Kamis, 22 Oktober 2026
21:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kalong bismarck

Kalong bismarck

Bagikan:
Pteropus neohibernicus
250px-Great_Flying-fox.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sedang terbang
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropodidae
Genus: Pteropus
Spesies:
P. neohibernicus
Nama binomial
Pteropus neohibernicus
Peters, 1876
250px-Bismarck_Flying_Fox_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim
  • Pteropus coronatus' Thomas 1888
  • Pteropus degener Peters 1876
  • Pteropus papuanus Peters & Doria, 1881
  • Pteropus rufus Ramsay 1891
  • Pteropus sepikensis Sanborn, 1931

Kalong bismark[2] (Pteropus neohibernicus) merupakan spesies ini termasuk kelelawar mega dalam genus Pteropus, yang hidup di seluruh daerah dataran rendah Nugini dan di Kepulauan Bismarck. kelawar ini juga berkerabatan dengan kelelawar jenis Spectacled flying fox, atau kelelawar jenis Pteropus conpicillatus yang dikenal juga dengan kelelawar terbang berkacamata. kelelawar jenis ini memiliki berat badan mencapai 1,6 kg (3,5 pon) yang membuatnya menjadi kelelawar terberat dan terbesar di melasia. kelelawar rubah besar ini memiliki rentang hidup 9-23 tahun dan hidup secara berkoloni yang di mana dalam satu koloninya terdapat ratusaan hingga ribuan kelelawar kalong.[3]

Kelelawar kalong berbeda dengan jenis kelelawar yang lain karena, ia bisa mencari makan pada siang atau malam hari. ia termasuk kelelawar yang memakan buah-buahan, seperti buah ara atau buah-buahan dari famili Sapotaceae atau sawo-sawoan. kelelawar ini ditemukan pada tahun 1876 oleh naturalis Jerman Wilhelm Peters . kelelawar terbang besar ini termasuk spesies yang aman oleh IUCN . Di Papua Nugini, kelelawar ini diburu untuk d dikomsumsi. maupun menjadi hewan peliharaan.[3]

Referensi

  1. ↑ Leary, T.; Helgen, K. (2020). "Pteropus neohibernicus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T18742A22084430. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T18742A22084430.en. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation" (PDF) (Edisi 2). LIPI. 2002. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  3. 1 2 "Pteropus neohibernicus". iNaturalist. Diakses tanggal 2024-10-11.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan