Kamis, 05 November 2026
04:48 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Taklid

Taklid

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Prinsip-prinsip
fikih Islam
(Ushul al-Fiqh)
250px-UsulALFiqh.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fikih
Ahkam
Profesi dan gelar hukum Islam
250px-%D8%B3%DB%8C%D8%AF_%D9%85%D8%AD%D9%85%D8%AF%D8%B9%D9%84%DB%8C_%D8%B9%D9%84%D9%88%DB%8C_%DA%AF%D8%B1%DA%AF%D8%A7%D9%86%DB%8C_%D8%A7%D8%B2_%D9%85%D8%B1%D8%A7%D8%AC%D8%B9_%D8%AA%D9%82%D9%84%DB%8C%D8%AF_%D8%B4%D9%87%D8%B1_%D9%82%D9%85_%28%D8%B9%D9%84%D9%85%D8%A7%DB%8C_%D8%B4%DB%8C%D8%B9%D9%87%29_%D8%A7%DB%8C%D8%B1%D8%A7%D9%86_08.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adalah istilah Islam yang menunjukkan kesesuaian seseorang dengan ajaran orang lain orang yang melakukan taqlid disebut mukallid yang berarti pasti dari istilah tersebut bervariasi tergantung pada konteks dan usia. Penggunaan istilah klasik berbeda antara Islam Sunni dan Syiah penggunaan Islam Sunni menunjuk pada kesesuaian yang tidak dapat dibenarkan dari satu orang terhadap ajaran orang lain daripada kesesuaian yang dibenarkan dari orang awam terhadap ajaran mujtahid atau seseorang yang memenuhi syarat untuk penalaran independen.

Taklid atau Taqlid (Arab: تقليد; taqlīd) adalah istilah Islam yang menunjukkan kesesuaian seseorang dengan ajaran orang lain. Orang yang melakukan taklid disebut mukalid (muqallid).[1] Arti pasti dari istilah tersebut bervariasi tergantung pada konteks dan usia. Penggunaan istilah klasik berbeda antara Islam Sunni dan Syiah. Penggunaan Islam Sunni menunjuk pada kesesuaian yang tidak dapat dibenarkan dari satu orang terhadap ajaran orang lain, daripada kesesuaian yang dibenarkan dari orang awam terhadap ajaran mujtahid (seseorang yang memenuhi syarat untuk penalaran independen). Penggunaan Syiah menunjukkan kesesuaian umum non-mujtahid dengan ajaran mujtahid, dan tidak ada konotasi negatif.

Dalam penggunaan kontemporer, terutama dalam konteks reformisme Islam, sering digambarkan secara negatif dan diterjemahkan sebagai "peniruan buta". Ini mengacu pada stagnasi yang dirasakan dari upaya intelektual independen (ijtihad) dan peniruan yang tidak kritis terhadap interpretasi agama tradisional oleh lembaga keagamaan pada umumnya.[2]

Syarat-syarat

Yang dibolehkan bertaklid adalah orang awam (orang biasa) yang tidak mengerti cara-cara mencari hukum syari'at. Ia boleh mengikuti pendapat orang yang mengerti dan mengamalkannya. Adapun orang yang mengerti dan sanggup mencari sendiri hukum-hukum syari'at, maka harus berijtihad sendiri. Namun, bila waktunya sudah sempit dan dikhawatirkan akan ketinggalan waktu untuk mengerjakan yang lain (dalam persoalan ibadah) maka menurut suatu pendapat boleh mengikuti pendapat orang lain.

Taklid yang diharamkan

Taklid yang diharamkan adalah:

  1. Taklid kepada orang lain tanpa mempedulikan Al-Qur'an dan hadits
  2. Taklid kepada orang yang tidak diketahui keahliannya untuk diikuti

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Sharif, Surkheel (Abu Aaliyah). "The Truth About Taqlid (Part I)" (PDF). The Jawziyyah Institute. hlm. 2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-03-06.
  2. ↑ Weiss, Bernard G. (1995). "Taqlīd". In John L. Esposito. The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World. Oxford: Oxford University Press.

Bibliografi

  • "Usul Fiqh", oleh A. Hanafie, M.A., Cetakan ketiga 1962, halaman 157-159


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan