Selasa, 29 September 2026
02:33 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kusing dayak

Kusing dayak

Kelelawar buah Dayak
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D. Spadiceus
250px-Dayak_Fruit_Bat_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Distribusi Kelelawar Buah Dayak
Artikel takson sembarang

Kusing dayak[2] (Dyacopterus spadiceus) adalah salah satu spesies kelelawar pemakan buah yang cenderung langka dan hanya bisa ditemukan di beberapa kawasan Asia Tenggara khususnya di Paparan Sunda, Malaysia, Thailand, Filipina, juga di pulau Kalimantan dan Sumatra. Ada tiga jenis spesies yang terdapat dalam genus Dyacopterus, yakni: D. spadiceus, D. brooksi dan D. rickarti. Hanya sedikit spesimen dari ketiga spesies tersebut yang masih ada, tidak hanya karena kelangkaannya, tetapi juga karena mereka jarang memasuki sub-kanopi hutan di mana mereka dapat terperangkap dalam jaring ilmuwan.

Referensi

  1. ↑ Csorba, G.; Bumrungsri, S.; Francis, C.; Bates, P.; Gumal, M.; Kingston, T. (2020). "Dyacopterus spadiceus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T6931A22029918. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T6931A22029918.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Prasetyo PN, Noerfahmy S dan Tata HL. 2011. Jenis-jenis Kelelawar Agroforest Sumatera. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office. 75p. hlm. 28
  • Hall LS, Gordon G. Grigg, Craig Moritz, Besar Ketol, Isa Sait, Wahab Marni and M.T. Abdullah. 2004. Biogeography of fruit bats in Southeast Asia. Sarawak Museum Journal LX(81):191-284.
  • Karim, C., A.A. Tuen and M.T. Abdullah. 2004. Mammals. Sarawak Museum Journal Special Issue No. 6. 80: 221—234.
  • Mohd. Azlan J., Ibnu Maryanto, Agus P. Kartono and M.T. Abdullah. 2003 Diversity, Relative Abundance and Conservation of Chiropterans in Kayan Mentarang National Park, East Kalimantan, Indonesia. Sarawak Museum Journal 79: 251-265.
  • Hall LS, Richards GC, Abdullah MT. 2002. The bats of Niah National Park, Sarawak. Sarawak Museum Journal. 78: 255-282.
  • Francis, Charles M., et al.; "Lactation in Male Fruit Bats," Nature, 367:691-692, 1994.
  • Fackelmann K.A., “Real males that lactate: A batty story.” Science News Vol. 145 p 148
  • Hodgkisin R., S. T. Balding, A. Zubaid, T.H. Kunz, Temporal Variation in the Relative Abundance of Fruit Bat (Megachiroptera:Pteropidae) in Relation to the Availability of Food in a Lowland Malaysian Rain Forest, Biotropica Vol. 36, p. 522-533
  • Helgen K.M., D. Kock, R.K. Comez, N.R. Ingle, M.H. Sinoga, Taxonomy and Natural History of the Southeast Asian Fruit-Bat Genus Dyacopterus, Journal of Mammalogy Vol. 88, p 302-318
  • Ingle N.F., “Seed Dispersal by wind, birds, and bats between Philippine montane rainforest and successional vegetation” Oecologia. Vol. 134 p 95-104
  • Konig B., “Cooperative Care of Young in Mammals” Naturwisenschaften. Vol. 84 p 95-104
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan