000 orang melakukan serangan keluar untuk merebut baterai artileri Prancis yang telah dipasang Bonaparte guna mulai menjebol pertahanan benteng. Pasukan Inggris tersebut mendapat serangan balik dan dipukul mundur dengan tusukan bayonet oleh tentara Prancis; dalam pertempuran jarak dekat yang menyusul pada tanggal 30 November, Suchet menawan Jenderal Inggris Charles O'Hara.[4] Setelah jatuhnya Toulon, ia turut serta—bersama kesatuan asalnya—dalam menumpas pemberontakan kaum Royalis di wilayah tenggara Prancis. Dengan memimpin Batalion Sukarelawan Ardèche ke-4, ia pun terlibat dalam pembantaian di desa Bédoin pada tanggal 28 Mei 1794.[2] Suchet kemudian dikirim ke Pasukan Italia, tempat ia bertugas selama sebagian besar dari tujuh tahun berikutnya.[4] Ia beraksi di Pertempuran Loano pada November 1795 saat kampanye pertama di Italia.[4] Dalam kampanye 1797-1797, ia berprestasi di Lodi, Castiglione, dan Bassano.[4] Ia kembali ke Paris karena cuti setelah terluka pada 11 Oktober di Cerea namun tidak lama kemudian ia kembali bertempur di Arcole.[3][4] Ia kemudian bertempur di Rivoli. Ia turut serta dalam kampanye yang berujung pada Perjanjian Campo Formio pada tanggal 18 Oktober 1797. Selama periode tersebut, Jenderal Masséna mengutusnya untuk menyerahkan bendera-bendera yang direbut dalam Pertempuran Tarvis (21–23 Maret 1797) kepada Panglima Tertinggi Bonaparte.

Pada Mei 1797, Suchet merupakan salah satu dari tiga kolonel di Brigade Demi Infanteri ke-18 dengan harapan tipis untuk dipromosi. Ia pergi menuju Venesia untuk membeli seragam untuk pasukan. Karena Venesia sudah mengira bahwa mereka akan diperintah oleh Prancis pada masa depannya, mereka memperlakukan Suchet dan ajudannya seperti seorang raja. Selama dua bulan, mereka tinggal di istana, memiliki gondola pribadi, dan memiliki tempat duduk sendiri dalam gedung opera. Pada 28 Oktober 1797, 150 perwira dari divisi pimpinan Massena mengadakan jamuan makan malam yang sangat mewah. Kolonel Garis ke-32 Dominique Martin Dupuy membawa Suchet ke meja Napoleon dan bertanya kepadanya dan meminta, "Apakah anda akan membuat teman kami Suchet menjadi kolonel?". Napoleon menolak halus dan berkata, "Segera: Kita akan segera lihat". Lalu Dupuy melepas salah satu epauletnya dan memasangnya di bahu Suchet seraya berkata, "Demi kekuasaanku yang mahabesar, kuangkat kau menjadi kolonel." Tindakan jenaka ini berhasil; Napoleon kemudian menginstruksikan Louis-Alexandre Berthier untuk menulis nominasi Suchet.[5]

Suchet menerima komando untuk memimpin Brigade Demi Infanteri ke-18 pada 26 Oktober 1797 dan dipindahkan ke perbatasan Swiss untuk ditempatkan sebagai kepala staf untuk Jenderal Guillaume Brune, panglima Tentara Helvetia untuk menginvasi Swiss.[4]

Perang Napoleon

Ketenaran Louis-Gabriel Suchet menjadi semakin bagus pada Perang Napoleon dimana ia hadir di banyak pertempuran penting pada masa itu.[4] Pada Oktober 1803, Suchet ditempatkan sebagai komandan Divisi ke-4 Korps IV pimpinan Marsekal Jean-de-Dieu Soult. Ia memimpin pasukannya dan berprestasi di Ulm dan Austerlitz pada Perang Koalisi Ketiga.[4] Kemudian ia dan divisinya dipindahkan ke Korps V pimpinan Marsekal Jean Lannes pada 1806 selama Perang Koalisi Keempat, bertempur di Saalfeld, Jena, Pułtusk, dan Ostrolenka.[4]

Perang Semenanjung

Suchet dikerahkan ke Spanyol pada 2 Oktober 1808 dibawah komando Marsekal Édouard Mortier.[4] Suchet merupakan satu-satunya Marsekal Kekaisaran yang menerima gelarnya di Spanyol. Ia menata ulang organisasi tentaranya, menegakkan disiplin ketat, dan mengelola wilayah kekuasaannya dengan baik dan teratur. Meskipun dianggap sebagai penjajah, warga Spanyol menyukai Suchet. Suchet merupakan satu-satunya marsekal yang berhasil mengamankan wilayah kekuasaannya.

Restorasi Bourbon dan Seratus Hari

Suchet menerima berita turun tahkta Napoleon di Istana Fontainebleau dan mendukung Restorasi Bourbon setelah merasa bahwa dekret tersebut mencerminkan niat Senat sesaat ia di Narbonne pada 14 April 1814. Ia juga menyepakati gencatan senjata dengan Adipati Wellington. Atas dukungannya, pemerintahan Louis XVIII menetapkan komando Suchet. Setelah kembali ke Paris, Suchet diangkat sebagai Bangsawan Prancis pada 4 Juni 1814, gubernur militer Divisi ke-14 di Caen pada tanggal 21 Juni dan Komandan Ordo Santo Louis pada tanggal 24 September, kemudian, pada tanggal 30 November, Gubernur Divisi ke-5 di Strasbourg. Selama wangsa Bourbon masih berada di tanah Prancis, Adipati Albuféra tetap setia pada sumpah yang telah diucapkannya kepada mereka dan menjaga kepatuhan pasukan—meskipun tidak menerima perintah atau instruksi apa pun dari pemerintah kerajaan dan menilai, berdasarkan langkah-langkah awal Kongres Wina, bahwa pasukan asing sedang bersiap untuk menginvasi Prancis.

Selama periode Seratus Hari, ia diangkat sebagai komandan Korps Pengintai ke-5 di Strasbourg pada tanggal 26 Maret 1815. Sang Marsekal bertolak ke Paris pada tanggal 30 Maret—sepuluh hari setelah kedatangan Napoleon I—untuk menerima perintah baru. Napoleon dan Suchet sudah tidak pernah bertemu sejak 1808 dan ketika Suchet pergi ke Paris untuk menyambut Napoleon, Napoleon dengan hangat menerima Suchet dan berkata, "Marsekal Suchet, kamu telah berkembang dengan sangat hebat sejak terakhir kali kita bertemu".[6] Pada tanggal 4 April, ia diperintahkan untuk bergerak menuju Lyon guna menghimpun pasukan. Pada tanggal 26 April, Suchet dipercaya memimpin Korps ke-7, yang ditetapkan sebagai Pasukan Alpen.[7] Pasukannya terdiri atas dua divisi infanteri, enam skuadron kavaleri, satu peleton gendarmerie, dan 42 meriam, dengan total kekuatan sekitar 9.000 personel.[8] Pada tanggal 2 Juni, ia diangkat menjadi anggota Dewan Bangsawan Kekaisaran.

Memimpin pasukan baru ini, ia bergerak maju ke arah Pegunungan Alpen; meskipun pasukannya minim pengalaman—karena sebagian besar anggotanya berasal dari Garda Nasional—dan terkendala kekurangan kuda, ia melancarkan invasi ke Savoy pada tanggal 14 Juni. Ia mengalahkan pasukan Piedmont pada tanggal 15 Juni dan, beberapa hari kemudian, mengalahkan pasukan Austria di Conflans. Kedatangan pasukan utama Austria di Jenewa memaksanya untuk meninggalkan Savoy dan mundur ke Lyon pada tanggal 30 Juni.

Kehidupan akhir

250px-Gault_-_Le_mar%C3%A9chal_Suchet%2C_duc_d%27Albufera_%281770-1826%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suchet mengenakan selempang Order of the Holy Spirit.

Setelah diberitahukan bahwa Prancis telah kalah di Pertempuran Waterloo, Suchet membuka negosiasi dengan pasukan Koalisi pada 12 Juni 1815[4] dimana ia berhasil mencapai kesepakatan menyerah secara terhormat oleh pasukan Austria. Aksinya dengan demikian menyelamatkan kota kampung halamannya serta kekuatan Prancis. Pada hari yang sama, ia mengutus 3 orang jenderal untuk bernegosiasi dengan Louis XVIII dari Prancis. Louis XVIII mengakui komandonya.

Suchet dikeluarkan dari Dewan Bangsawan pada 24 Juli 1815 sebagai penalti politik mendukung Napoleon. Gelarnya di Dewan Bangsawan dipulihkan pada 5 Maret 1819,[4][9] namun ia tidak mengambil komando militer lagi.[9] Suchet mencoba untuk membantu Michel Ney melarikan diri, memberikannya dana uang, paspor dan pengawal meskipun resiko politik yang akan ia hadapi. Namun Ney membiarkan dirinya ditangkap. Karena tindakannya Suchet dikeluarkan dari Dewan Bangsawan serta gelar Bangsawan Prancis dicabut darinya.[6] Tidak seperti kebanyakan marsekal yang dikritik keras oleh Napoleon di Saint Helena, Suchet masih dipandang baik olehnya.[10] Ia meninggal dunia pada 3 Januari 1826 di Château de Saint-Just dekat Marseille.[3][4][11] Jasadnya dibawakan ke Paris dan Édouard Mortier memberikan eulogi terhadap Suchet di Dewan Bangsawan.[12] Ia dikuburkan di Pemakaman Père-Lachaise.[13]

Penilaian

Dibawah pemerintahannya, provinsi-provinsi Spanyol dibawah kekuasaannya dengan cepat menjadi sedamai departemen Prancis.[14] Salah satu penulis biografi sang Marsekal, Frédéric Hulot, menulis: "Kita harus mengakui bahwa metodenya [Suchet] adalah satu-satunya cara yang membuka harapan untuk mewujudkan pacifikasi dan menggalang dukungan penduduk bagi Raja Joseph," meskipun upayanya itu tidak tuntas akibat keterbatasan waktu dan sumber daya.[15] Atas pengakuan terhadap administrasinya yang baik, Suchet diberikan julukan El Hombre Justo (Indonesia: Pria Bijak).[16] Ketika Suchet meninggal dunia pada 1826, Katedral Zaragoza mengadakan misa khusus mendoakan almarhum Suchet, sebuah penghargaan yang langka kepada musuh Spanyol.[17] Banyak perwira dibawah komando Suchet memiliki karir yang cukup hebat[18] dan metode Suchet untuk memenangkan hati rakyat sekitar secara pesat memengaruhi kebijakan Prancis untuk beberapa dekade kemudian di Aljazair oleh mantan bawahannya, Jenderal Thomas Robert Bugeaud.[19]

Di Saint Helena, Napoleon Bonaparte mengaku bahwa seandainya ia memiliki dua orang marsekal seperti Suchet di Spanyol, ia tidak hanya akan menguasai seluruh Iberia tetapi juga mempertahankannya.[20] Ketika mengobrol dengan Barry Edward O'Meara mengenai siapa jenderal terbaiknya, Napoleon menjawab, "Itu sangat susah dipikirkan, namun sepertinya bagi saya itu Suchet."[21] Sejarawan Rusia Oleg Sokolov membuat sebuah daftar peringkat antar marsekal Napoleon berdasarkan prestasi mereka dan menganggap Suchet sebagai marsekal terbaik Napoleon setelah Davout, memberi catatan bahwa hanya Suchet yang boleh menyatakan bahwa dirinya "tidak pernah kalah di Spanyol".[22]

Warisan

Memoarnya (Mémoires sur Ses Campagnes en Espagne) diterbitkan dalam dua volume dari tahun 1829 hingga 1834.[4]

Sebuah sajian Prancis bernama Poularde Albufera dinamakan atas Suchet.

Referensi

  1. ↑ Bodart, Gaston (1908). Militär-historisches Kriegs-Lexikon (1618–1905) (dalam bahasa Jerman). C. W. Stern. hlm. 790. Diakses tanggal 11 September 2023.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Rollet, Jean-Philippe (2015). Conqueror And Administrator:: Civil And Military Actions Of Marshal Louis-Gabriel Suchet In The Spanish Province Of Aragon, 1808. Pickle Partners. ISBN 978-1786250001.
  3. 1 2 3 4 Chisholm 1911, hlm. 7. sfn error: tanpa target: CITEREFChisholm1911 (bantuan)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Robert, Adolphe; Cougny, Gaston (1891). Dictionnaire des parlementaires français [Dictionary of French Parliamentarians] (dalam bahasa Prancis). Paris. hlm. 346.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. ↑ Phipps 2011, hlm. 215–216. sfn error: tanpa target: CITEREFPhipps2011 (bantuan)
  6. 1 2 "Louis Gabriel Suchet (1770-1826)". www.frenchempire.net. Diakses tanggal 2026-10-14.
  7. ↑ Un nombre immense de soldats volontaires ou déserteurs de l'armée royale, pendant l'année qui vient de s'écouler, ont accouru de toutes parts sous les drapeaux ; mais les arsenaux sont vides, et il n'a pas été possible d'armer plus de Templat:Unité.
  8. ↑ Charras & Vandermaelen 1857, hlm. 40 harv error: tanpa target: CITEREFCharrasVandermaelen1857 (bantuan).
  9. 1 2 "Louis-Gabriel Suchet, (1770-1826) - WarHistory.org". warhistory.org (dalam bahasa Korea). 2020-01-19. Diakses tanggal 2026-10-13.
  10. ↑ "SUCHET, Louis-Gabriel, (1770-1826), duc d'Albufera, maréchal". Napoleon.org.
  11. ↑ Castle of Saint-Joseph Diarsipkan 7 Maret 2016 di Wayback Machine on Napoleon & Empire website
  12. ↑ Bergerot 1986, hlm. 253-254. sfn error: tanpa target: CITEREFBergerot1986 (bantuan)
  13. ↑ Bos, Agnès (1998). Le Père-Lachaise (dalam bahasa Prancis). Action artistique de la Ville de Paris. ISBN 978-2-913246-00-3.
  14. ↑ Chardigny 1977, hlm. 299. sfn error: tanpa target: CITEREFChardigny1977 (bantuan)
  15. ↑ Hulot 2013, hlm. 1617-1618. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
  16. ↑ Hulot 2013, hlm. 1576. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
  17. ↑ Romero, Luis (20 April 2023). "The Curious Case of Marshal Suchet: A Gentleman in a Villain's War".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Bergerot 1986, hlm. 259. sfn error: tanpa target: CITEREFBergerot1986 (bantuan)
  19. ↑ Hulot 2013, hlm. 1618. sfn error: tanpa target: CITEREFHulot2013 (bantuan)
  20. ↑ Bergerot 1986, hlm. 12. sfn error: tanpa target: CITEREFBergerot1986 (bantuan)
  21. ↑ Bergerot 1986, hlm. 11. sfn error: tanpa target: CITEREFBergerot1986 (bantuan)
  22. ↑ Sokolov 2003, hlm. 109. sfn error: tanpa target: CITEREFSokolov2003 (bantuan)

Bacaan lanjutan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Louis Gabriel Suchet.
Peristiwa sipil dan politik yang signifikan menurut tahun
1788
1789
1790
1791
1792
1793
1794
1795
1797
1799
Operasi militer revolusioner
1792
1793
1794
1795
1796
1797
1798
1799
1800
1801
1802
Pemimpin militer
Prancis Angkatan Darat
Prancis
Prancis French Navy
Opposition
Kekaisaran Austria Austria
Kerajaan Britania Raya Britania Raya
Republik Belanda Republik Belanda
Prusia Prusia
Kekaisaran Rusia Rusia
Spanyol Spanyol
Tokoh dan faksi berpengaruh lainnya
Society of 1789
Girondis
The Plain
Montagnards
Hébertists
dan Enragés
Others
Pemikir berpengaruh
Efek budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan