Discovery lepas landas pada awal misi STS-120. | |
| Fungsi | Crewed orbital launch and reentry |
|---|---|
| Produsen |
|
| Negara asal | |
| Biaya per peluncuran (2026) | US$450 million (2011)[1] |
| Ukuran | |
| Tinggi | 56 m (184 ft)[2] (stacked vehicle height) |
| Diameter | 87 m (285 ft) (external tank diameter) |
| Massa | 2.030.000 kg (4.480.000 pon) |
| Tingkatan | 1½[3]: 126, 140 |
| Kapasitas | |
| Muatan menuju LEO | |
| Altitudo | 204 km (127 mi) |
| Massa | 27.500 kg (60.600 pon) |
| Muatan menuju ISS | |
| Altitudo | 407 km (253 mi) |
| Massa | 16.050 kg (35.380 pon) |
| Muatan menuju GTO | |
| Massa | 4.940 kg (10.890 pon) with Inertial Upper Stage[4] |
| Muatan menuju GTO | |
| Massa | 4.940 kg (10.890 pon) with Inertial Upper Stage[4] |
| Muatan menuju GEO | |
| Massa | 2.270 kg (5.000 pon) with Inertial Upper Stage[4] |
| Muatan menuju Earth, returned | |
| Massa | 14.400 kg (31.700 pon)[5] |
| Sejarah peluncuran | |
| Status | Retired |
| Tempat peluncuran |
|
| Total peluncuran | 135 |
| Keberhasilan peluncuran |
133[a] |
| Kegagalan | 2 |
| Penerbangan perdana | April 12, 1981 (STS-1) |
| Penerbangan terakhir | July 21, 2011 (STS-135) |
| Pendorong – Solid Rocket Boosters | |
| Jumlah pendorong | 2 |
| Daya dorong | 13 MN (3.000.000 lbf) |
| Daya dorong total | 27 MN (6.000.000 lbf) |
| Impuls spesifik | 242 s (2,37 km/s)[6] |
| Durasi pembakaran | 124 seconds |
| Bahan bakar | PBAN—APCP |
| Tingkat First – Orbiter + external tank | |
| Mesin | 3 × RS-25 engines on Orbiter |
| Daya dorong | 1.750 kN (390.000 lbf) at sea level[7] |
| Impuls spesifik | 455 s (4,46 km/s) |
| Durasi pembakaran | 480 seconds |
| Bahan bakar | LH2 / LOX in external tank |
| Muatan | |
Pesawat Ulang Alik (bernama resmi: Space Transportation System atau STS; lebih populer dengan nama NASA's Space Shuttle atau Space Shuttle saja) adalah wahana antariksa milik Amerika Serikat yang digunakan dalam misi penerbangan luar angkasa berawak. Pesawat ulang alik – tidak seperti wahana antariksa lainnya – badan utama Pesawat Ulang Alik dapat digunakan kembali di lain waktu. Pesawat jenis ini hanya dimiliki oleh NASA, badan antariksa Amerika, dalam beberapa jenis. Sempat dibuat 5 buah, di mana sekarang tinggal tiga. Modul pesawat, terbang secara vertikal dan biasanya membawa tiga sampai lima antariksawan (walaupun pernah mengangkut 8 antariksawan dan masih cukup sampai 11 antariksawan dalam keadaan darurat) dan muatan sampai seberat 50.000 lb, 22.700 kg menuju orbit rendah bumi (termosfer). Ketika misi selesai pesawat akan menyalakan pendorongnya sendiri untuk kembali menuju atmosfer bumi, pendorong akan dimatikan ketika pesawat sudah di dalam atmosfer bumi dan pesawat akan melayang selama perjalanannya sampai akhirnya mencapai permukaan lagi.
Pesawat Ulang Alik NASA bisa dikatakan merupakan wahana antariksa pertama yang dirancang agar dapat dipakai kembali sebagian. Pesawat ini bertugas untuk membawa berbagai muatan (biasanya satelit) ke berbagai orbit bumi (biasanya orbit rendah, perlu perlakuan khusus untuk orbit yang lebih tinggi), penggantian awak ISS, Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan untuk misi servis. Terkadang pesawat ini juga dapat mengambil kembali satelit untuk dikembalikan ke bumi. Bekerjasama dengan Soyuz, wahana antariksa milik Rusia, kedua pesawat bahu membahu membangun ISS. Kedua pesawat dirancang agar dapat bekerja sekitar 10 tahun atau setara dengan sekitar 100 peluncuran.
Pesawat Ulang Alik yang pertama adalah Enterprise, yang sebenarnya merupakan wahana uji terbang. Pesawat berikutnya adalah Columbia, Challenger, Discovery dan Atlantis. Challenger telah hancur ketika proses peluncuran pada tahun 1986, dan akhirnya dibuat Endeavour sebagai penggantinya. Sedangkan Columbia hancur ketika proses memasuki atmosfer bumi pada tahun 2003.
NASA telah mengumumkan untuk memberhentikan armada Pesawat Ulang Alik pada tahun 2010 dan akan menggantinya dengan Orion, wahana antariksa baru yang dirancang dapat mengangkut manusia menuju Bulan dan bahkan objek angkasa yang lebih jauh lagi.
Deskripsi
Pesawat ruang angkasa atau lebih di kenal dengan Pesawat Ulang Alik ini diluncurkan ke ruang angkasa sejak tahun 1981. Pesawat ruang angkasa ini bertugas untuk membawa berbagai misi ke ruang angkasa seperti membuat stasiun ruang angkasa.
Pesawat ruang angkasa memiliki kelebihan dari wahana lainnya karena mampu melakukan misi berulangkali dengan pesawat sejenis, bandingkan dengan roket yang hanya bisa sekali pakai.
Bagian-bagian wahana antariksa
Mirip dengan pesawat terbang, Pesawat Ulang Alik ini dilengkapi dengan sayap, sistem kemudi, sistem pendorong, dan badan pesawat tempat antariksawan bekerja. Bedanya Pesawat Ulang Alik ini lebih komplet baik badan maupun mesin yang menggerakannya.
Secara garis besarnya Pesawat Ulang Alik terdiri dari tiga sistem dasar yaitu dua buah roket padat sebagai tenaga pendorong awal dari pusat peluncuran, tangki luar untuk menyuplai mesin utama, dan orbiter di mana tiga macam dek ditempatkan sebagai tempat antariksawan tinggal dan bekerja selama dalam perjalanan.
Pesawat ulang alik di kendalikan dari dek penerbangan di bagian atas. Di bagian bawah merupakan area tempat tinggal antariksawan yang berisi dapur, tempat tidur, dan sebagainya.istem pengendali lingkungan ditempatkan pada dek yang ketiga.
- Tangki luar yang berisi 526,126 galon bahan bakar berfungsi untuk menyuplai bahan bakar ke mesin utama. Saat dua roket padat (Solid Rocket Boosters) di pisahkan dari pesawat pada ketinggian 45 km, mesin utama di hidupkan dengan bahan bakar dari tangki luar (external tank). Tangki luar ini pun akan di lepas dari pesawat ulang alik pada ketinggian 113 km dan jatuh kelautan.
- Roket padat seberat 1.300.000 pons ini sanggup menghasilkan daya dorong sebesar 2.650.000 pons berfungsi sebagai pendorong Pesawat Ulang Alik saat di luncurkan sampai ketinggian 45 km dari permukaan bumi. Roket ini kemudian di lepaskan dari Pesawat Ulang Alik dan jatuh kelaut.
- Orbiter merupakan bagian inti dari Pesawat Ulang Alik. Orbiter mirip pesawat terbang, di dalamnya terdapat dek tempat antariksawan tinggal dan peralatan navigasi. Mesin utama pun ditempatkan di belakang orbiter. Orbiter inilah yang kembali ke Bumi jika misi telah selesai.
Baca Juga
Pranala luar

Bacaan
- NSTS 1988 Reference manual
- How The Space Shuttle Works
- NASA Space Shuttle News Reference – 1981 (PDF document)
- Orbiter Vehicles Diarsipkan 2021-02-09 di Wayback Machine.
- Lecture Series on the space shuttle Diarsipkan 2011-11-08 di Wayback Machine. from MIT OpenCourseWare
NASA
- The Space Shuttle Era: 1981–2011; interactive multimedia on the space shuttle orbiters Diarsipkan 2011-04-10 di Wayback Machine.
- NASA Human Spaceflight – Shuttle Diarsipkan 2005-11-06 di Wayback Machine.: Current status of shuttle missions
- Official NASA Human Space Flight Orbital Tracking Diarsipkan 2007-04-08 di Wayback Machine. system
- NASA Shuttle Gallery: Newer images, audio, and video of the space shuttle program Diarsipkan 2009-06-18 di Wayback Machine.
- Older images of the space shuttle program Diarsipkan 2008-04-05 di Wayback Machine.
- NASA History Series Publications (many of which are on-line)
Non-NASA
- Atlantis photo essay From Boston.com. (May 14, 2010)
- Video of current and historical missions (STS-1 thru Current) Diarsipkan 2010-09-09 di Wayback Machine.
- Space Shuttle Newsgroup – sci.space.shuttle
- List of all Shuttle Landing Sites and a Map of Landing Sites
- Weather criteria for shuttle launch Diarsipkan 2006-09-12 di Wayback Machine.
- Different details and perspectives from the orbiter (Gallery drafts.de) Diarsipkan 2010-12-06 di Wayback Machine. (ger.)
- GRiD Compass History at Hrothgar's Cool Old Junk Page
- Last Space Shuttle Endeavour Pictures Diarsipkan 2013-05-30 di Wayback Machine.
- time lapse of orbiter flow from processing, to stacking, to launch Diarsipkan 2013-12-07 di Wayback Machine.
- They Write the Right Stuff: Software development for the Space Shuttle
- Final Launch Image Gallery Photos of STS-135 taking off and reaching orbit
- Launch Video of Last Space Shuttle Endeavour Diarsipkan 2015-10-16 di Wayback Machine.
- (Inggris)Pesawat Ulang Alik - Berita dan komentar di The Guardian
- Space Shuttle collected news and commentary at The New York Times
- Templat:Worldcat subject
- Swaby, Rachel. "The Space Shuttle’s Impact on Pop Culture", Wired, June 28, 2011
- Film pendek "Space Shuttle: A Remarkable Flying Machine (1981)" tersedia untuk diunduh secara gratis di the Internet Archive[selebihnya]
| Misi selesai |
| ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dibatalkan | |||||||||||
| Pengorbit | |||||||||||
| |||||||||||
| Beroperasi | |
|---|---|
| Dalam pengembangan | |
| Pensiun |
|
| Kelas roket | |
| |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik roket ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik wahana antariksa atau satelit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
- ↑ Bray, Nancy (Agustus 3, 2017). "Kennedy Space Center FAQ". NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 2, 2019. Diakses tanggal Juli 13, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Space Shuttle Era Facts" (PDF). NASA. Diakses tanggal Juni 24, 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑
- 1 2 3 "Inertial Upper Stage". Rocket and Space Technology. November 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 7, 2020. Diakses tanggal Juni 21, 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Woodcock, Gordon R. (1986). Space stations and platforms. Orbit Book co. ISBN 978-0-89464-001-8. Diakses tanggal April 17, 2012. The present limit on Shuttle landing payload is 14.400 kg (31.700 pon). This value applies to payloads intended for landing.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑
- ↑ Kyle, Ed. "STS Data Sheet". spacelaunchreport.com. Diarsipkan dari versi asli pada Agustus 7, 2020. Diakses tanggal Mei 4, 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ In this case, the number of successes is determined by the number of successful Space Shuttle missions.