Selasa, 22 September 2026
22:12 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Epomophorus gambianus

Epomophorus gambianus

Epomophorus gambianus
250px-Gambian_epauletted_fruit_bat_%28Epomophorus_gambianus%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropodidae
Genus: Epomophorus
Spesies:
E. gambianus
Nama binomial
Epomophorus gambianus
(Ogilby, 1835)
250px-Gambian_Epauletted_Fruit_Bat_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies
Sinonim
  • Pteropus gambianus Ogilby, 1835

Codot-skoder gambia (Epomophorus gambianus) adalah spesies codot dalam famili Pteropodidae. Kelelawar ini ditemukan di Benin, Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Etiopia, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Liberia, Mali, Niger, Nigeria, Senegal, Sierra Leone, Sudan Selatan, Sudan, dan Togo. Habitat alaminya adalah hutan kering subtropis atau tropis dan sabana.

Codot ini terancam oleh pestisida, gangguan oleh manusia dan perburuan berlebih di masa lalu. Namun, ancaman utama mereka adalah kerusakan habitat.

Sebagian besar ditemukan di Afrika, hewan ini berbulu cokelat kekelabuan dengan bagian putih di dasar telinganya, baik pada jantan maupun betina. Hewan ini memiliki perilaku kawin di mana jantan barangkali akan bertengger lalu menyuarakan panggilan "ping" yang bising setiap 1-3 detik untuk memikat betina.[2]

Jantan dapat dibedakan dengan betina dengan mudah, karena memiliki kantung mirip kelenjar di kulit lehernya, yang dikelilingi oleh kuncung bulu yang cerah. Hal ini menjadi alasan nama umumnya, "codot-skoder gambia" ("Gambian epauletted fruit bat"), diberikan, karena kuncung tersebut mirip seperti skoder. Selain itu, jantan umumnya lebih besar datri betina. Kedua jenis kelamin memiliki telinga bulat yang kecil, dengan misai mirip anjing.[3]

Panjang kepala-tubuh mereka biasanya adalah 125–250 mm (5–10 in), serta memiliki rentang sayap sekitar 508 mm (20 in) untuk jantan. Bobotnya berkisar antara 40 hingga 120 g (1,4 hingga 4,2 oz), sementara lengan depan mereka sepanjang 60–100 mm (2–4 in). Hewan ini juga memiliki ekor yang sukar terlihat, tertutup oleh membran interfemoral mereka.[4][5][6][7]

Referensi

  1. Tanshi, I.; Fahr, J. (2016). "Epomophorus gambianus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T7903A22122670. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T7903A22122670.en. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. Kingdon, Jonathan (2013). Mammals of Africa, Volume IV: "Hedgehogs, Shrews and Bats". A&C Black. ISBN 9781408189962.
  3. Neuweiler, Gerhard (2000). The Biology of Bats. Oxford University Press. ISBN 9780195099508.
  4. Fenton, M Brock (1992). Bats. Facts on File. ISBN 0816026793.
  5. Hill, John E; Smith, James D (1984). Bats, A Natural History. University of Texas Press. ISBN 0292707525.
  6. Kunz, Thomas; Racey, Paul (1998). Bat Biology and Conservation. Smithsonian Institution Press. ISBN 1560988258.
  7. Wimsatt, William A (1970). Biology of Bats. Academic Press. ISBN 9780127580012.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan