Sabtu, 07 November 2026
13:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Balobat

Bagikan:

Balobat atau Baluat/Belubat dalah alat musik tradisional Suku Karo dari Sumatera Utara yang menyerupai suling rekorder dan terbuat dari seruas pucuk bambu berukuran sejengkal jari tangan.[1] Alat musik ini dapat dimainkan secara solo dan juga dengan ansamble.[2] Balobat memiliki tangga nada lagu yang serupa dengan nada Suling Sunda atau Laras Pelog, nada minor, nada mayor, serta mempunyai lubang nada yang terdiri dari enam buah.[1]

Cara pembuatan

Proses pembuatan alat musik ini dimulai dengan memotong bambu dengan ukuran empat kali keliling batangnya. Pada bagian ujung bambu dibuat lubang berdiameter sekitar satu sentimeter, sedangkan lubang pangkal ditutup dengan kayu. Lalu, di bagian dekat penutup dibuat lubang tiup.[3] Sekitar 2,5 sentimeter dari pangkal dibuat lubang besar berbentuk segitiga, dengan jarak ke lubang nada pertama sepanjang satu kali keliling bambu. Selanjutnya, jarak antar lubang nada hingga lubang kelima adalah sepertiga keliling bambu, dan dari lubang kelima ke ujung bambu berjarak setengah keliling. Lubang nada pertama dan ketiga berdiameter 0,7 sentimeter, sementara lubang kedua, keempat, dan kelima berdiameter 0,5 sentimeter.[4]

Penggunaan

Balobat sering digunakan sebagai pengiring seperti pesta panen atau Kerja Tahun, pernikahan, mistis, bahkan dukacita pada adat Suku Karo. Balobat juga kerap dipakai sebagai pengiring musik vokal yang dikenal dengan sebutan katoneng-katoneng, yaitu sebuah nyanyian bernuansa lamentoa. Balobat memiliki suara yang sangat sendu dan pilu atau "tangis-tangis" karena Balobat paling sering digunakan pada saat dukacita.[5]

Alat musik ini juga digunakan sebagai hiburan di waktu luang, misalnya saat sedang berisitrahat di sawah.[4]

Referensi

Wilayah tradisional
120px-Batak_Karo_House_at_Dokan_Village_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Museum_Pusaka_Karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Kantor_Sinode_Moderamen_GBKP_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Museum_Karo_Lingga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Taman_Monumen_Aannemer_Batiren_Purba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem kekerabatan
Marga
Bahasa dan kesusastraan
Hidangan khas
Falsafah
Upacara adat
Seni dan budaya
Alat musik tradisional
Agama
Mitologi
  1. 1 2 "Balobat » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-24.
  2. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrx.OVmj4RpDQIAw7PLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771504742/RO=10/RU=https://tobaria.com/memahami-keunikan-alat-musik-balobat-dari-suku-karo//RK=2/RS=0IYi4v4eHqhsKkN_bsrkr9fNDIU-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1Ua0_j4Rp9QEA0V3LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771504704/RO=10/RU=https://mediaindonesia.com/humaniora/717750/angklung-rasakan-keindahan-suara-dan-kenali-proses-pembuatannya/RK=2/RS=6urChe7DGNZg_Yiy2Meumbo1ntE-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. 1 2 Sipayung, Hernauli; Saragih, JM. (1997). THE TOBANESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Citra, Sierra (2023-05-16). "Ragam Alat Musik Sumatera: Sarune, Hasapi, hingga Balobat". IDN Times. Diakses tanggal 2026-02-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan