Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Perkolong-kolong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Maret 2026) |
Perkolong-kolong adalah kesenian Suku Karo dari Sumatera Utara yang diperankan oleh sepasang pria dan wanita sebagai penyanyi dan sekaligus sebagai penari pada acara Gendang Guro-Guro Aron. Selain bernyanyi dan menari, kehadiran perkolong-kolong dalam acara Gendang Guro-Guro Aron juga sekaligus mampu saling berbalas pantun yang berisikan nasihat dan canda dengan tujuan memberikan hiburan kepada para penonton.
Sejarah
Tidak diketahui secara pasti kapan kesenian perkolong-kolong mulai muncul pada masyarakat Suku Karo. Namun diperkirakan kesenian ini mulai berkembang seiring dengan perkembangan lagu-lagu Karo mulai diiringi oleh Gendang Karo sebagai musiknya. Adapun yang membawakan lagu tersebut, baik laki-laki maupun perempuan pada awalnya disebut sebagai permangga-mangga dan akhirnya beralih nama menjadi perkolong-kolong.
Tokoh
Salah satu tokoh perkolong-kolong yang pernah diberikan penghargaan anugerah seni oleh pemerintah adalah Tipan Beru Sembiring. Tipan adalah seorang tokoh perkolong-kolong perempuan yang juga mampu menciptakan lagu-lagu Karo pada masanya. Diperkirakan Tipan telah aktif sebagai perkolong-kolong mulai tahun 30-an hingga tahun 70-an.
Berikut adalah daftar beberapa tokoh perkolong-kolong yang paling terkenal belakangan di kalangan masyarakat Karo:
- Nana Beru Ginting
- Berlian Beru Karo
- Langsat Tarigan
- Sri Ulina Beru Ginting
- Keleng Barus
- Anita Beru Sembiring
- Samuel Sembiring
- Sri Dewi Beru Tarigan
- Pedro Ginting
- Erwina Br Bangun
- Iche Br Ginting
Pranala luar
Referensi
- Perkolong-Kolong Pada Masyarakat Karo
- Budaya Karo Ditinjau dari Aspek Kesenian Diarsipkan 2011-09-01 di Wayback Machine
- Tifan Beru Sembiring
| Wilayah tradisional | ||
|---|---|---|
| Sistem kekerabatan | ||
| Marga | ||
| Bahasa dan kesusastraan | ||
| Hidangan khas | ||
| Falsafah | ||
| Upacara adat | ||
| Seni dan budaya | ||
| Alat musik tradisional | ||
| Agama | ||
| Mitologi | ||