Sabtu, 31 Oktober 2026
14:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pertempuran Wagram

Pertempuran Wagram

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Pertempuran Wagram
Bagian dari Perang Koalisi Kelima
330px-Napoleon_Wagram.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Napoleon di Wagram, lukisan karya Horace Vernet (Galerie des Batailles, Versailles)
Tanggal5–6 Juli 1809
Lokasi
Wagram di sebelah timur laut Wina
48°17′58″N 16°33′52″E / 48.29944°N 16.56444°E / 48.29944; 16.56444
Hasil

Kemenangan besar Napoleon:

Pihak yang terlibat

Prancis Prancis

 Austria
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Prancis Napoleon I
Prancis Nicolas Oudinot (WIA)
Prancis André Masséna
Auguste de Marmont
Jean Bernadotte
Kerajaan Bayern Karl Philipp von Wrede
Kerajaan Italia (Napoleon) Eugene de Beauharnais
Kerajaan Italia (Napoleon) Étienne Macdonald
Kekaisaran Austria Adipati Agung Karl (WIA)
Kekaisaran Austria Armand von Nordmann †
Kekaisaran Austria Heinrich von Bellegarde
Kekuatan
154.000[1]
atau 155.000[2]
158.000[1]
atau 173.000 (termasuk sekutu)[2]
Korban jiwa dan kerugian
25.000–37.000 tewas, terluka atau hilang 30.000–41.000 tewas, terluka atau hilang

Pertempuran Wagram ([ˈvaɡram]; 5–6 Juli 1809) adalah pertempuran selama peperangan era Napoleon yang berlangsung antara Kekaisaran Prancis Pertama yang dipimpin oleh Napoleon melawan Austria yang berada di bawah komando Adipati Karl dari Teschen. Prancis berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang dan mengakibatkan pembubaran Koalisi Kelima.

Pada tahun 1809, jumlah pasukan Prancis di wilayah Jerman berkurang karena mereka dikirim ke medan perang di Spanyol. Austria mencoba memanfaatkan kesempatan ini dan menyerbu Kerajaan Bayern yang merupakan sekutu Prancis. Walaupun mereka dikejutkan oleh serangan ini, Napoleon berhasil mengalahkan pasukan Austria dan menduduki kota Wina pada awal Mei 1809. Adipati Agung Karl mencoba menghimpun angkatan bersenjata dan kemudian mereka mundur ke sebelah utara Sungai Donau. Maka dari itu, Austria dapat meneruskan perang, tetapi Napoleon meneruskan serangan menjelang akhir Mei.

Napoleon mengalami kekalahan dalam Pertempuran Aspern-Essling dan ia membutuhkan waktu enam minggu untuk mempersiapkan serangan berikutnya. Napoleon berhasil mengumpulkan 165.000 pasukan Prancis, Jerman dan Italia di sekitar Wina. Pertempuran Wagram dimulai setelah Napoleon menyeberangi Sungai Donau bersama dengan pasukannya pada malam tanggal 4 Juli. Setelah berhasil menyeberangi sungai Donau, Napoleon mencoba mengungguli lawan dan melancarkan serangan-serangan pada petang hari. Pasukan Austria tersebar, tetapi pasukan Austria diuntungkan oleh posisi geografis mereka. Walaupun pasukan Prancis awalnya cukup berhasil, pasukan Austria mulai unggul dan mematahkan serangan Prancis. Adipati Karl merasa terdorong oleh keberhasilannya dan pada fajar hari berikutnya melancarkan serangan di sepanjang. Serangan ini hampir menghancurkan bagian kiri pasukan Napoleon, tetapi mengalami kegagalan di sebelah kanan. Napoleon membalas dengan melakukan penyerbuan dengan kavaleri yang berhasil menghentikan serangan Austria. Napoleon lalu mengirik Krops IV untuk menstabilkan bagian kirinya. Pertempuran mulai berbalik dan Napoleon melancarkan serangan besar-besaran. Pada siang hari tanggal 6 Juli, Karl mengakui kekalahannya dan mundur bersama pasukannya ke Bohemia. Namun, Grande Armée berhasil mengejarnya dan memenangkan Pertempuran Znaim. Di tengah pertempuran Znaim, Karl memutuskan untuk meminta gencatan senjata yang mengakhiri Perang Koalisi Kelima.

Dampak

Gencatan senjata

Pada malam 6 Juli, pasukan Austria, yang masih mampu bertindak, telah memutuskan kontak dengan para pengejar mereka dan Charles berhasil membangun kembali garis depan yang kohesif, meskipun tidak teratur. Keberanian tempur yang luar biasa yang ditunjukkan selama pertempuran malam itu membuat Napoleon bertanya-tanya apakah pasukan Austria akan benar-benar melanjutkan pertempuran keesokan harinya. Kaisar bangun pagi-pagi pada tanggal 7 Juli dan melakukan pengintaian medan perang secara langsung, mencatat kerugian besar dalam jumlah prajurit di kedua belah pihak dan melihat bahwa pasukan Austria telah mundur. Sang Kaisar kemudian kembali ke kemahnya untuk mengurus laporan. Ketika Napoleon membaca laporan dari Étienne Macdonald, ia memanggil Macdonald dan tiba-tiba memeluknya. Pelukan tersebut kemudian disusul dengan pemberian pangkat Marsekal Kekaisaran kepada Macdonald. Macdonald adalah satu-satunya Marsekal Kekaisaran yang diberikan gelar ini di tengah medan pertempuran. Kaisar Napoleon juga mengkritik Auguste de Marmont karena telat sampai ke pertempuran dan memarahi Nicolas Oudinot yang menyerang tanpa perintah Kaisar. Pasukan Prancis melanjutkan pengejaran mereka sekitar pukul 14:00, karena kelelahan ekstrem yang dialami tentara mencegah dimulainya pengejaran lebih awal. Artileri mereka telah menembakkan sekitar 90.000 hingga 100.000 peluru selama pertempuran, yang menyebabkan kereta amunisi kosong dan membutuhkan waktu sebelum dapat diisi kembali.[3]

Catatan kaki

  1. 1 2 Encyclopædia Britannica, online, 2012 edition
  2. 1 2 Nicholls 1999, hlm. 257.
  3. ↑ Rothenberg 2004, hlm. 204–206. sfn error: tanpa target: CITEREFRothenberg2004 (bantuan)

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan