Senin, 21 September 2026
20:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Codot barong

Codot barong

Codot barong
250px-Short-nosed_Fruit_Bat_%28Cynopterus_sphinx%29_Photograph_By_Shantanu_Kuveskar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Codot barong menggantung di atas dedaunan palem di Mangaon, Maharashtra, India.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. sphinx
Nama binomial
Cynopterus sphinx
(Vahl, 1797)
Sinonim

Vespertilio sphinx Vahl, 1797

Artikel takson sembarang

Codot barong[1] (Cynopterus sphinx) adalah sejenis kelelawar anggota suku codot (Pteropodidae). Kelelawar pemakan buah ini hidup tersebar luas mulai dari Pakistan, India, Sri Lanka, Burma, Thailand, Indocina, Cina tenggara, Malaysia, dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi).[2][3]. Dalam bahasa Inggris, codot ini dikenal sebagai Greater Short-nosed Fruit Bat atau Short-nosed Indian Fruit Bat.

Pengenalan

Codot yang berukuran besar, dengan panjang lengan bawah antara 65–76 mm dan ekor 18–22 mm.[4] Di anak benua India, kisaran panjang lengan bawah codot ini antara 64–79 mm, dengan rentang sayap sekitar 48 cm.[5]

Tubuh bagian atas (sisi punggung) coklat sampai coklat abu-abu, bagian bawah (sisi perut) lebih pucat. Kerah berwarna coklat merah terang pada hewan jantan, dan kuning pada betina. Tepi telinga dan tepi tulang-tulang pada sayap berwarna putih. Gigi-gigi geraham bawah membundar tanpa tonjolan.[4]

Ekologi dan habitat

250px-Greater_short-nosed_fruit_bat_%28Cynopterus_sphinx%29_feeding_on_Kapok_%28Ceiba_pentandra%29_at_night_in_Kolkata_W_IMG_3877.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Di Thailand, codot barong ditemukan bertengger di pepohonan, di bawah daun-daun palma, atau kadang di bawah atap-atap rumah.[4] Codot barong umum ditemukan di hutan tropika dan kebun buah-buahan; juga diketahui menghuni padang rumput dan hutan mangrove. Codot ini merangkai lembar-lembar daun di sekitarnya untuk membangun semacam atap tenda sederhana tempatnya berlindung.

Kelelawar ini diketahui memakan nektar dan buah-buahan.[4]

Perilaku kawin

Codot barong umumnya hidup mengelompok, 8–9 ekor dari kelamin yang sama berkumpul di satu tenggeran. Codot-codot dengan kelamin yang berbeda ini tetap tinggal terpisah hingga musim kawin tiba. Codot barong bersifat poligini. Di musim kawin, biasa ditemukan 6–10 jantan berkumpul dengan 10–15 betina di bawah lindungan satu daun palma.[6]

Kelelawar ini adalah salah satu mamalia non-primata yang memperlihatkan perilaku fellatio dalam proses perkawinannya. Pada saat kopulasi, betina menjilati pangkal penis hewan jantan. Dan berdasarkan hasil riset, perilaku ini diyakini memiliki korelasi yang positif antara lama waktu penjilatan dengan lamanya saat kopulasi.[7] Codot jantan tinggal bersama betinanya beberapa lama setelah kawin, tetapi kemudian berpisah dan masing-masing kembali ke kelompok kelaminnya semula.

Referensi

  1. "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation" (PDF) (Edisi 2). LIPI. 2002. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  2. Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of The Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Publ. – Oxford Univ. Press. p. 71
  3. Suyanto, A.. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi – LIPI. Hal.40
  4. 1 2 3 4 Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 182-183
  5. Bates, P.J.J (1997). Bats of the Indian Subcontinent. Harrison Zoological Museum. hlm. 258.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  6. Balasingh, J (1993). "Tent roosting by the frugivorous bat Cynopterus sphinx in southern India". Current Science. 65 (5): 418.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  7. Tan, Min (Oktober 28, 2009). "Fellatio by Fruit Bats Prolongs Copulation Time". PLoS ONE. 4 (10). Diakses tanggal Oktober 28, 2009.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

  • Nowak, R. 1991. Walker's Mammals of the World, Fifth edition. Johns Hopkins University Press, Baltimore and London.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan