Sabtu, 26 September 2026
18:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Cao Rui

Kaisar Tiongkok dari Cao Wei (226-239)

Kaisar Ming dari Wei
魏明帝
Kaisar Cao Wei
Berkuasa29 Juni 226 – 22 Januari 239
PendahuluCao Pi
PenerusCao Fang
Pangeran Mahkota Cao Wei
Masa bakti28 Juni 226[1] – 29 Juni 226
PenerusCao Fang
Pangeran Pingyuan (平原王)
Masa bakti30 Maret 222 – 28 Juni 226
Adipati Qi (齊公)
Masa bakti221 – 30 March 222[2]
Lahir204[a] or 205[b]
Meninggal22 Januari 239 (aged 34 or 35)
Luoyang, Cao Wei
Pemakaman
Makam Gaoping (高平陵), Luoyang, Henan
AyahCao Pi
IbuPermaisuri Wenzhao
IstriNyonya Yu
Permaisuri Mingdao
Permaisuri Mingyuan
KeturunanCao Yin, Pangeran Ai dari Anping
Cao Jiong, Pangeran Qinghe
Cao Mu, Pangeran Fanyang
Putri Yi dari Pingyuan
Putri Qi
Nama lengkap
Marga: Cao (曹)
Nama: Rui (叡)
Nama kehormatan: Yuanzhong (元仲)
  • Taihe (太和): 227–233
  • Qinglong (青龍): 233–237
  • Jingchu (景初): 237–239
Nama anumerta
Kaisar Ming (明帝)
Nama kuil
Liezu (烈祖)
WangsaWangsa Cao

Cao Rui (ch: 曹叡, py: cáo rùi, wg: Ts'ao-Jui) (205-239) adalah anak dari Cao Pi dan kaisar kedua dari negara Cao Wei pada Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Dia juga dikenal dengan sebutan Kaisar Ming dari Wei dan juga sebutan Yuangzhong. Cao Rui dikenal sebagai kaisar yang mempunyai pemikiran strategi perang yang bagus dan bijaksana dalam memberi pangkat kepada pejabat yang cakap. Namun, dia juga memiliki kekurangan seperti banyak menghabiskan harta untuk proyek pembangunan seperti istana dan juga memiliki selir yang banyak (yang berjumlah ribuan) yang menyebabkan kas dan harta negara terkuras habis.

Awal kehidupan

Cao Rui lahir pada 205. Saat ia lahir, kakeknya Cao Cao menjadi panglima perang terkuat Dinasti Han dan membuat Kaisar Xian dari Han hanya boneka belaka. Ayahnya Cao Pi adalah anak tertua yang masih hidup sementara ibunya adalah Zhen Ji yang sebelumnya merupakan istri Yuan Xi, putra Yuan Shao, tetapi saat pasukan Cao Cao merampasnya pada September atau Oktober 204,[3] Cao Pi memaksanya untuk menikahinya dan ia melahirkan Cao Rui 8 bulan setelah pernikahan—meninggalkan teori bahwa Cao Rui sebenarnya merupakan anak Yuan Xi, bukan Cao Pi. Namun, Cao Cao sangat memanjakan Cao Rui dan selalu memintanya untuk tetap disisinya. Cao Cao bahkan berkata, "Karena kamu (Cao Rui), pencapaian saya bisa berakhir tiga generasi".[4] Cao Pi, setelah kematian ayahnya pada bulan Maret 220, memaksa Kaisar Xian menyerahkan takhta kepadanya dan mendirikan Cao Wei pada bulan Desember tahun itu. Lady Zhen tidak diizinkan menemaninya ke ibu kota baru Luoyang; pada bulan Agustus 221, dia memaksanya untuk bunuh diri.[5]

Karena apa yang terjadi kepada ibu kandungnya, Cao Rui tidak langsung menjadi Pangeran Mahkota walaupun ia merupakan putra tertua Cao Pi tetapi diberi gelar Pangeran Pingyuan paa Maret 222. Suatu saat selama masa jabatannya sebagai Pangeran Pingyuan, ia menikahi putri seorang bangsawan, Nyonya Yu, sebagai istri dan puterinya. Dia rupanya memiliki hubungan baik dengan Nyonya Guo, yang diangkat menjadi permaisuri (pada Oktober 222); karena dia tidak memiliki anak, statusnya sebagai pewaris tidak mendapat tantangan serius. Dikatakan bahwa pemikiran apa pun yang dimiliki Cao Pi untuk tidak menjadikannya ahli waris dihilangkan dengan perburuan; selama perburuan itu, Cao Pi dan Cao Rui bertemu dengan seekor induk rusa dan seekor rusa muda. Cao Pi membunuh induk rusa dengan anak panah, lalu memerintahkan Cao Rui untuk membunuh anak rusa tersebut. Cao Rui menangis dan berkata, "Yang Mulia telah membunuh ibundanya, dan saya tidak tega membunuh putranya juga." Cao Pi menjatuhkan busur dan anak panahnya dan menjadi sedih.

Pada bulan Juni 226, ketika Cao Pi jatuh sakit, dia akhirnya mengangkat Cao Rui sebagai putra mahkota. Dia meninggal segera setelah itu, dan Cao Rui menjadi kaisar pada usia 21 tahun.

Keluarga

Permaisuri Putri
Primary Consort; Wangfei

  • Permaisuri Putri Yu
    dari Klan Yu, tidak diangkat menjadi permaisuri kekaisaran

Permaisuri
Empress; Huanghou

  • Permaisuri Mao
    Gelar anumerta: Permaisuri Mingdao
    • Cao Yin, Pangeran Ai
  • Permaisuri Guo
    dari Klan Guo di Komanderi Xiping
    Gelar anumerta: Permaisuri Mingyuan
    • Cao Shu, Putri Yi

Referensi

  1. ↑ Cao Rui's biography in vol.03 of Sanguozhi indicate that he was made crown prince in the 5th month of the 7th year of the Huang'chu era. The month starts from 13 Jun 226 in the Julian calendar. The biography also indicated that he was made crown prince as Cao Pi was deathly ill ([黄初]七年夏五月,帝病笃,乃立为皇太子。); Cao Pi's biography in vol.02 of Sanguozhi indicate that he fell deathly ill on 28 Jun 226 (bing'chen day of the 5th month) ([黄初]七年夏五月丙辰,帝疾笃...).
  2. ↑ yichou day of the 3rd month of the 3rd year of the Huang'chu era, per Cao Pi's biography in Sanguozhi
  3. ↑ The 8th month of Jian'an 9. The month corresponds to 12 Sep to 11 Oct 204 in the Julian calendar.
  4. ↑ (生而太祖爱之,常令在左右。〈《魏书》曰:帝生数岁而有岐嶷之姿,武皇帝异之,曰:“我基于尔三世矣。”) Sanguozhi, vol.03, with annotation from Wei Shu.
  5. ↑ Chen Shou wrote in Lady Guo's biography in Sanguozhi that Lady Zhen's death was due to Lady Guo becoming favored (甄后之死,由后之宠也。) Sanguozhi, vol.05.
Kaisar Ming dari Wei
Lahir: 205 Meninggal: 239
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Cao Pi
Kaisar Cao Wei
226–239
Diteruskan oleh:
Cao Fang
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Cao Pi
— TITULER —
Kaisar Tiongkok
226–239
Alasan kegagalan suksesi:
Zaman Tiga Negara
Diteruskan oleh:
Cao Fang
Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Penasihat
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Jenderal
Wei
Shu
Wu
Lainnya
Lainnya
  1. ↑ Chen Shou, the author of the Sanguozhi, stated that Cao Rui died at the age of 36 by East Asian age reckoning.
  2. ↑ Pei Songzhi, who annotated the Sanguozhi, asserted that Cao Rui was born in Jian'an 10 (c. 205) during the reign of the Xian Emperor of Han.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan