Kamis, 01 Oktober 2026
10:00 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Codot krawar

Codot krawar

Bagikan:
Cecadu pisang
250px-Lesser_short-nosed_fruit_bat_%28Cynopterus_brachyotis%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C. brachyotis di dahan
250px-Cynopterus_brachyotis_%28Lesser_short-nosed_fruit_bat%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto dekat wajah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropodidae
Genus: Cynopterus
Spesies:
C. brachyotis
Nama binomial
Cynopterus brachyotis
(Müller, 1838)
250px-Lesser_Short-nosed_Fruit_Bat_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran cecadu pisang

Codot krawar[2] (Cynopterus brachyotis) adalah sejenis kelelawar anggota suku codot (Pteropodidae). Kelelawar pemakan buah ini hidup tersebar luas mulai dari Nepal, India, Sri Lanka, Asia Tenggara, Filipina, dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Maluku).[3] Codot ini merupakan codot yang paling umum ditemukan di sebagian besar habitat di Kalimantan: di hutan-hutan pegunungan bawah, hutan dipterokarpa, kebun-kebun, hutan mangrove, serta vegetasi tepi pantai.[4] Dalam bahasa Inggris kelelawar ini dikena sebagai Lesser Short-nosed Fruit Bat.

Pengenalan

Kelelawar berukuran sedang; dengan panjang lengan bawah antara 55–65 mm, ekor 8–10 mm, dan telinga 14–16 mm. Berat tubuhnya antara 21–32 gram.[4]

Umumnya berukuran coklat sampai coklat kekuningan dengan kerah berwarna jingga tua lebih terang pada jantan dewasa, dan kekuningan pada hewan betina. Anakan berwarna lebih abu-abu dengan kerah tidak jelas. Tulang-tulang pada telinga dan sayap biasanya bertepi putih. Gigi seri bawah dua pasang.[4]

Biologi

250px-Cynopterus_brachyotis_laundry.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Codot krawar bergantungan di tali jemuran, sesaat setelah dilepaskan dalam suatu kajian populasi.

Codot krawar merupakan kelelawar frugivora, yakni pemakan buah. Codot ini menyukai buah-buahan aromatis, khususnya mangga.[5] Makanan utama codot krawar adalah buah-buahan kecil, mengisap sari buah dan daging buah-buahan yang lunak, tetapi juga memakan nektar dan serbuk sari.[4]

Sering didapati terbang berkeliaran di kebun dan pekarangan di waktu gelap. Di siang hari codot ini bertengger dalam kelompok kecil di pepohonan, di bawah dedaunan, atau di gua-gua di bagian yang tidak terlalu gelap.[4]

Codot krawar bersifat poligini, yakni seekor jantan mengawini beberapa betina.[6] Di Filipina, kebanyakan populasi codot krawar melahirkan anak dua kali setahun, dan betina hamil terdeteksi di hampir semua bulan sepanjang tahun. Masa mengandung diperkirakan antara 3½–4 bulan, diikuti dengan masa menyusui selama enam hingga delapan minggu. Codot jantan menjadi dewasa dalam satu tahun, sedangkan kebanyakan betina mulai mengandung pada usia enam hingga delapan bulan.

Di Semenanjung Malaya, codot ini kawin di sepanjang tahun, dan induk betina menggendong anaknya yang berjumlah seekor pada saat-saat bayinya.[7] Demikian pula, tak ada musim kawin yang khusus bagi codot krawar di Thailand[8]

Lama hidup codot krawar kurang lebih antara 20 hingga 30 tahun.[5]

Referensi

  1. ↑ Csorba, G.; Bumrungsri, S.; Bates, P.; Gumal, M.; Kingston, T.; Molur, S.; Srinivasulu, C. (2019). "Cynopterus brachyotis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T6103A22113381. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T6103A22113381.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation" (PDF) (Edisi 2). LIPI. 2002. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  3. ↑ Suyanto, A.. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi – LIPI. Hal.40
  4. 1 2 3 4 5 Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 181-182
  5. 1 2 Crichton, E., P. Krutzsch. (2000). Reproductive Biology of Bats. San Diego, CA: Academic Press.
  6. ↑ Nowak, R. 1997. "Cynopterus" (On-line). Walker's Mammals of the World Online Diarsipkan 2013-10-27 di Wayback Machine.. Diakses Januari 09, 2009.
  7. ↑ Medway, L. 1978. The wild mammals of Malaya (Peninsular Malaysia) and Singapore. Oxford University Press, Kuala Lumpur.
  8. ↑ Lekagul, B, & J.A. McNeely. 1977. Mammals of Thailand. Sahankarnbhat, Bangkok.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan