Minggu, 20 September 2026
22:32 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Sembiring

salah satu marga induk Batak Karo

Sembiring
Aksara Batak
Nama margaSembiring
Nama/penulisan alternatifSimbiring
Artisi + e + mbiring
(yang hitam)
Kekerabatan
Marga sekerabat
Turunan
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Karo
Daerah asalTaneh Karo

Sembiring (Surat Batak: ᯘᯩᯣᯫᯒᯫᯰ) adalah salah satu dari lima marga induk Karo yang disebut sebagai Merga Silima.

Sub-marga Sembiring

Berikut sub-marga yang terdapat pada marga Sembiring:

  1. Kembaren
  2. Sinulaki
  3. Keloko
  4. Pandia
  5. Gurukinayan
  6. Brahmana
  7. Meliala
  8. Depari
  9. Pelawi
  10. Maha
  11. Sinupayung
  12. Colia
  13. Pandebayang
  14. Tekang
  15. Muham
  16. Busok
  17. Keling
  18. Sinukapar
  19. Bunuhaji

Dan, dari beberapa tradisi dan temuan di lapangan, maka ada beberapa sub-marga Sembiring yang mekar menjadi sub-sub marga lainnya dan tersebar ke beberapa wilayah di Sumatra, seperti: Sembiring Sulaki di Langkat dan Aceh Tenggara.

Bunuhaji

Sejarah Sembiring Bunuhaji dengan desa Beganding, nama desa Beganding awalnya desa Bergandeng karena penamaan desa tersebut di ambil dari persetujuan 3 Sitepu dan Pulu Bunuhaji. Awalnya terjadi keributan terus menerus antara 3 Sitepu yang selalu menunjukkan kehebatannya dan luas tanahnya masing masing, tetapi Pulu Bunuhaji lama kelamaan tidak tinggal diam dan mendamaikan 3 Sitepu tersebut dan setelah damai mereka 3 Sitepu dan Pulu Bunuhaji telah sepakat desa mereka akan digabung dan di beri nama Kuta (desa) Bergandeng, tetapi pada saat zaman Belanda telah di ubah menjadi desa Beganding.

Empat Sembiring Sada Bapa, yakni Pelawi, Depari, Busok, dan Bunuhaji.

Tradisi

Marga Sembiring terdiri atas 19 (sembilan belas) cabang marga dan juga terbagi atas dua kelompok, yakni:

Kelompok Sembiring yang man biang (makan daging anjing) dan tidak diperbolehkan saling kawin semarga. Kelompok ini berasal dari Silalahi Nabolak yang melakukan migrasi ke Karo.[1] Kelompok ini terdiri dari empat sub-marga, yaitu:

Kelompok Sembiring yang “mantangken biang/la man biang” (tidak makan daging anjing). Kelompok ini merupakan keturunan etnis Tamil dari India selatan yang terdiri dari 15 sub-marga.[1] Kelompok ini dapat saling kawin semarga, (walaupun demikian di beberapa daerah kebiasaan ini telah dihapuskan). Sembiring ini sering juga disebut dengan Sembiring Singombak. Pada dasarnya mereka penganut ajaran Pemena (Sanata Dharma/Hindu), sehingga jika meninggal dunia jasadnya dibakar dan dihanyutkan dengan menggunakan guci di atas sebuah perahu kecil. Adapun ke-15 Sembiring Singombak itu adalah:

Dan dari ke-15 Sembiring Singombak ini terbagi lagi menjadi tiga golongan, yaitu:

  • Golongan Pertama: Sembiring Brahmana, Pandia, Colia, Gurukinayan, dan Sembiring Keling.
  • Golongan Kedua: Sembiring Depari, Pelawi, Bunuhaji, dan Sembiring Busok.
  • Golongan Ketiga: Sembiring Meliala, Maha, Muham, Pandebayang, dan Sembiring Sinukapar.

Perkawinan semarga pada Sembiring Singombak itu hanya dibolehkan dengan golongan yang berbeda (tidak boleh satu golongan).

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Sembiring, di antaranya adalah:

Referensi

  1. 1 2 Roberto Bangun, Mengenal Suku Karo, 2006
  2. "Brigita Meliala". Tribunnewswiki.com. Diakses tanggal 2021-05-04.
  3. Wardhani, Vinna (2020-10-23). "Viral Nyanyikan Odading Mang Oleh, Brigita Meliala Ungkap Proses Rekaman". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-05-04.
  4. Times, I. D. N.; Nanda, Erfah. "10 Perjalanan Karier Idgitaf, dari TikTok Kini Punya Lagu Sendiri". IDN Times. Diakses tanggal 2021-05-04.
  5. "Potret Idgitaf, Penyanyi yang Viral di Tiktok". suara.com. 2020-12-10. Diakses tanggal 2021-05-04.

Catatan

  • Ginting Malem Ukur, Adat Karo Sirulo, Medan 2008
  • Prinst Darwan, Adat Karo, Medan: Bina Media, 2008
  • Prinst Darwin, Kamus Karo Indonesia, Medan: Bina Media, 2002
  • Bangun Roberto,Mengenal Orang Karo, Jakarta: Yayasan Pendidikan Bangun, 1989
Wilayah tradisional
120px-Batak_Karo_House_at_Dokan_Village_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Museum_Pusaka_Karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Kantor_Sinode_Moderamen_GBKP_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Museum_Karo_Lingga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Taman_Monumen_Aannemer_Batiren_Purba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem kekerabatan
Marga
Bahasa dan kesusastraan
Hidangan khas
Falsafah
Upacara adat
Seni dan budaya
Alat musik tradisional
Agama
Mitologi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan