Minggu, 20 September 2026
17:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Yan Liang

Yan Liang

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Yan Liang
顔良
250px-Yan_Liang_Qing_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah ilustrasi Dinasti Qing tentang Yan Liang
LahirTidak diketahui
Meninggal200
Boma (白馬; dekat masa kini Hua County, Henan)
PekerjaanJenderal Militer
Yan Liang
Hanzi tradisional: 顔良
Hanzi sederhana: 颜良
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Yán Liáng
- Wade-Giles: Yen Liang
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Yan (surname 顏).

Yan Liang adalah seorang Jenderal Militer yang berada di bawah kepemimpinan Yuan Shao. Ia bertugas di bawah panglima perang Yuan Shao pada akhir dinasti Han Timur di Tiongkok. Yan Liang dibunuh oleh Guan Yu pada Pertempuran Boma.

Pada saat itu, jenderal pasukan Cao Cao menantangnya untuk duel. Tantangan duel ini diterima. Cao Cao memerintahkan Song Xian untuk membunuh Yan Liang dalam duel ini, tetapi hanya dalam tiga jurus Song Xian terjatuh karena tertebas pedang Yan Liang. Tidak hanya itu, Yan Liang lebih lanjut membunuh Wei Xu, yang ingin membalaskan dendam Song Xian, dengan membelah dahinya dalam satu jurus.

Yan Liang dikenal sangat tangguh. Seseorang bernama Xu Huang menantang Yan Liang dalam pertempuran, itupun hanya bertahan sebanyak dua puluh jurus sebelum akhirnya kembali ke kemahnya karena merasa terdesak. Beberapa waktu kemudian setelah Cao Cao menuruti nasihat Cheng Yu, Guan Yu diperintahkan untuk memenggal kepala Yan Liang. Guan Yu segera menaiki kudanya, mengambil tombak naganya dan memacu kudanya menuruni bukit seorang diri, mata phoenixnya menatap tajam dan mengerutkan alis yang menandakan keseriusannya. Dia menyerang tepat di tengah formasi musuh dan para prajurit utara yang menahannya jika tidak mati terinjak kudanya maka tewas karena serangannya. Akhirnya, mereka tidak menahannya lagi dan seperti gelombang besar mereka membuka jalan untuk Guan Yu dan tidak berani melawan Guan Yu untuk bergerak menuju Yan Liang.

Kehidupan

Lihat pula: Battle of Boma

Sedikit yang diketahui tentang kehidupan Yan Liang, satu-satunya catatan sejarah tentang dia dapat ditemukan di Catatan Tiga Negara, dalam biografi Yuan Shao,[1] Guan Yu,[2] Xun Yu[3] dan Cao Cao.[4] Pada saat dia menjadi fokus perhatian dalam catatan, dia telah membuat namanya terkenal Wen Chou sebagai sosok yang dipuji karena keberaniannya.[4]

Di awal musim panas,[5] Cao Cao menerima saran Xun You untuk memindahkan kekuatan utamanya ke arah barat sepanjang Sungai Kuning ke Penyeberangan Yan, mengalihkan pasukan Yuan Shao ke arah yang sama. Cao Cao memimpin sebuah pasukan ringan ke Boma dalam gerakan paksa, mengejutkan Yan Liang. Yan Liang memimpin pasukannya untuk menemui Cao Cao lebih dari 10 li (lebih dari 4 km) dari Boma dan Cao Cao mengirim Zhang Liao dan Guan Yu sebagai garda depan untuk bertarung. Selama pertempuran berikutnya, Guan Yu mengidentifikasi Yan Liang di barisan musuh, melaju ke tengah-tengah pasukan Yan Liang dan membunuhnya lalu berjuang untuk kembali keluar dengan kematian Yan Liang, tentara di Boma runtuh.

Romantisme Tiga Negara

Saat ini Yan Liang yang duduk di sana melihat ada seorang penunggang kuda menuju ke arahnya. Yan Liang terkejut karena tiba-tiba saja Guan Yu sudah ada di hadapannya sehingga Yan Liang refleks mengeluarkan pedang besarnya. Melihat hal itu, Guan Yu mengangkat tangan yang tengah memegang tombak dan segera menghujamkannya ke tubuh Yan Liang. Yan Liang langsung menahan serangan Guan Yu dengan pedangnya, tetapi kekuatan tebasan tombak Guan Yu mematahkan pedangnya sehingga membelah Yan Liang menjadi dua di bahunya serta membelah kudanya juga.

Saat turun dari kuda, Guan Yu memenggal kepala Yan Liang dan menggantungkannya di sadel kudanya. Pasukan Yan Liang terkejut karena tidak percaya pemimpin mereka dibunuh semudah itu dan mereka panik serta lari. Pasukan Cao Cao diperintahkan mengejar dan membantai banyak sekali prajurit Yuan Shao yang dipimpin oleh Yan Liang. Mereka menangkap banyak kuda dan senjata serta perlengkapan militer. Guan Yu segera kembali ke atas bukit dan menyerahkan kepala Yan Liang sebagai bukti kehebatannya.

Referensi

  1. Sanguozhi vol. 6.
  2. Sanguozhi vol. 36.
  3. Sanguozhi vol. 10.
  4. 1 2 Sanguozhi vol. 1.
  5. de Crespigny, Rafe. Imperial Warlord : A Biography of Cao Cao 155-220 AD. Brill. hlm. 137–139. ISBN 978-90-04-18522-7.
Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Penasihat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Jenderal
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan