Jumat, 16 Oktober 2026
04:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Jielong 1

Bagikan:
Jielong 1
Fungsi Kendaraan peluncur orbital kecil
Produsen CALT / China Rocket
Negara asal Tiongkok
Ukuran
Tinggi 195 m (640 ft)
Diameter 12 m (39 ft)
Massa 23.100 kg (50.900 pon)
Tingkatan 4
Kapasitas
Muatan menuju SSO 500 km
Massa200 kg (440 pon)
Muatan menuju SSO 700 km
Massa150 kg (330 pon)
Roket terkait
Roket sejenis Minotaur I
Pegasus
Start-1
Electron
Sejarah peluncuran
Status Tidak aktif; tidak ada penerbangan setelah 2019
Tempat peluncuran Jiuquan
Total peluncuran 1
Keberhasilan
peluncuran
1
Kegagalan 0
Kegagalan parsial 0
Penerbangan perdana 17 Agustus 2019
Penerbangan terakhir 17 Agustus 2019

Jielong 1 (Hanzi:捷龙一号运载火箭; Pinyin:Jiélóng Yīhào Yùnzài Huǒjiàn), juga dikenal sebagai Smart Dragon 1 atau SD-1, adalah kendaraan peluncur orbital kecil empat tahap berbahan bakar padat yang dikembangkan oleh China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) dan dioperasikan secara komersial melalui China Rocket Co., Ltd., anak perusahaan CALT. Roket tersebut merupakan kendaraan peluncur komersial pertama China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) yang dikembangkan dengan model bisnis khusus untuk pasar satelit kecil.[1][2]

Jielong 1 memiliki panjang sekitar 19,5 meter, diameter badan 1,2 meter, massa lepas landas sekitar 23,1 ton, dan menggunakan empat motor roket padat yang dipasang secara seri. Kapasitas angkutnya sekurang-kurangnya 200 kg ke orbit sinkron matahari (SSO) setinggi 500 km dan sekurang-kurangnya 150 kg ke SSO 700 km.[1][3]

Penerbangan pertama dan satu-satunya Jielong 1 berlangsung pada 17 Agustus 2019 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Roket membawa tiga satelit—Qiancheng 01, Xingshidai 5, dan Tianqi 2—ke orbit yang direncanakan.[1] Meskipun pada 2019 CASC menyatakan telah memperoleh beberapa kontrak dan merencanakan rangkaian peluncuran lanjutan, tidak ada penerbangan Jielong 1 berikutnya yang tercatat dalam daftar peluncuran CALT hingga Agustus 2026.[4][5] CALT masih mencantumkan Jielong 1 dalam katalog model roketnya pada situs resmi, sehingga tidak terdapat pengumuman resmi yang ditemukan mengenai tanggal penghentian program.[3]

Nama

Nama Jielong ditulis 捷龙 dalam bahasa Tionghoa. Karakter jié (捷) dapat berarti tangkas, cepat, atau berhasil, sedangkan lóng (龙) berarti naga. Dalam materi berbahasa Inggris, nama pemasaran Smart Dragon 1 dan singkatan SD-1 digunakan untuk roket tersebut.

Jielong 1 merupakan model pertama dalam keluarga komersial Dragon yang diperkenalkan CASC. Pada Oktober 2019, perusahaan mengumumkan bahwa keluarga tersebut terdiri atas seri Jielong berbahan bakar padat dan seri Tenglong berbahan bakar cair. Rencana pada saat itu mencakup Jielong 1, Jielong 2, Jielong 3, dan kendaraan suborbital Jielong-S.[6]

Latar belakang

Pada akhir 2010-an, Tiongkok mengalami pertumbuhan pasar satelit kecil dan perusahaan antariksa komersial. CALT, yang sebelumnya terutama mengembangkan keluarga Long March, membentuk China Rocket untuk menyediakan layanan yang lebih berorientasi pasar.

Jielong 1 ditujukan khusus untuk satelit dengan massa puluhan hingga ratusan kilogram, termasuk satelit demonstrasi teknologi, penginderaan jauh, satelit komunikasi kecil, dan pengisian kembali konstelasi. CASC menggambarkannya sebagai roket “komersial murni” pertama perusahaan karena pembiayaan, pengembangan, pemilihan pemasok, dan pemasaran dirancang berbeda dari program peluncur negara tradisional.[2][4]

Model bisnisnya memadukan pengembangan teknis oleh unit CALT dengan investasi dan operasi komersial China Rocket. CASC menyatakan bahwa perusahaan melakukan pengadaan kompetitif untuk memanfaatkan pemasok di dalam dan di luar sistem industri antariksa negara.[2]

Pengembangan

Pengembangan Jielong 1 dimulai sekitar Februari 2018 dan berlangsung kira-kira 18 bulan sampai penerbangan perdananya pada Agustus 2019. Waktu pengembangan yang singkat merupakan salah satu bagian strategi untuk menunjukkan bahwa kendaraan peluncur komersial dapat dikembangkan dengan siklus yang lebih cepat daripada program besar tradisional.[7]

Pengembangan memanfaatkan teknologi motor roket padat dan teknologi lain yang telah matang dalam industri antariksa Tiongkok. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan membuat seluruh sistem dari awal dan mendukung sasaran keandalan yang tinggi.

Menurut CASC, Jielong 1 menghasilkan lebih dari sepuluh penerapan teknologi yang pada waktu itu disebut pertama atau baru dalam program roket pembawa Tiongkok, termasuk rancangan tingkat atas yang tidak biasa, penyederhanaan pengujian, integrasi transportasi-peluncuran, dan teknologi kendali yang dikembangkan untuk menurunkan massa serta biaya.[2]

Desain

Konfigurasi umum

Jielong 1 merupakan roket empat tahap dengan keempat tahap menggunakan propelan padat. Tahap-tahap utama memiliki diameter sekitar 1,2 m dan dipasang secara seri.[6]

Parameter Nilai
Panjang sekitar 19,5 m
Diameter badan 1,2 m
Massa lepas landas sekitar 23,1 ton
Tahap 4
Propelan Padat
Kapasitas ke SSO 500 km ≥ 200 kg
Kapasitas ke SSO 700 km ≥ 150 kg
Mode peluncuran Peluncur-transporter bergerak melalui jalan

[1][3]

Dalam pengumuman keluarga Dragon pada Oktober 2019, panjang Jielong 1 juga dibulatkan menjadi 20 m dan massa menjadi 23 ton. Perbedaan tersebut mencerminkan pembulatan spesifikasi, bukan konfigurasi roket yang berbeda.[6]

Tahap keempat dan muatan terbalik

Ciri paling tidak biasa dari Jielong 1 adalah konfigurasi tahap keempat dan muatan. Pada sebagian besar roket, muatan dipasang dalam orientasi normal di atas tingkat atas. Pada Jielong 1, tahap keempat dan muatan dipasang dalam posisi terbalik selama bagian awal penerbangan.

Setelah tahap ketiga menyelesaikan pembakarannya dan dipisahkan, sistem tingkat atas melakukan manuver sehingga muatan berada pada orientasi yang sesuai sebelum tahap keempat melakukan fase penerbangan berikutnya.[8]

Konfigurasi terbalik memungkinkan ruang muatan dibuat lebih teratur dan membantu mempertahankan dimensi roket yang kecil. Xinhua menggambarkan proses tersebut secara populer sebagai satelit melakukan “jungkir balik” selama perjalanan menuju orbit.[9]

Ruang muatan

CASC menawarkan dua konfigurasi kompartemen satelit silindris:

  • diameter sekitar 1,2 m dengan tinggi sekitar 1,5 m; dan
  • diameter sekitar 1,4 m dengan tinggi sekitar 2 m.[6]

Roket dapat digunakan untuk satu satelit atau beberapa satelit sekaligus. Dengan kapasitas sekitar 200 kg ke SSO 500 km, Jielong 1 ditempatkan di kelas peluncur mikro/kecil, jauh di bawah kemampuan Jielong 3 yang dikembangkan kemudian.

Sistem peluncuran bergerak

Jielong 1 menggunakan konsep “satu kendaraan, satu roket”. Roket diangkut dalam posisi horizontal menggunakan kendaraan peluncur bergerak melalui jalan, kemudian ditegakkan di lokasi peluncuran.

Pada penerbangan pertama, roket diluncurkan dari Jiuquan menggunakan transporter/peluncur jalan. Sistem ini mengurangi kebutuhan terhadap menara peluncur permanen yang kompleks dan sesuai dengan sasaran operasi cepat.[7]

CASC dan CNSA menyatakan bahwa konfigurasi tersebut dirancang agar roket dapat diluncurkan dalam waktu sekitar 24 jam setelah tiba di lokasi peluncuran ketika sistem telah memasuki operasi matang.[1][9]

Kemampuan bergerak juga dipromosikan sebagai dasar fleksibilitas lintasan dan potensi untuk memenuhi kebutuhan peluncuran ke orbit dengan inklinasi berbeda, walaupun penerbangan aktual Jielong 1 hanya dilakukan dari Jiuquan.

Kinerja

CALT mencantumkan kapasitas Jielong 1 sekurang-kurangnya 150 kg ke SSO 700 km.[3] CNSA dan CASC juga menyatakan kemampuan sekurang-kurangnya 200 kg ke SSO 500 km.[1][6]

Orbit Kapasitas nominal
SSO 500 km ≥ 200 kg
SSO 700 km ≥ 150 kg

Kapasitas tersebut menempatkannya dalam kategori kendaraan peluncur orbital kecil. Dalam perbandingan internasional pada saat penerbangan pertama, media sering membandingkannya dengan kendaraan seperti Electron, Pegasus, dan Minotaur I, meskipun konfigurasi dan model operasinya berbeda.

Biaya dan model komersial

Pada 2019, CALT menargetkan biaya peluncuran sekitar US$30.000 per kilogram muatan. Bila seluruh kapasitas 200 kg digunakan, nilai tersebut setara dengan sekitar US$6 juta per peluncuran.[7]

Angka tersebut merupakan target komersial pada masa pengembangan dan bukan daftar harga misi aktual. Biaya riil dapat bergantung pada massa muatan, layanan integrasi, orbit, asuransi, dan persyaratan pelanggan.

Strategi biaya Jielong 1 mencakup:

  • penggunaan teknologi motor padat yang telah matang;
  • desain modular;
  • pengadaan kompetitif;
  • pengurangan peralatan dan redundansi tertentu yang dianggap tidak diperlukan;
  • produksi dalam kelompok;
  • penggunaan peluncur bergerak; dan
  • pengurangan waktu kampanye di lokasi peluncuran.[2][9]

Waktu pelayanan dan respons cepat

CASC mempromosikan Jielong 1 sebagai kendaraan dengan “pemenuhan kontrak cepat” dan “peluncuran cepat”. Setelah kontrak ditandatangani, target waktu sampai roket tersedia untuk misi adalah sekitar enam bulan, sedangkan operasi di lokasi peluncuran dirancang dapat diselesaikan dalam sekitar satu hari.[1]

Pendekatan ini ditujukan untuk pelanggan yang memerlukan:

  • penggantian satelit konstelasi secara cepat;
  • demonstrasi teknologi;
  • peluncuran khusus dengan jadwal yang dikendalikan pelanggan; dan
  • satelit kecil yang tidak ingin menunggu kesempatan rideshare pada roket besar.

Pada pengumuman 2019, CASC menyatakan bahwa keluarga Jielong pada akhirnya ditujukan mencapai frekuensi produksi dan peluncuran tinggi.[6]

Penerbangan perdana

Jielong 1 Y1 diluncurkan pada 17 Agustus 2019 pukul 04.11 UTC (12.11 waktu Beijing) dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Roket berhasil menempatkan tiga satelit di orbit yang direncanakan.[1][7]

Muatan tersebut adalah:

  • Qiancheng 01 (千乘一号01星), satelit penginderaan Bumi;
  • Xingshidai 5 (星时代-5), satelit observasi Bumi dan demonstrasi teknologi kecerdasan buatan; dan
  • Tianqi 2 (天启二号), satelit eksperimen komunikasi untuk konstelasi Tianqi.[1]

Xingshidai 5 juga dikenal dengan nama “Sanxingdui”. CNSA melaporkan bahwa satelit tersebut berhasil memasuki orbit sekitar 553 km dan ditujukan bagi eksperimen penginderaan jauh serta aplikasi kecerdasan buatan berbasis satelit.[10]

Keberhasilan tersebut menjadikan Jielong 1 model pertama keluarga Dragon yang mencapai orbit dan menandai masuknya CASC secara lebih eksplisit ke pasar peluncuran komersial satelit kecil.[2]

Riwayat peluncuran

No. Penerbangan Tanggal (UTC) Lokasi Muatan Orbit Hasil
1 Y1 17 Agustus 2019
04.11
Jiuquan Qiancheng 01
Xingshidai 5
Tianqi 2
SSO Sukses

[1][7]

Rencana peluncuran yang tidak terlaksana

Beberapa hari setelah penerbangan perdana, China Rocket menyatakan Jielong 1 telah memperoleh enam kontrak peluncuran komersial. Perusahaan pada saat itu memperkirakan penerbangan kedua pada akhir 2019 dan lima penerbangan lagi pada 2020, dengan sekitar 30 misi tambahan dalam tahap minat atau negosiasi.[4]

Rencana tersebut tidak terealisasi dalam bentuk penerbangan Jielong 1. Catatan resmi CALT sampai Agustus 2026 hanya menunjukkan satu misi Jielong 1, sementara aktivitas keluarga Jielong selanjutnya berpusat pada Jielong 3.[5]

Sumber resmi yang tersedia tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan tidak terlaksananya penerbangan yang telah direncanakan. Karena itu, penyebab seperti perubahan pasar, keputusan teknis, atau perpindahan pelanggan ke kendaraan lain tidak dapat dipastikan hanya dari sumber yang dipublikasikan.

Status program

Wikipedia bahasa Inggris dan sejumlah basis data peluncuran mengklasifikasikan Jielong 1 sebagai kendaraan yang telah pensiun atau tidak aktif. Namun, status formalnya tidak sepenuhnya jelas dari sumber resmi Tiongkok.

CALT masih menyediakan halaman produk Jielong 1 yang diperbarui pada Oktober 2023 dan masih mencantumkan model tersebut dalam katalog kendaraan peluncurnya pada 2026.[3] Di sisi lain, tidak ada peluncuran setelah 17 Agustus 2019, dan seluruh penerbangan keluarga Jielong sejak 2022 menggunakan Jielong 3.[5]

Karena tidak ditemukan pengumuman resmi mengenai penghentian atau pensiun, artikel ini menggunakan istilah tidak aktif untuk menggambarkan keadaan operasionalnya, dengan catatan bahwa model tetap tercantum dalam katalog CALT.

Jielong 1 dan Jielong 3

Jielong 3 bukan sekadar perubahan kecil dari Jielong 1, melainkan kendaraan yang jauh lebih besar. Keduanya sama-sama menggunakan empat tahap padat, tetapi ditujukan pada kelas muatan berbeda.

Parameter Jielong 1 Jielong 3
Penerbangan pertama 2019 2022
Tinggi sekitar 19,5 m sekitar 31 m
Diameter maksimum 1,2 m sekitar 2,65 m
Massa lepas landas sekitar 23,1 ton sekitar 140–145 ton
Tahap 4 padat 4 padat
Kapasitas SSO ≥200 kg ke 500 km sekitar 1.500–1.600 kg ke 500 km
Mode peluncuran Transporter bergerak dari darat Peluncuran dari laut

Jielong 3 mengambil beberapa tujuan komersial yang sama—keandalan tinggi, persiapan cepat, dan peluncuran satelit secara responsif—tetapi meningkatkan kapasitas secara hampir satu orde magnitudo. Pertumbuhan konstelasi satelit LEO pada pertengahan 2020-an membuat model dengan kapasitas lebih tinggi tersebut jauh lebih aktif dalam program China Rocket.

Signifikansi

Walaupun hanya terbang sekali, Jielong 1 penting dalam perkembangan penerbangan antariksa komersial Tiongkok karena menjadi:

  • kendaraan peluncur komersial pertama CASC yang dikembangkan melalui China Rocket;
  • model pertama keluarga Dragon yang mencapai orbit;
  • demonstrasi konsep pengembangan cepat sekitar 18 bulan;
  • demonstrasi peluncur bergerak “satu kendaraan, satu roket”;
  • demonstrasi konfigurasi tahap keempat dan muatan terbalik; dan
  • pendahulu teknis serta komersial bagi perkembangan keluarga Jielong selanjutnya.[2][4]

Pengalaman Jielong 1, bersama kendaraan padat CALT lain seperti Long March 11, menjadi bagian dari dasar teknologi yang kemudian digunakan untuk pengembangan Jielong 3 dan operasi peluncuran komersial berfrekuensi lebih tinggi.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "捷龙一号运载火箭首飞成功" [Penerbangan perdana roket Jielong 1 berhasil] (dalam bahasa Tionghoa). China National Space Administration. 19 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "捷龙一号首飞成功!航天科技集团商业火箭登上历史舞台" [Jielong 1 berhasil melakukan penerbangan perdana: roket komersial CASC memasuki panggung sejarah] (dalam bahasa Tionghoa). China Aerospace Science and Technology Corporation. 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  3. 1 2 3 4 5 "捷龙一号" [Jielong 1] (dalam bahasa Tionghoa). China Academy of Launch Vehicle Technology. 24 Oktober 2023. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  4. 1 2 3 4 "解读航天科技集团捷龙一号运载火箭的"纯商业"历史跨越" [Menafsirkan lompatan historis “komersial murni” Jielong 1] (dalam bahasa Tionghoa). China Aerospace Science and Technology Corporation. 21 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  5. 1 2 3 "院发射记录" [Catatan peluncuran akademi] (dalam bahasa Tionghoa). China Academy of Launch Vehicle Technology. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  6. 1 2 3 4 5 6 "国家队布局商业航天 "龙"系列火箭正式发布" [Tim nasional memasuki penerbangan antariksa komersial: keluarga roket “Dragon” diperkenalkan] (dalam bahasa Tionghoa). China National Space Administration. 21 Oktober 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  7. 1 2 3 4 5 Clark, Stephen (17 Agustus 2019). "China's Jielong 1 smallsat launcher successful on first flight". Spaceflight Now (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  8. ↑ Li, Ivan (17 Agustus 2019). "China successfully conducts first launch of Smart Dragon-1 small satellite launch vehicle". NASASpaceflight (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  9. 1 2 3 ""小个头有大智慧":捷龙一号首飞三大看点" [“Tubuh kecil, kecerdasan besar”: tiga hal penting dari penerbangan perdana Jielong 1] (dalam bahasa Tionghoa). Xinhua. 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  10. ↑ ""三星堆号"AI卫星乘"捷龙"升空 探索"太空+旅游"" [Satelit AI “Sanxingdui” meluncur dengan Jielong] (dalam bahasa Tionghoa). China National Space Administration. 19 Agustus 2019. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan