Sabtu, 03 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Hayono Isman

Hayono Isman

Politikus Indonesia

Bagikan:
Hayono Isman
250px-Sixth_Development_Cabinet_Poster_%28Hayono_Isman%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1993
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Indonesiake-6
Masa jabatan
19 Maret 1993 –11 Maret 1998
PresidenSoeharto
PendahuluAkbar Tanjung
PenggantiAgung Laksono
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 2009 –30 September 2014
PendahuluDaerah pemilihan multi anggota
PenggantiDwi Astuti Wulandari
Daerah pemilihanDKI Jakarta I
Masa jabatan
1 Oktober 1987 –17 Maret 1993
PendahuluDaerah pemilihan multi anggota
PenggantiHerman Widyananda
Daerah pemilihanJawa Timur
Informasi pribadi
Lahir25 April 1955 (umur 71)
Jakarta, Indonesia
Partai politikNasDem (sejak 2017)
Afiliasi politik
lainnya
Golkar (1978–1998)
PKP (1998–2002)
PKPI (2002–2003)
Demokrat (2003–2016)[1]
Suami/istriPoppy Puspitasari
HubunganHayani Isman (adik)
Anak3
Orang tua
PendidikanSekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta
PekerjaanPolitikus

Hayono Isman (lahir 25 April 1955)[2] adalah politikus senior dan pengusaha yang pernah menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 1993–1998, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 1987–1992 dan 1992–1993 dari Golongan Karya dan periode 2009–2014 dari Partai Demokrat. Ia aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan, partai politik, lembaga eksekutif, maupun legislatif.[2] Pada 1993, di usianya yang masih 37 tahun, ia diangkat menjadi menteri, sehingga menjadikannya sebagai menteri termuda di Kabinet Pembangunan VI.[3]

Kehidupan

Latar belakang dan pendidikan

Hayono Isman dilahirkan di Jakarta pada 25 April 1955 sebagai putra tokoh militer dan diplomat Indonesia, Mas Isman dengan Els Wowor.[4] Ayahnya kemudian diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada Hari Pahlawan 2015 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hayono adalah anak kedua dari enam bersaudara. Salah satu adiknya, Hayani Isman juga pernah terpilih menjabat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tiga periode sejak 1999 hingga 2014.[5]

Hayono memasuki pendidikan TK di sekolah Ibu Kasur. Mengikuti kepindahan ayahnya sebagai duta besar, Hayono bersekolah SD berpindah-pindah dari Myanmar, Thailand, dan Kairo.[4] Ia menamatkan SD pada 1967, SMP pada 1970, dan SMA Negeri 9 Jakarta (kini bernama SMA Negeri 70 Jakarta) pada 1973.[6][7] Pada masa SMA ia bertemu dengan Setya Novanto (mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2014–2015 dan 2016–2017) yang dikemudian hari menjadi titik tolak upaya politik Setya.[8][9]

Hayono belajar di New England College, Britania Raya pada 1978.[6] Ia meraih gelar Sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta pada 2007.[1]

Karier politik

Hayono mulai bergabung menjadi anggota Golongan Karya pada 1978. Di tahun itu juga ia bergabung dalam Departemen Usahawan Muda Generasi Muda Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Tiga tahun kemudian, ia diangkat menjadi Wakil Bendahara Generasi Muda Kosgoro. Pada 1985, ia menjadi Ketua Umum Generasi Muda Kosgoro.[6]

Pada 1980, Hayono mulai menjadi pemegang saham dan Direktur PT Nusam Irian Jaya. Tiga tahun kemudian, ia menjabat direktur utama perusahaan itu. Pada 1982, Hayono menjadi pemegang saham PT Elmi Perdana dan PT Percetakan Garda. Di tahun berikutnya, ia diangkat menjadi Direktur Utama PT Elmi Perdana dan Komisaris Utama PT Percetakan Garda.[6]

Pada 1983, Hayono menjabat Ketua Departemen Jasa dan Konstruksi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta Raya. Pada tahun berikutnya, ia menjadi Anggota dan Ketua Umum Koperasi Pengusaha Muda Indonesia Jaya. Pada 1985, ia menjabat Ketua Bidang Pengembangan Koperasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Di tahun selanjutnya, ia menjadi Bendahara Asosiasi Pengebor Minyak Indonesia.[6]

Pada pemilihan umum 1987, Hayono terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Golongan Karya mewakili daerah pemilihan Jawa Timur.[6] Pada pemilihan umum 1992, ia kembali terpilih untuk menduduki jabatan yang sama.[1]

Pada 17 Maret 1993, Hayono diangkat oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VI.[10] Posisinya di DPR RI digantikan oleh Herman Widyananda pada 29 September 1993.[11]

Pada 1990, Hayono menjabat Ketua DPP Generasi Muda Kosgoro serta Dewan Penasihat Pusat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri ABRI (FKPPI). Tiga tahun berikutnya, ia menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani). Pada 2000, ia terpilih sebagai Ketua Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro.[1]

Pada 15 Desember 1998, Hayono ikut mendirikan Partai Keadilan dan Persatuan sebagai pecahan dari Golkar bersama beberapa tokoh lainnya yang dipimpin oleh kelompok Jenderal Edi Sudradjat. Pada 15 Januari 1999, ia ditunjuk menjadi sekretaris jenderal partai mendampingi ketua umum Edi Sudrajat.[12][13]

Pada 2003, Hayono resmi keluar dari PKPI dan bergabung dengan Partai Demokrat. Pada pemilihan ketua umum partai Demokrat, ia mencoba mencalonkan diri sebagai ketua umum partai, tetapi tidak memenuhi syarat pencalonan.[14][15]

Pada pileg 2009, melalui Partai Demokrat, ia terpilih kembali menjadi anggota DPR untuk periode 2009-2014 dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta I (Jakarta Timur).[16] Pada tahun 2013, Hayono Isman bersama 11 orang lainnya; Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo dan Sinyo Harry Sarundajang mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.[17] Pada 16 Mei 2014, Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat mengumumkan hasil survei atas 11 peserta konvensi di kantor DPP Partai Demokrat. Hasilnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menempati posisi terunggul dibandingkan peserta konvensi lainnya.[18]

Pada 2009, 2014, dan 2019, Hayono terpilih sebagai Ketua Umum Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) tiga periode.[19][20] FORMI berganti nama menjadi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) pada 2020.[21]

Pada pemilihan umum 2014, Hayono mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan DKI Jakarta I tetapi tidak berhasil terpilih.[22]

Pada tahun 2016, Hayono Isman resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat.[23] Pada tahun berikutnya, ia bergabung dengan Partai NasDem dan diangkat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasional Demokrat.[24]

Pada pemilihan umum 2019, Hayono mencalonkan diri sebagai Anggota DPR dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Jawa Timur I, tetapi tidak berhasil terpilih.[25]

Kehidupan pribadi

Hayono menikah dengan Poppy Puspitasari dan memiliki tiga orang anak bernama Baroto Ario Isman, Handara Putri Isman, dan Mandira Isman.[3]

Riwayat elektoral

Riwayat elektoral

Pemilu Posisi Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil
Pemilihan umum legislatif Indonesia 1987 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Timur Golkar Tidak diketahui checkY Terpilih
Pemilihan umum legislatif Indonesia 1992 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Timur Golkar Tidak diketahui checkY Terpilih
Pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta I Demokrat Tidak diketahui checkY Terpilih
Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 Dewan Perwakilan Rakyat Jakarta I Demokrat 18.389[26] N Kalah
Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 Dewan Perwakilan Rakyat Jawa Timur I NasDem 13.645 N Kalah


Penghargaan

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  2. 1 2 Merdeka.com Profil Hayono Isman Diarsipkan 2016-02-20 di Wayback Machine.. (diakses 28 Desember 2013)
  3. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  4. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  5. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  6. 1 2 3 4 5 6 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  7. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  8. ↑ "Tempo.co: Setya Novanto, Penjual Madu yang Menikahi Anak Jenderal". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  9. ↑ "Majalah SWA SWA - Sajian Khusus 02: Setya Novanto, Episode Kelabu Setya. Edisi 16 Tahun 1999". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-12-03.
  10. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  11. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  12. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  13. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  14. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  15. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  16. ↑ "Anggota Komisi-I DPR-RI 2014" Diarsipkan 2014-06-26 di Wayback Machine. DPR.go.id
  17. ↑ "Artikel:"Partai Demokrat Gelar Uji Publik Capres Peserta Konvensi" di Tempo.co". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-12-01. Diakses tanggal 2014-05-28.
  18. ↑ "Artikel:"Hasil Survei, Dahlan Iskan Juara I Konvensi Demokrat" di beritasatu.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-20. Diakses tanggal 2014-05-28.
  19. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-09. Diakses tanggal 2023-02-05.
  20. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  21. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-22. Diakses tanggal 2023-02-05.
  22. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  23. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  24. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-04. Diakses tanggal 2023-02-04.
  25. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  26. ↑ "Hayono Isman Gagal ke Senayan". Republika. 2014-04-28.
  27. ↑ "Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003" (PDF). Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 2021-01-20.
  28. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Akbar Tanjung
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
1993–1998
Diteruskan oleh:
Agung Laksono
Menko Polkam: Soesilo Soedarman •Menko Eko-PP: Saleh Afiff •Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra: Azwar Anas •Mendagri: Yogie Suardi Memet •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto •Menhak: Oetojo Oesman •Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono •Menkeu: Mar'ie Muhammad •Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono •Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo •Mentan: Sjarifuddin Baharsjah •Mentamben: Ida Bagus Sudjana •Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo •Menteri PU: Radinal Mochtar •Menhub: Haryanto Dhanutirto •Menparpostel: Joop Ave •Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Abdul Latief •Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo •Mendikbud: Wardiman Djojonegoro •Menkes: Sujudi •Menag: Tarmizi Taher •Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno •Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita •Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie •Menteri Pangan: Ibrahim Hassan • Beddu Amang •Menteri Kependudukan: Haryono Suyono •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Soni Harsono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja •Menperwan: Mien Sugandhi •Menpora: Hayono Isman •Menpan: T.B. Silalahi •Mensus: Harmoko •Jaksa Agung: Singgih •Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin •Mensesneg: Moerdiono
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan