Selasa, 22 September 2026
10:02 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Hegemoni

Hegemoni

merujuk pada dominasi (kepemimpinan) suatu negara-kota Yunani terhadap negara-kota lain dan berkembang menjadi dominasi ekstrem negara terhadap negara lain.

Bagian dari seri Politik
Bentuk dasar dari pemerintahan
20px-A_coloured_voting_box.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalPolitik
250px-362BCThebanHegemony.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta hegemoni Thebes di Yunani pada 371 - 362 SM yang menunjukkan wilayah Yunani pada masa dominasi Thebes. Periode ini merupakan salah satu contoh penggunaan awal konsep hegemoni untuk menggambarkan kepemimpinan atau dominasi suatu negara-kota terhadap negara-kota lainnya. Peta ini dibuat berdasarkan data dari The Theban Hegemony karya John Buckler (1980) dan Historical Atlas karya William R. Shepherd.

Hegemoni (bahasa Yunani:ἡγεμονία hēgemonía) pada awalnya merujuk pada dominasi (kepemimpinan) suatu negara-kota Yunani terhadap negara-kota lain dan berkembang menjadi dominasi ekstrem negara terhadap negara lain. Ahli politik Antonio Gramsci mengembangkan makna awal tersebut untuk merujuk pada dominasi suatu kelas sosial terhadap kelas sosial lain dalam masyarakat melalui hegemoni budaya.[1] Hegemoni juga merupakan suatu bentuk kekaisaran yang mengendalikan negara-negara bawahannya dengan kekuasaan (persepsi bahwa ia dapat memaksakan tujuan politiknya), dan bukannya dengan kekuatan (tindakan fisik langsung untuk memaksakan tujuan politiknya).[2]

Dalam hubungan internasional, hegemon (pemimpin) menentukan politik negara bawahannya melalui imperialisme budaya, misalnya bahasa (lingua franca penguasa) dan birokrasi (sosial, ekonomi, pendidikan, pemerintahan), untuk memformalkan dominasinya. Hal ini membuat kekuasaan tidak bergantung pada seseorang, tetapi pada aturan tindakan. Akibatnya, segala pemberontakan dapat ditindas dengan polisi dan militer lokal tanpa campur tangan langsung hegemon, misalnya pada imperium Spanyol dan Britania, serta penyatuan Jerman.[3]

Sekitar abad ke-8 Sebelum Masehi sampai abad ke-6 Masehi di Yunani Kuno, hegemoni ditandakan dengan kehadiran dominasi antara politik-militer negara/kota yang hegemon dengan negara/kota lainnya. Pada abad ke-19, hegemoni ditandakan dengan dominasi/kekuasaan dalam aspek sosial atau budaya. Berarti dominasi dilakukan oleh salah satu kelompok di masyarakat maupun lingkungan atau salah satu kelompok (rezim) yang memberikan pengaruh tidak lazim terhadap suatu masyarakat.[4]

Bentuk

Globalisasi pemikiran sekuler-liberal

Globalisasi atas pemikiran sekuler-liberal yang berkembang di dunia Barat merupakan bagian dari pelestarian hegemoni. Dalam logika politik modern, globalisasi tersebut merupakan hal yang wajar bagi demokrasi liberal. Dalam pandangan politik ini, sekularisme dan pluralisme merupakan dua hal yang wajib ada sebagai bagian dari politik. Dalam kedua paham tersebut, agama dan ras tidak menjadi pembeda bagi manusia. Tolok ukur yang digunakan untuk membedakan manusia hanya berdasarkan bangsa dan negara.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. K. J. Holsti, The Dividing Discipline: Hegemony and Diversity in International Theory (1985)
  2. Ross Hassig, Mexico and the Spanish Conquest (1994), p. 22
  3. Henry Kissinger, Diplomacy (1994), pp. 137-8: "[...] European coalitions were likely to arise to contain Germany’s Nazis growing, potentially dominant, power"; p. 145: "Unified Germany was achieving the strength to dominate Europe all by itself — an occurrence which Great Britain had always resisted in the past when it came about by conquest".
  4. Schenoni, Luis L. (2019-04-26). Hegemony (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/acrefore/9780190846626.013.509. ISBN 978-0-19-084662-6.
  5. Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. hlm. 17. ISBN 978-602-250-517-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Joseph, Jonathan (2002), Hegemony: A Realist Analysis, New York: Routledge, ISBN 0-415-26836-2.
  • Slack, Jennifer Daryl (1996), "The Theory and Method of Articulation in Cultural Studies", dalam Morley, David; Chen, Kuan-Hsing (ed.), Stuart Hall: Critical Dialogues in Cultural Studies, London: Routledge, hlm. 112–127.

Pranala luar

Istilah
Pemerintahan
Ideologi
Konsep
Filsuf
Zaman Kuno
abad ke-20 dan ke-21
Karya
Terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan