Minggu, 20 September 2026
20:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Arminianisme

gerakan teologis dalam agama Kristen Protestan

Arminianisme adalah sebuah aliran pengajaran soteriologis dalam Kristen Protestan yang berdasarkan pemahaman teologis dari teolog Reformasi Belanda Jacobus Arminius (1560-1609),[1] dan para pengikutnya, Remonstrans.

Sejarah

Jacobus Arminius adalah seorang pendeta dan teolog Belanda pada akhir abad 16 dan awal 17. Dia diajarkan oleh Theodore Beza, penerus Calvin yang dipilih, tetapi dia menolak teologi gurunya bahwa Allah yang tanpa syarat memilih sebagian untuk diselamatkan. Sebaliknya Arminius mengusulkan bahwa pemilihan Allah adalah atas orang-orang yang percaya, berdasarkan pada iman. Pandangan Arminius ditantang oleh Calvinis Belanda, khususnya Franciscus Gomarus, tetapi Arminius meninggal sebelum sinode nasional dilaksanakan.

Pengikut Arminius tidak ingin mengadopsi nama pemimpin mereka, dan menyebut diri mereka Remonstrans. Arminius meninggal sebelum ia bisa memenuhi permintaan Jenderal Negara Belanda untuk 14-halaman penguraian pandangannya, Remonstrans menjawab sebagai gantinya dengan Lima artikel Remonstrans.

Lima poin Remonstrans

Arminianisme awalnya diartikulasikan dalam Remonstrans (1610), pernyataan teologis yang ditandatangani oleh 45 pendeta. Lima poin dari Remonstrans menegaskan bahwa:

  1. Pemilihan (dan kutukan pada hari kiamat) tergantung pada iman rasional atau ketidak percayaan manusia;
  2. Penebusan, secara kualitatif memadai untuk semua orang, hanya manjur untuk orang beriman;
  3. Tanpa bantuan oleh Roh Kudus, orang tak mampu menanggapi akan Allah;
  4. Kasih karunia dapat ditolak,
  5. Orang-orang percaya mampu melawan dosa tetapi tidak di luar kemungkinan jatuh dari kasih karunia.[2]

Inti dari Remonstrans Arminianisme terletak pada pernyataan bahwa martabat manusia menuntut adanya kehendak bebas yang tidak terhalang, termasuk menolak kasih karunia keselamatan dari Allah bahkan yang sebelumnya telah diterima. Ini artinya seseorang yang telah beriman kepada Kristus bisa menjadi murtad.

Perbandingan dengan aliran Protestan lainnya

Berikut ini adalah perbandingan tiga pandangan dari aliran Protestan lainnya terhadap soteriologi[3]

Topik Lutheranisme Calvinisme Arminianisme
Kehendak manusia/
Kehendak bebas
Kerusakan total tanpa memiliki kehendak bebas Kerusakan total tanpa memiliki kehendak bebas Manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih yang baik dan yang jahat
Doktrin pemilihan/
Predestinasi
Pemilihan tanpa syarat hanya untuk keselamatan Pemilihan tanpa syarat baik untuk keselamatan maupun untuk penghukuman Pemilihan dengan syarat didasarkan pada iman dan perbuatan baik manusia yang sudah diketahui Allah sebelumnya.
Pembenaran/Penebusan Penebusan untuk semua orang telah selesai ketika Kristus mati. Penebusan terbatas hanya pada umat pilihan Allah, telah selesai ketika Kristus mati. Pembenaran dimungkinkan untuk semua orang (penebusan universal), tetapi hanya terjadi ketika seseorang memanfaatkannya/menentukan pilihan yang didasarkan oleh imannya. Semua umat manusia mempunyai kemungkinan untuk dapat ditebus sebagai akibat dari pekerjaan Kristus di kayu salib.
Pekerjaan Roh Kudus/
Anugerah keselamatan
Melalui cara-cara menerima anugerah Allah, keselamatan dapat ditolak Tanpa melalui cara apa pun, keselamatan tidak dapat ditolak Menyangkut anugerah kehendak bebas dan oleh karena itu dapat ditolak; pekerjaan Roh Kudus terbatas, sebab Ia memanggil manusia untuk bebas memilih bertobat dan manusia dapat menolaknya.
Perlindungan Orang percaya dapat jatuh, tetapi Allah memberi jaminan preservasi Ketekunan orang-orang kudus, sekali diselamatkan, akan tetap selamat Orang percaya dilindungi imannya oleh Allah namun memiliki kemungkinan kehilangan anugerah Allah tersebut.

Referensi

  1. Magnusson, Magnus (ed). Chambers Biographical Dictionary (Chambers: Cambridge University Press, 1995) 62
  2. http://www.britannica.com/EBchecked/topic/35372/Arminianism
  3. Table drawn from, though not copied, from Lange, Lyle W. God So Loved the Word: A Study of Christian Doctrine. Milwaukee: Northwestern Publishing House, 2006. p. 448.
Abad Klasik
120px-Muenster-100725-15996-%C3%9Cberwasserkirche-Schl%C3%BCssel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abad Pertengahan
Awal Abad Kiwari
Abad Kiwari
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan