Senin, 02 November 2026
23:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bu Lianshi

Bagikan:

Nyonya Bu (meninggal ca Maret atau November 238), nama pribadi Bu Lianshi[1] merupakan seorang selir dari Sun Quan, kaisar pendiri Dong Wu pada masa Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Secara anumerta, Sun Quan mengangkatnya menjadi permaisuri. Dia juga dikenal sebagai Permaisuri Bu.

Kehidupan

Nyonya Bu berasal dari county Huayin (淮陰縣), Kabupaten Linhuai (臨淮郡) yang pada masa kini terletak di Huai'an, Jiangsu. Ia lahir pada masa Akhir Dinasti Han dan merupakan seorang kerabat dari Bu Zhi. Pada masa kecil, ibunya membawanya dari Huayin ke Lujiang (廬江郡; Anqing, Anhui masa kini). Pada 199, Lujiang ditaklukkan oleh Sun Ce yang menguasai wilayah Jiangdong (juga dikenal dengan nama Wu, mencakupi wilayah Tiongkok tenggara masa kini), membuat keluarganya pindah dari Lujiang ke Jiangdong. Di Jiangdong, Nyonya Bu ditandai oleh adik Sun Ce, Sun Quan karena kecantikannya dan Sun Quan menikahinya sebagai seorang selir. Saat Sun Quan meninggalkan istri keduanya, Nyonya Xu pada 212, Nyonya Bu menjadi istri kesayangan Sun Quan.[2] Pernikahannya dengan Sun Quan dikarnuiai dua orang putri: Sun Luban dan Sun Luyu.[3]

Nyonya Bu dikenal murah hati dan saat Sun Quan mulai menikahi istri baru, Nyonya Bu menerima istri lain tersebut dan bahkan membantu Sun Quan mencarikan istri untuknya. Karena ini, Nyonya Bu masih disayangi Sun Quan pada masa panjang. Pada 229, saat Sun Quan mendeklarasi diri sebagai kaisar dari Dong Wu, ia memikirkan untuk menjadikan Nyonya Bu menjadi permaisuri. Namun, banyak dari pejabat Sun Quan merekomendasikan Nyonya Xu sebagai permaisuri. Sun Quan sangat ragu-ragu sehingga ia tidak dapat memutuskan siapa yang akan diangkat menjadi permaisuri pada tahun-tahun berikutnya. Walaupun keluarga Nyonya Bu merekomendasikannya menjadi permaisuri, pengangkatan Nyonya Bu tidak didukung oleh putra sulung Sun Quan dan pangeran mahkota Dong Wu, Sun Deng karena Sun Deng memperlakukan Nyonya Xu lebih baik dari Nyonya Bu, cukup untuk mendukung Nyonya Xu sebagai permaisuri.[4] Nyonya Bu wafat pada 238 dan secara anumerta dihargai sebagai permaisuri oleh Sun Quan pada 24 November 238.

Nama pribadi Nyonya Bu tidak dicatat dalam biografinya di Sanguozhi, sumber terpercaya mengenai sejarah periode Tiga Kerajaan. Namun di Jiankang Shilu mencatat nama pribadinya sebagai "Lianshi", maka dia dikenal sebagai Bu Lianshi.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 ([赤烏元年]二月,追拜夫人步氏為皇后。后諱練師,臨淮淮陰人也。) Jiankang Shilu vol. 2.
  2. ↑ (徐夫人少有母養之恩,後徐氏以妒廢處吳,而步夫人最寵) Sanguozhi vol. 59.
  3. ↑ (吳主權步夫人,臨淮淮陰人也,與丞相隲同族。漢末,其母攜將徙廬江,廬江為孫策所破,皆東渡江,以美麗得幸於權,寵冠後庭。生二女,長曰魯班,字大虎,前配周瑜子循,後配全琮;少曰魯育,字小虎,前配朱據,後配劉纂。) Sanguozhi vol. 50.
  4. ↑ (歩氏有賜、登不敢辭、拜受而已。徐氏使至、所賜衣服、必沐浴服之。登將拜太子、辭曰:「本立而道生、欲立太子、宜先立后。」權曰:「卿母安在?」對曰:「在呉。」權默然。) Sanguozhi vol. 59.
Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Penasihat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Jenderal
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan