Minggu, 11 Oktober 2026
12:54 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kalong ryukyu

Kalong ryukyu

Bagikan:
Kalong ryukyu
250px-Pteropus-dasymallus-yayeyam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropodidae
Genus: Pteropus
Spesies:
P. dasymallus
Nama binomial
Pteropus dasymallus
Temminck, 1825
250px-Ryukyu_Flying_Fox_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Kalong ryukyu atau kelelawar buah ryukyu (Pteropus dasymallus) adalah spesies kalong dalam famili Pteropodidae. Spesies ini ditemukan di Jepang, Taiwan, serta Kepulauan Batanes dan Babuyan di Filipina. Habitat alaminya adalah hutan kering dan rawa subtropis atau tropis. Spesies ini terancam oleh kerusakan habitat dan perburuan untuk makanan, dan IUCN menggolongkannya sebagai "Rentan".

Deskripsi

Kalong ini sedikit lebih kecil dari kalong india, dengan rentangs sayap 1,24–1,41 m (4 ft 1 in – 4 ft 8 in). Bobotnya 400–500 g (0,88–1,10 pon).[2] Panjang lengan depannya sekitar 140 mm (5,5 in).[3] Badan kalong ini ditutupi oleh bulu panjang, mejadikannya tampak berbulu. Warna rambutnya cokelat kemerahan, serta memiliki tengkuk putih kekuningan.[4] Telinganya kecil dan runcing, dan sulit dilihat karena tertutup bulunya yang panjang. Membran terbangnya cokelat gelap.[5]

Referensi

  1. ↑ Vincenot, C.E. (2017). "Pteropus dasymallus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T18722A22080614. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-2.RLTS.T18722A22080614.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Nakamoto, Atsushi; Kinjo, Kazumitsu; Izawa, Masako (2008). "The role of Orii's flying-fox (Pteropus dasymallus inopinatus) as a pollinator and a seed disperser on Okinawa-jima Island, the Ryukyu Archipelago, Japan" (PDF). Ecological Research. 24 (2): 405–414. doi:10.1007/s11284-008-0516-y. S2CID 901864.
  3. ↑ Vincenot, Christian Ernest; Collazo, Anja Maria; Wallmo, Kristy; Koyama, Lina (2015). "Public awareness and perceptual factors in the conservation of elusive species: The case of the endangered Ryukyu flying fox" (PDF). Global Ecology and Conservation. 3: 526–540. Bibcode:2015GEcoC...3..526V. doi:10.1016/j.gecco.2015.02.005.
  4. ↑ Andrew T. Smith; Yan Xie; Robert S. Hoffmann; Darrin Lunde; John MacKinnon; Don E. Wilson; W. Chris Wozencraft, ed. (2010). A Guide to the Mammals of China (Edisi illustrated). Princeton University Press. hlm. 332. ISBN 9781400834112.
  5. ↑ Temminck, C.J. (1825). "Cinquième Monographie. Vues générales sur l'ordre des cheiroptères". Monographies de Mammalogie, ou description de quelques genres de Mammifères, dont les espèces ont été observées dans les différens musées de l'Europe. Vol. 1. Paris: G. Dufour et E. d'Ocagne. hlm. 180–181, pl. XX–XVI.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan