Kamis, 24 September 2026
23:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Lactantius

Lactantius

250px-Lactantius%2C_Divinarum_institutionum_..._liber_primus%2C_manuscript%2C_Florence_1420-1430_ca.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awal dari karya Lactantius, Institusi Ilahi dalam manuskrip Renaisans yang ditulis di Firenze, ca. 1420–1430 oleh Guglielmino Tanaglia

Lucius Caecilius Firmianus Lactantius (dipanggil Firmianus atau Lactantius) adalah seorang penulis Kristen awal (~ 240 – 320) yang menjadi penasihat Kaisar Romawi Kristen pertama, Konstantinus I, dan membimbing kebijakan keagamaannya seiring berkembangnya agama Kristen.[1] Lactantius juga menjadi tutor untuk putra kaisar.

Biografi

Lactantius adalah seorang keturunan Berber dari wilayah Afrika Utara yang berbahasa Latin,[2][3][4][5] lahir bukan dari keluarga Kristen. Ia adalah murid Arnobius yang mengajar di Sicca Veneria, sebuah kota penting di Numidia. Pada usia muda, ia mengajar retorik di kota asalnya, yang kemungkinan adalah Cirta di Numidia, di mana ada suatu inskripsi yang menyebutkan nama "L. Caecilius Firmianus".[6]

Awalnya Lactantius mempunyai karier publik yang sukses. Atas permintaan Kaisar Romawi Diocletian, ia menjadi profesor retorik resmi di Nicomedia; perjalanannya dari Afrika ke Nicomedia digambarkan dalam suatu sajaknya Hodoeporicum (sekarang hilang[7]). Di sana, ia berhubungan dalam lingkungan kerajaan dengan administrator dan ahli polemik Sossianus Hierocles dan filsuf pagan Porphyry; pertama kali bertemu dengan Konstantinus, dan Galerius, yang ditulisnya sebagai orang jahat dalam penganiayaan-penganiayaan.[8] Setelah berpindah agama menjadi orang Kristen, ia mengundurkan diri dari jabatannya[9] sebelum Diocletian menyingkirkan orang-orang Kristen dari antara staff dekatnya dan sebelum penerbitan perintah pertama Diocletian "Edict against the Christians" (24 Februari 303).[10]

Sebagai seorang retor Latin dalam sebuah kota Yunani, kemudian ia hidup dalam kemiskinan karena kurangnya murid dan menghidupi diri dengan menulis, menurut Hieronimus,[11] sampai kaisar Konstantinus I menjadi patron atau pelindungnya. Penganiayaan memaksanya meninggalkan Nicomedia dan sejak pecahnya permusuhan sampai sekitar tahun 311 atau 313 ia tinggal di tempat lain. Kaisar Konstantinus mengangkat Lactantius yang saat itu sudah tua menjadi tutor bahasa Latin bagi putranya, Crispus. Lactantius mengikuti Crispus ke Trier pada tahun 317, ketika Crispus dijadikan Kaisar (kaisar bersama dengan kedudukan lebih rendah) dan dikirim ke kota itu. Crispus kemudian dihukum mati atas perintah ayahnya, Konstantinus I pada tahun 326, tetapi kapan dan bagaimana Lactantius meninggal tidak diketahui.[12]

Karya

  • De Opificio Dei ("Karya-karya Allah")
  • The Divine Institutes (Divinarum Institutionum Libri VII)[13] [14] However, his mockery of the idea of a round earth[15] dikritik oleh Copernicus sebagai "kekanak-kanakan".[16]
  • Sebuah Epitome untuk "Divine institutes" yaitu ikhtisar topik tersebut.
  • De Ira Dei ("Mengenai Murka Allah"), ditujukan untuk melawan ajaran Stoic dan Epicurean, membahasa dewa-dewa anthropomorfis.
  • De Mortibus Persecutorum
  • SajakThe Phoenix (de Ave Phoenice)

Referensi

  1. Elizabeth DePalma Digeser, The Making of a Christian Empire: Lactantius and Rome, 2000.
  2. Serralda, Vincent; Huard, André (1984). Le Berbère-- lumière de l'Occident (dalam bahasa Prancis). Nouvelles Editions Latines. hlm. 56. ISBN 9782723302395.
  3. Annales de la Société d'histoire et d'archéologie de l'arrondissement de Saint-Malo (dalam bahasa Prancis). 1957. hlm. 83.
  4. Manceron, Gilles; Aïssani, Farid (1996). Algérie: comprendre la crise (dalam bahasa Prancis). Editions Complexe. hlm. 161. ISBN 9782870276617.
  5. Dérives (dalam bahasa Prancis). 1985. hlm. 15.
  6. Harnack, Chronologie d. altchr. Lit., II,416
  7. Conte, Gian Biagio (1999). Latin Literature: A History. Baltimore: JHU Press. hlm. 640. ISBN 0-8018-6253-1. Diakses tanggal Agustus 29, 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Paul Stephenson, Constantine, Roman Emperor, Christian Victor, 2010:104.
  9. Encyclopædia Britannica. Vol. 7 (Edisi 15th). 1993.
  10. Stephenson 2010:106.
  11. Hieronimus. De Viris Illustribus. 392-393 Masehi. Bab 80. Firmianus rhetor
  12.  Satu atau lebih kalimat sebelum ini memuat teks dari suatu penerbitan yang sekarang berada dalam ranah publik: Healy, Patrick (1910). "Lucius Caecilius Firmianus Lactantius". Dalam Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 8. New York: Robert Appleton. Diakses tanggal 26 Februari 2016.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ^ Lactantius The Divine Institutes, translated by Mary Francis McDonald Catholic University of America Press (1964)
  14. Charlesworth, James Hamilton. The Odes of Solomon. Oxford: Oxford UP, 1973, pp. 1, 82
  15. Lactantius, Divine Institutes, Book III Chapter XXIV
  16. Nicholas Copernicus (1543), The Revolutions of the Heavenly Spheres

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lucius Caecilius Firmianus Lactantius.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan